Salam pembebasan!

Saudara Jame Bahi! Komentar2 Anda sungguh luar biasa dan menggelitik
akal! Salut! :)

Simon said:
> Menurut saya, pada  mulanya, segala sesuatu itu
> baik, karena Tuhanpun
> menciptakan dan mengajarkan segala sesuatu baik
> adanya.
> Dia tak pernah menciptakan kejahatan dalam diri
> manusia.
> Kejahatan terjadi karena manusia melanggar kebaikan
> yang telah
> digariskan
> oleh Tuhan.

Yudi komentar:
> Saya kayanya setuju deh dengan pendapat saudara
> simon.

Yudi komentar lagi: :)

Dia memang tidak ingin makhluk-Nya masuk neraka. Ingat, mengetahui tidak
sama dengan menginginkan apalagi menyuruh/memerintahkan.
Jadi, manusia bukan DIMASUKKAN Tuhan ke neraka. Tapi MASUK neraka DENGAN
SENDIRINYA, maksudnya karena amal perbuatannya sendiri.

Neraka itu adalah salah satu wujud rahmat dan kasih sayang Tuhan. (udah
kaya kenal baek aja... :))
Dia menciptakan manusia sempurna, sebagai kebaikan dengan potensi2 baik
pula. Tuhan tidak menciptakan keburukan, karena pada hakikatnya
keburukan itu adalah ketiadaan.

Penyifatan 'baik' terhadap sesuatu berbeda dengan penyifatan 'buruk'
terhadap sesuatu itu. Sesuatu dikatakan baik karena adanya
kesempurnaannya dan apa-apa yang menunjang keberadaan dan
kesempurnaannya itu. Seperti hidup, ilmu, dan makanan. Jadi, kebaikan
berkenaan dengan keberadaan semuanya itu.

Lain halnya dengan keburukan. Semua dikatakan buruk bukan karena
keberadaan mereka. Mati, buta, bodoh, racun, dan lainnya tidak dikatakan
buruk karena diri mereka masing-masing. Melainkan karena masing-masing
mereka menerangkan atau menyebabkan ketiadaan.

Dikatakan buruk karena mati menerangkan ketiadaan hidup. Buta
menerangkan ketiadaan penglihatan. Bodoh menerangkan kekurangan
(ketiadaan kesempurnaan). Racun menyebabkan kematian (ketiadaan hidup).
Kalau bukan karena hal-hal yang ada di balik mereka (keburukan), maka
mereka tidak dikatakan buruk.

Dengan ini jelas bahwa mereka disifati buruk secara tidak langsung. Yang
secara langsung adalah ketiadaan yang terkandung pada diri mereka. 
Maka dapat disimpulkan bahwa kebaikan bersumber dari keberadaan,
sedangkan keburukan bersumber dari ketiadaan.

Karena keburukan bersumber dari ketiadaan, maka ia tidak memiliki
eksistensi sebagaimana ketiadaan itu sendiri. Keburukan = ketiadaan.
Dapat dipahami namun tak punya eksistensi.

Maka keburukan tidak membutuhkan pencipta, karena memang tidak ada.
Sehingga kita dapat menyatakan bahwa semua keberadaan yang diciptakan
Tuhan adalah BAIK. Dan Tuhan tidak pernah menciptakan keburukan, sebab
keburukan = ketiadaan.


Manusia dilengkapi dengan berbagai potensi, seperti jiwa (nafs)
hewaniah, syahwatiah, dan emosi. Semua potensi ini pada dasarnya baik
dan merupakan kebaikan. Karena merekalah penggerak roda kehidupan.

Tapi manusia juga dilengkapi dengan AKAL. Akal adalah sarana untuk
mengendalikan potensi-potensi itu menuju proses penyempurnaan.
Dengan akal dan segenap potensi yang dimilikinya, spesies manusia
memiliki potensi untuk menjadi �tempat� sempurna bagi tajalli
(penampakan/perwujudan) seluruh sifat-Nya, dan potensi ini tidak
dimiliki oleh makhluk lainnya.
Apalagi Tuhan juga mengutus para nabi untuk membimbing akal agar dapat
menjalankan perannya dengan baik.

Oleh karena itu, para ahli makrifat (�uraf�`) mendefinisikan manusia
sebagai makhluk yang memiliki kelayakan dan potensi. Dan manusia yang
hakiki serta sempurna adalah yang dapat mengaktualisasikan potensinya,
yakni dengan bersifatkan dengan sifat-sifat ilahiah dan akhlak mulia.

Manusia yang tidak merealisasikan dan mengaktualkan potensi ilahiahnya,
maka ia mulai mengenakan �pakaian� kebinatangan. Dan dalam definisi
logisnya, manusia adalah binatang yang bernalar. Maka, ketika tidak
terjadi aktualisasi sifat-sifat ilahiah, ia hanya memiliki sifat
kebinatangannya saja.

Nah, manusia yang berhasil menyempurna di dunia ini, dia akan menjadi
insan ilahiah, memiliki sifat2 ketuhanan. Akhirnya --> SURGA.
Sedangkan yang gagal, yang akalnya tidak berhasil mengendalikan potensi2
nya, maka jiwanya RUSAK. Untuk membetulkannya --> NERAKA.
Jadi, neraka adalah rahmat-Nya bagi manusia, untuk membetulkan jiwa yang
centang perenang selama perantauannya di dunia.

Tapi, jangan membayangkan neraka layaknya sebuah kolam raksasa dengan
jilatan2 api yang membakar. Lalu orang2 yang gagal menyempurna,
dicemplungin Tuhan ke sana. :)

Surga dan Neraka itu adalah nonmateri. Keduanya adalah state of soul,
keadaan jiwa.
Sesungguhnya "pakaian" kebinatangan itu menyakitkan jiwa, tapi tidak
terasa di dunia karena ada hijab2 (penghalang, tirai) duniawi yang
menutupi. Hijab-hijab ini sebenarnya kita bentang sendiri.
Misalnya, waktu pertama kali berbohong atau katakanlah membunuh, kita
pasti merasa tidak enak, gelisah, bingung, pusing, sakit perut, dan lain
sebagainya. Tapi kalau sudah biasa, wah biasa aja tuh. Itulah salah satu
contoh penghijaban jiwa.

Nah, di akhirat nanti semua hijab akan tersingkap. Hakikat dipampangkan
secara sempurna.

Kala hakikat terpampang sempurna, maka sakit dan nikmat juga akan terasa
sempurna, jauh lebih kuat daripada di dunia.
Contoh, semakin kita tahu hakikat rokok yang merusak kesehatan, maka
semakin besar pula keinginan kita untuk berhenti merokok. (Btw, saya
sudah 6 bulan berhenti merokok :)).

Bila "pakaian" kebinatangan semakin tebal, maka jiwa akan semakin
merasakan sakit. Sakit ini dimaksudkan agar jiwa "berkenan" melepaskan
"pakaian" kebinatangan itu. Untuk masuk ke keadaan surgawi. Di sini,
sakit adalah rahmat.

Oh ya, yang lain ikut gabung dong....

 
Salam pembebasan!
Yudi pustakazahra


-----Original Message-----
From: jeme bahi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, April 07, 2005 9:18 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika
sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu


"Karena Manusia melanggar" ok ! Bukannkah Dia tidak
ingin melihat mahluk ciptaannya di siksa di api
neraka?
Maka pertanyaannya ..kenapa manusia harus tau akan
adanya pelanggaran? Untuk menguji iman? dan bila tak
'lulus' ujian maka ia akan di siksa? 

terima kasih..

Jmbahi









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke