G setuju banget ama opini Pak Li....cm hiasan patung aje mau 
dirobohkan, bagaimana dengan beribu banyaknya patung2 yg terdapat 
dikuil2?apakah itu jg mesti dirobohkan?G pikir, patung naga itu kan 
bukan hanya cermin dari salah satu aliran agama atau mereka 
matanya "merah" karna yg membangun patung tersebut adalah org 
chinese....atau apakah dibwh patung naga tsb tertulis kalau itu 
adalah patung buat penyembahan agama kong hu cu?
Memang lucu sekali kekalutan kali ini....apa mungkin karna meliat 
negara lain lagi terjadi kerusuhan, jadi pengen jg "cari perhatian" 
dg membuat kerusuhan biarpun dengan dalih yg tidak msk akal?
Sudah lupakah dengaN apa yg tercantum dibwh gambar garuda 
pancasila "BHINEKA TUNGGAL IKA"?Kalo lupa, coba balik lagi buku 
pelajaran, jgn cmn pintarnya buat keruh dimasyarakat.

Alang




--- In [email protected], Clement Li <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bravo.... bravo... aparat kepolisian, bapak2 Herman Buching, Bong 
Cing Nen dan Noreseng Yosef dan masyarakat Singkawang yg membuat 
pagar betis mengelilinggi patung naga. Terima kasih banyak. Doa dan 
dukungan saya akan selalu bersama kalian.
> 
> Tadinya saya tidak peduli apakah patung naga itu dibongkar atau 
tidak. Tetapi setelah "keramaian" hari Jumaat ini, saya berpendapat 
(sikap saya) patung naga ini harus dipertahankan.
> Kalau hiasan sebuah PATUNG aja mau dirobohkan secara kekerasan - 
what next? kuil? gereja? dsb.
> 
> Sudah bukan masanya utk memaksakan kehendak melalui penggerakan 
massa, melalui kekerasan dan konflik. Kan ada proses hukumnya. Kalo 
terjadi anarki atau pengrusakkan, yg harus di seret, di proses hukum 
dan diusir adalah mereka yg mengimbau utk beramai-ramai ke lokasi 
pembangunan patung naga. Yg menganggu kerukunan umat beragama itu 
siapa? Patung atau mereka ini?
> 
> Mudah2-an yg ingin merobohkan patung naga itu adalah sarjana2. 
Sebagai seorang sarjana, seharusnya mencari tahu dulu apa artinya 
sebuah hiasan patung naga. Kalau tidak ngerti, sebagai seorang 
sarjana, seharusnya cari tahu dulu, seperti bertanya ke bapak Simon 
Takdir.
> 
> Sudah waktunya penduduk kota Singkawang untuk bangkit dan melawan 
mereka yang cuma tahu menyelesaikan perbedaan pendapat atau 
persoalan melalui jalan kekerasan dan konflik - terutam melawan 
mereka yg cuma numpang tinggal di kota Singkawang ( Kalbar pada 
umumnya), yg maunya hanya untuk merusak kerukunan hidup antara tiga 
suku terbesar di Kalbar.
> 
> Can we get along????
> 
> Clement
> 
> --- On Sat, 12/6/08, United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: United Singkawang
>  <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Singkawang] [Equator] Ricuh Patung Naga, Nyaris Bentrok
> To: [email protected]
> Date: Saturday, December 6, 2008, 3:23
>  AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>             Sabtu, 06 Desember 2008 , 12:08:00
>             Ricuh Patung Naga Singkawang
> Dua Kelompok Massa Nyaris Bentrok
> 
> 
>          
>                       
>                                                       
                                
>                                   
>                               
> Kerumunan
> warga memenuhi perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud guna
> menyaksikan aksi pembongkaran patung naga, Jumat (5/12) siang.
> Pembangunan patung di fasilitas umum memicu konflik. Isu agama 
merembes
> masuk. Simbol estetika kota pariwisata bercampur politis.
> 
> 
> 
> Singkawang. Gara-gara pembangunan Patung Naga di perempatan Jalan 
Niaga
> dan Jalan Kempol Mahmud Kota Singkawang, dua kelompok massa nyaris
> bentrok, Jumat (5/12) kemarin. Polisi bertindak cepat, bentrokan 
bisa
> dihindari. Pembangunan Patung Naga untuk sementara dihentikan.
> 
> 
> Ketegangan berawal dari rencana Front Pembela Islam (FPI), Front
> Pembela Melayu (FPM) dan Aliansi LSM Perintis Singkawang ingin
> merobohkan patung naga usai salat Jumat, kemarin. Mereka mendatangi
> tempat Patung Naga yang belum selesai dibuat itu. Aksi ini 
mengundang
> ribuan warga dari penjuru Kota Singkawang dan sekitarnya untuk
> menyaksikan rencana merobohkan patung tersebut.
> 
> 
> Massa dari berbagai elemen mulai berdatangan dan memadati teras 
ruko di
> sekitar TKP sejak pukul 11.00. Mereka langsung membuat pagar betis
> mengelilingi Patung Naga itu. Pihak Polres Singkawang di-back up 
Kompi
> I Pelopor Brimob langsung mengamankan situasi.
> 
> 
> Puncak konsentrasi massa yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas 
itu
> terjadi ketika rombongan FPI, FPM dan Aliansi tiba mengendarai 
pick up
> dilengkapi sound system serta poster bertuliskan aspirasi. Hanya 
saja
> di perempatan Jalan Sejahtera, iring-iringan massa ini dihadang 
Pasukan
> Huru Hara Brimob yang menggunakan tameng, rotan dan senjata laras
> panjang.
> 
> 
> Blokade aparat dan kerumunan massa yang membuat pagar betis semakin
> menghambat pergerakan rombongan yang hendak membongkar patung naga
> setinggi lima meter tersebut. 
> 
> Di sela-sela usaha menerobos blokade, orator FPI meneriakkan 
tuntutan
> dan unek-uneknya. Mereka secara tegas meminta penghentian dan
> pembongkaran patung naga. Alasannya, belum memiliki izin dari 
instansi
> terkait, menyalahi peraturan dan berada di tengah-tengah ruang 
publik.
> "Seret dan proses hukum pengusaha Benny Setiawan yang mendanai
> pembangunan, " seru para pria bersorban dan berkopiah tersebut.
> 
> 
> FPI yang mencapai ratusan orang juga mendapat umpatan dan cacian 
dari
> massa yang tidak dikenali identitasnya. "Ayo! Masuk kalau berani.
> Silakan terobos," teriak sekelompok pemuda yang berbaju lusuh 
tersebut.
> Mengantisipasi adu fisik dengan sigap aparat keamanan melokalisir 
dan
> mengusir para pemuda yang bersuara lantang tersebut.
> 
> 
> Sementara kelompok lain, terkonsentrasi di sekitar patung naga. 
Mereka
> yang berjarak hanya lima meter dari patung naga antara lain Ketua 
III
> DAD Singkawang Herman Buhing, anggota DPRD Bong Cing Nen dan 
Noreseng
> Yosef.
> 
> 
> Karena tidak mengajukan surat pemberitahuan, Waka Polres Singkawang
> Kompol Ridwansyah memerintahkan Aliansi LSM Perintis dan FPM
> membubarkan diri. Sedangkan FPI bertahan hingga pukul 15.00 sesuai 
izin
> yang diberikan. Massa mulai meninggalkan TKP sekitar pukul 14.30
> setelah diarahkan petugas untuk pulang. Masyarakat tidak hanya 
sekadar
> menonton dari jalan. Sebagian bersusah payah mengabadikan momen 
langka
> tersebut dengan handy cam, telepon selular dan kamera dari 
ketinggian
> ruko. 
> 
> 
> Setelah berkoordinasi dengan Polres Singkawang, Ketua DPW FPI
> Singkawang Yudha R Hand bersama FPM dan Aliansi LSM Perintis 
menggelar
> pertemuan di Kantor Pemkot Singkawang. Walaupun diminta untuk 
hadir,
> Wali Kota Singkawang Hasan Karman berhalangan. 
> 
> 
> Demi kondusivitas Singkawang, akhirnya Polres memerintahkan 
penghentian
> sementara pembangunan patung naga di persimpangan Jalan Kempol
> Machmud-Niaga Singkawang. Karena nihil kesepakatan dan keputusan
> tertulis dari Pemkot dan para demonstran, pertemuan akan 
dijadwalkan
> kembali. Dari Pemkot tampak hadir Asisten Kebijakan Pemerintahan 
Sofyan
> Fachri, Kadis Perhubungan Yohanes Urip, Kadis Tata Kota Agus 
Arifin?> dan Kadis PU Sueb A Hamid.
> 
> 
> Sekjen Aliansi LSM M Syaifuddin menyatakan telah melaporkan donator
> pembangunan patung naga Beny Setiawan terkait pengrusakan fasilitas
> umum. Senada dengan itu, Yudha menolak tegas pembangunan patung 
naga di
> fasilitas umum. Sebaliknya, memberi toleransi di rumah ibadah. 
> 
> 
> "Demi keamanan, terpaksa pembangunan patung naga dihentikan 
sementara.
> Dari hasil pembicaraan Kapolres AKBP Parimin Warsito dengan Beny
> Setiawan akhirnya disepakati untuk dihentikan," ujar Kasat Reskrim
> Polres Singkawang AKP Sarjono SH. 
> 
> 
> Sementara itu, di tempat terpisah Ketua DAD Singkawang Aloysius 
Kilim
> menyatakan, mendukung penuh pembangunan yang digagas pemerintah.
> Keamanan diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian dan 
TNI. "Pernyataan
> sikap ini sudah melalui rapat pengurus DAD," ungkapnya.
> 
> 
> Patung naga menurut salah satu warga, Arnol Madasahar sebuah karya 
seni
> yang dihasilkan kebudayaan manusia dan setara dengan karya lainnya.
> "Lebih baik kita saling mawas diri dan saling berkomunikasi demi
> tatanan kehidupan masyarakat plural yang harmonis, berbudaya dan
> bermartabat, " tukasnya. 
> 
> 
> Polemik pendirian patung naga di tengah kota sudah dua kali 
terjadi di
> Singkawang. Pada tahun 2002, duet pengusaha Beny Setiawan dan Iwan
> Gunawan juga gagal merealisasikan pembangunan patung naga karena
> penolakan massa. 
> 
> 
> Naga sebetulnya telah sering dijadikan sebagai ciri khas Kota
> Singkawang. Event sepak bola antar klub se-Kalbar saja menggunakan 
nama
> piala naga. Klub sepak bola Singkawang (Persiwang) pun berjuluk
> 'ksatria naga'. Dalam karnaval juga sering dimunculkan festival 
naga
> dan lainnya.
> 
> 
> Dari pantauan Equator, di perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud 
pada
> Jumat malam semua telah berjalan normal dan lancar. Seluruh 
masyarakat
> sudah beraktivitas dengan normal. "Masyarakat Singkawang haus 
hiburan
> sehingga berbondong-bondong menyaksikan rencana merobohkan patung
> naga," beber Aktivis Gemawan Kalbar Agus Sutomo mengomentari 
fenomena
> membanjirnya ribuan massa yang terkonsetrasi. (man)
>


Kirim email ke