dulu tempo pernah menulis urusan pajak pusat dan daerah, restribusi, royalti dll. kenapa pengusaha perminyakan ga mau mengolah ladangnya krn sebab di atas, ditotal2 pajaknya luar biasa, begitu juga pengusaha kenapa cuma andalin tenaga kerja murah, krn pajak usaha ditotal2 ga bisa untung, belon lagi urusan premannya. PPN antara supplier dan employer tentunya dihitung 1 kali pak, yg saya maksud ditiap level proses itu kena PPN.
--- In [email protected], "Agus Surya" <agu5trader@...> wrote: > > Maaf kang duren, saya cm nanya sama saja. Saya bukan org pemerintah. Di PPN > ada namanya mekanisme PPN (ppn masukan ppn keluaran) jadi yg dibayar PKP itu > hanya selisih ppn saja. Kl ppn masukan lebih besar artinya lebih bayar. Kl > ppn keluaran lbh besar berarti kurang bayar. Jd kl dibilang ppn kenanya > berlipat2 saya rasa kurang tepat. > > Ttg ppn impor, mmg ada cm saya tdk detail tau apa saja. Kl brgnya di ekspor, > nanti ppn ekspornya kena tarif 0%. Jd ppn yg sudah dibayarkan bisa minta > dikembalikan. Kl dijual didlm negeri mmg ppn jd beban konsumen akhir, yaitu > pembeli. > > Saya gak belain pemerintah kang duren.. :) > Dan saya jg gak nentukan brp besar tarif efektif ppn. > .: peace ah.. :. > > > Salam > > -----Original Message----- > From: "kangduren" <kangduren@...> > Sender: [email protected] > Date: Mon, 02 Apr 2012 06:33:24 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [saham] Re: Kepemilikan saham akan kena pajak++ lagi? > > maaf nih pak, ente kerja di pemerintahan ya? biasa yg komen gini dr forum2 > lain atau milis laen org pemerintahan yg 'naif' > Dahlan Iskan pernah ngomong, produksi di dalam negeri lebih mahal drpd impor > barang lgs dr luar, waktu itu persoalan onderdil handphone, dr situ aja jelas > ketauan PPN itu memberatkan, tujuannya dibuat2 utk mendorong industri dalam > negeri, nyatanya? > saya kasih contoh plastik, dibuat dg bahan baku minyak bumi, semua pekerjaan > yg berkaitan dg jasa2 tersebut kena PPN engga? > beli mesin dr LN kena PPN engga? > beli aditif buat campuran kena PPN engga? > dipakai/ dikonsumsi setelah jadi barang siap pakai kena PPN engga? > > --- In [email protected], "Agus Surya" <agu5trader@> wrote: > > > > "VAT atau PPN di indonesia itu pemerintah dpt berlipat, utk satu produk dr > > hulu ke hilir kena PPN atau VAT berlipat2." > > > > Gmana hitungannya dibilang kena PPN berlipat2 kang duren? > > > > > > > > Salam > > > > -----Original Message----- > > From: "kangduren" <kangduren@> > > Sender: [email protected] > > Date: Mon, 02 Apr 2012 04:58:14 > > To: <[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > Subject: [saham] Re: Kepemilikan saham akan kena pajak++ lagi? > > > > seharusnya ada kelas2nya mau kenain pajak, gila nyari duit makin susah aja > > kayak gini, lapangan kerja semakin tipis, usaha sendiri kena pajak pula. > > VAT atau PPN di indonesia itu pemerintah dpt berlipat, utk satu produk dr > > hulu ke hilir kena PPN atau VAT berlipat2. > > Pemerintah=lintah darat. > > > > --- In [email protected], Nico Adhitya <nico.adhitya@> wrote: > > > > > > TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak tengah mempersiapkan aturan > > > pengenaan pajak atas kepemilikan saham dan aset finansial guna > > > mengoptimalkan penerimaan perpajakan. Direktur Jenderal Pajak Fuad > > > Rahmany mengatakan, melihat prospek pasar modal, maka potensi penerimaan > > > pajak dari kepemilikan saham dan aset finansial besar. > > > > > > "Selama ini penerimaan baru terbatas dari pajak atas capital gain dan itu > > > kontribusinya tak seberapa," ucap Fuad ketika berkunjung ke kantor Tempo, > > > Senin 26 Maret 2012 lalu. > > > > > > Ia mengatakan para pemilik perusahaan tidak menerima gaji. Mereka hanya > > > melaporkan pajak penghasilannya (PPh pasal 21), sehingga angka pajaknya > > > rendah. Sementara itu, nilai saham makin besar, sehingga profit yang ia > > > terima makin besar. > > > > > > "Kalau pinjam uang di bank internasional, bisa menjadi agunan. Lalu > > > dananya dipakai untuk membangun perusahaan, dan kekayaannya menjadi > > > berlipat ganda. Namun pajak yang dibayar tidak bertambah. Undang-Undang > > > Perpajakan kita tidak mengenal pajak terhadap kekayaan finansial, kecuali > > > saat dijual, yakni pajak atas capital gain," katanya. > > > > > > Menurut Fuad, sejumlah negara sudah menerapkan pengenaan pajak terhadap > > > kepemilikan saham. "Kita harus melihat juga benchmark di negara-negara > > > lain. Ini salah satu usul perbaikan UU Perpajakan ke depan." > > > > > > Namun kalangan analis menilai rencana Fuad terlalu dini. Apalagi melihat > > > masih minimnya minat masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia. > > > Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan saham > > > merupakan sarana investasi bagi sebagian orang. Jika ditarik pajak, ini > > > akan menjadi hambatan untuk para pemodal. "Jika diberi hambatan seperti > > > itu, minat orang untuk ke saham jadi semakin menurun," kata Satrio kepada > > > Tempo kemarin. > > > > > > Ia mengatakan saat ini jumlah investor yang terdaftar di Bursa Efek > > > Indonesia tidak lebih dari 400 ribu orang. Itu berarti masih kurang dari > > > 1 persen jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa. "Kalau > > > jumlah investor sudah di atas 1 juta orang atau 1 persen dari jumlah > > > penduduk, lalu dikenakan pajak, itu tidak jadi masalah. Tapi, kalau > > > sekarang, terlalu dini untuk diberi pajak," dia menjelaskan. > > > > > > Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menyatakan pengenaan pajak > > > bagi para pemegang saham bisa menjadi preseden buruk untuk pasar modal > > > Indonesia. "Itu bad news. Pembelian saham itu sifatnya final," katanya. > > > > > > > > > http://www.tempo.co/read/news/2012/04/02/088394033/Kepemilikan-Saham-Akan-Kena-Pajak > > > > > > > > > Investor belum ada 1 % jumlah penduduk sudah mau dipajakin lagi. > > > > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
