pajak kan jd tools buat meras pengusaha, pengusaha juga kalo mau bener jujur, 
sulit lah bisa dapat untung, usaha di indo, makanya kemaren2 thailand banjir 
dan rusuh, di indo ga dapet alokasi pabrik, semua akhirnya buka pabrik di 
vietnam.
kecuali utk pasar indo, masih mungkin buka 'pabrik' padahal sih cuma stempel 
doang di sini.

--- In [email protected], "panda" <panda.kuswadi@...> wrote:
>
> Nah, ini sebenarnya yang perlu dibenahi, masalah pajak
> Sy saking interestnya dulu kuliah ngambil bidang ini, sayangnya rejeki nya ga 
> inline :d
> 
> Saya yakin kalo bidang ini bener, transparan, tanpa nyentuh subsidi bbm pun 
> bisa, termasuk mensejahterakan fakir miskin... Krn di agama pun tujuan 
> pungutan pajak harusnya berat ke hal kek gini
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: "kangduren" <kangduren@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 02 Apr 2012 07:59:25 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [saham] Re: Kepemilikan saham akan kena pajak++ lagi?
> 
> mafia pajak susah pak dibongkar, kalo pemimpinnya bersih dan tegas sih bisa, 
> tp kalo moral biasa2 aja susah.
> 
> --- In [email protected], frans suwardi <frans_ruslan1@> wrote:
> >
> > Seharusnya pemerintah membersihkan dulu aparatnya dari pada mencari2 terus 
> > objek pajak yang sudah dipajaki. Maunya berburu di kebon binatang, padahal 
> > ada kebon gayus dan kawan2nya yang masih puluhan belum disentuh.
> > 
> > --- On Mon, 4/2/12, kangduren <kangduren@> wrote:
> > 
> > From: kangduren <kangduren@>
> > Subject: [saham] Re: Kepemilikan saham akan kena pajak++ lagi?
> > To: [email protected]
> > Date: Monday, April 2, 2012, 12:58 AM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> >   
> > 
> > 
> >     
> >       
> >       
> >       seharusnya ada kelas2nya mau kenain pajak, gila nyari duit makin 
> > susah aja kayak gini, lapangan kerja semakin tipis, usaha sendiri kena 
> > pajak pula.
> > 
> > VAT atau PPN di indonesia itu pemerintah dpt berlipat, utk satu produk dr 
> > hulu ke hilir kena PPN atau VAT berlipat2.
> > 
> > Pemerintah=lintah darat.
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], Nico Adhitya <nico.adhitya@> wrote:
> > 
> > >
> > 
> > > TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak tengah mempersiapkan 
> > > aturan pengenaan pajak atas kepemilikan saham dan aset finansial guna 
> > > mengoptimalkan penerimaan perpajakan. Direktur Jenderal Pajak Fuad 
> > > Rahmany mengatakan, melihat prospek pasar modal, maka potensi penerimaan 
> > > pajak dari kepemilikan saham dan aset finansial besar. 
> > 
> > > 
> > 
> > > "Selama ini penerimaan baru terbatas dari pajak atas capital gain dan 
> > > itu kontribusinya tak seberapa," ucap Fuad ketika berkunjung ke kantor 
> > > Tempo, Senin 26 Maret 2012 lalu.
> > 
> > > 
> > 
> > > Ia mengatakan para pemilik perusahaan tidak menerima gaji. Mereka hanya 
> > > melaporkan pajak penghasilannya (PPh pasal 21), sehingga angka pajaknya 
> > > rendah. Sementara itu, nilai saham makin besar, sehingga profit yang ia 
> > > terima makin besar. 
> > 
> > > 
> > 
> > > "Kalau pinjam uang di bank internasional, bisa menjadi agunan. Lalu 
> > > dananya dipakai untuk membangun perusahaan, dan kekayaannya menjadi 
> > > berlipat ganda. Namun pajak yang dibayar tidak bertambah. Undang-Undang 
> > > Perpajakan kita tidak mengenal pajak terhadap kekayaan finansial, kecuali 
> > > saat dijual, yakni pajak atas capital gain," katanya. 
> > 
> > > 
> > 
> > > Menurut Fuad, sejumlah negara sudah menerapkan pengenaan pajak terhadap 
> > > kepemilikan saham. "Kita harus melihat juga benchmark di negara-negara 
> > > lain. Ini salah satu usul perbaikan UU Perpajakan ke depan."
> > 
> > > 
> > 
> > > Namun kalangan analis menilai rencana Fuad terlalu dini. Apalagi melihat 
> > > masih minimnya minat masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia. 
> > > Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan saham 
> > > merupakan sarana investasi bagi sebagian orang. Jika ditarik pajak, ini 
> > > akan menjadi hambatan untuk para pemodal. "Jika diberi hambatan seperti 
> > > itu, minat orang untuk ke saham jadi semakin menurun," kata Satrio kepada 
> > > Tempo kemarin. 
> > 
> > > 
> > 
> > > Ia mengatakan saat ini jumlah investor yang terdaftar di Bursa Efek 
> > > Indonesia tidak lebih dari 400 ribu orang. Itu berarti masih kurang dari 
> > > 1 persen jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa. "Kalau 
> > > jumlah investor sudah di atas 1 juta orang atau 1 persen dari jumlah 
> > > penduduk, lalu dikenakan pajak, itu tidak jadi masalah. Tapi, kalau 
> > > sekarang, terlalu dini untuk diberi pajak," dia menjelaskan. 
> > 
> > > 
> > 
> > > Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menyatakan pengenaan pajak 
> > > bagi para pemegang saham bisa menjadi preseden buruk untuk pasar modal 
> > > Indonesia. "Itu bad news. Pembelian saham itu sifatnya final," katanya. 
> > 
> > > 
> > 
> > > 
> > 
> > > http://www.tempo.co/read/news/2012/04/02/088394033/Kepemilikan-Saham-Akan-Kena-Pajak 
> > 
> > > 
> > 
> > > 
> > 
> > > Investor belum ada 1 % jumlah penduduk sudah mau dipajakin lagi.
> > 
> > >
> >
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke