Dear Bung Deny,

terima kasih atas update informasinya dan turut prihatin atas kondisi yang 
menimpa nasib para guru tersebut. Saya yakin Bung Deny punya maksud yang baik 
dengan berbagi informasi ini, yang tentunya bisa menjadi kajian bersama untuk 
memandang secara obyektif. Hanya ada dua point yang tiba-tiba muncul di benak 
selama mengikuti perkembangan kasus ini.

Pertama, tampak esensi dari permasalahan seperti ini adalah konsistensi. 
Apabila ada satu kebijakan yang dijalankan dengan menyimpang dan bisa berakibat 
seperti nasib para guru,  bagaimana dengan kebijakan yang lain?

Kedua, Good Governance. Apakah azas good governance menjadi komitmen dalam 
penyelenggaraan pemerintahan di Singkawang? Mungkin ada baiknya kita coba intip 
sejenak 
                Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 , yang menyampaikan 
instruksi khusus kepada  Gubernur dan Bupati/Walikota berupa :

 a.  Menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik dilingkungan 
pemerintah daerah.

b.  Meningkatkan  pelayanan  publik  dan  meniadakan  pungutan liar dalam 
pelaksanaannya. 

c.  Bersama-sama dengan Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah melakukan pencegahan 
terhadap kemungkinan terjadi kebocoran  keuangan  negara  baik  yang  
bersumber  dari 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja 
Daerah.

Dan kalau berbicara Good Governance tentu saja tidak bisa terlepas dari 
transparansi dan akuntabilitas merupakan unsur penting yang tidak bisa 
diabaikan begitu saja. 

Lantas apa itu dan bagaimanakah Good Governance itu? Yuk mari, kalau mau kita 
intip yang satu ini --> 
                
    
    
    Indikator & Alat Ukur prinsip Akuntabilitas, Transparansi dan partisipasi

Mudah-mudahan bisa memperkaya wawasan kita bersama.

Tanpa sengaja teringat juga akan perumpamaan mobil. Ketika akan bepergian jauh 
dalam rally panjang,yang misalnya saja memakan waktu 5 tahun ke depan, alangkah 
baiknya onderdil dan kondisi mobil itu dipantau dan dijaga dengan baik. Apakah 
mesin berfungsi optimal? roda berputar dengan benar dan seimbang? dll ,serta 
yang paling penting apakah bisa berjalan dengan baik. 

Tentunya supaya tempat tujuan bisa digapai dengan tepat waktu. Kalau ternyata 
banyak masalah yang harus diperbaiki, apa yang harus dilakukan? haruskah 
fortuner diganti ferrari? Kalau diganti dengan ferrari, apakah akan tetap 
sampai tujuan? Kalau ternyata mesin ferrari lebih boros minyak? bagaimana kalau 
belum setengah jalan, budget untuk minyak malah sudah habis dan tidak bisa 
melanjutkan perjalanan? Bagaimanakah cara yang tepat untuk sampai di tujuan 
dengan tepat waktu?

Akhir kata sekian, dan terima kasih.


Salam,

Rudi.

  
 

--- On Sat, 11/1/08, deny suhendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: deny suhendra <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Singkawang] Tunjangan Fungsional Guru Lagi....
To: [email protected]
Date: Saturday, November 1, 2008, 11:16 AM










    
            Dear All, 
Dalam 2 hari ini berita di media lokal Singkawang  tentang Tunjangan Fungsional 
Guru mulai kembali setelah terhenti istirahat Lebaran Idul Fitri.

yang salah satu beritanya TUNJANGAN GURU DIPOTONG SEPIHAK 

klik judul diatas untuk membaca berita selengkapnya.

dan jika punya koran hari ini (bukan online ya) pontianak post halaman pertama 
hal ini sudah ditanggapi dewan Bapak Suganda Gani (komisi pendidikan) ... 
sayang beritanya tidak dionline kan oleh pontianak post karena halaman 1 metro 
singkawang.

maafkan kami atas postingan berita ini, tidak ada maksud apa2 tetapi hanya 
berbagi informasi saja ... 

Semoga Singkawang semakin SPEKTAKULER.

ttd 

Para PNS yang megisi formasi guru tahun 2005 yang menggunakan ijasah guru juga 
saat mendaftar.
or
Guru TMT 1 April 2006 
 
        .___
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke