Khan saya bilangnya mereka cuma berangkat dari analisa umat Islam, bukan Islam 
sebagai agamanya.
Bagi saya, penafsiran bagi teks-teks Al Qur'an beragam (tafsir yaa bukan 
terjemahan!), jadi kita juga harus belajar banyak dari tafsiran-tafsiran yang 
ada dengan kepala terbuka, jangan sampai menolak membabibuta tafsiran yang satu 
hanya karena mengklaim kebenaran tunggal tafsirannya (pusingg?? Saya juga...). 
Pada akhirnya memang semua merujuk pada Al Qur'an dan Hadits, tetapi tafsiran 
yang mana?? Yang Sunni tentu berbeda dengan yang Syi'ah, apalagi dengan 
Khawariij...

Maaf masih belajar.....
 
It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
http://tukangceritapagi.blogs.friendster.com/tukang_cerita_pagi/



----- Original Message ----
From: imbar budiman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 30, 2006 10:12:40 AM
Subject: Re: [sma1bks] untuk yang merasa eksklusif ;p to:Opik

Kenapa mesti pusing dengan terminologi, atau islam ini islam itu. Karena yang 
menjadi rujukan bukanlah Mr. Geertz, Khalik Ridwan atau yang lainnya, tetapi 
Al-Quran dan Sunnah, yang sudah sangat jelas mendefinisikan Islam.
 
“Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan 
Aku adalah Rabbmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka 
(pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah-belah menjadi 
beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada 
sisi mereka (masing-masing) .” (Al-Mukminun: 52-53)

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan 
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa 
terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam 
Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa`: 115)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t berkata: “Agama kaum muslimin dibangun di atas 
ittiba’ (ikut) terhadap Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta apa yang telah 
disepakati oleh umat ini. Ketiga perkara ini merupakan prinsip-prinsip yang 
tetap terjaga (dari kesesatan). Dan apa saja yang diperselisihkan umat ini, 
maka mereka kembalikan kepada Allah  dan Rasul-Nya. Dan tidak diperbolehkan 
bagi siapapun untuk mengangkat seseorang lalu mengajak kepada jalan orang itu, 
dan ber-wala` dan bara` di atasnya, kecuali kepada Nabi . Dan tidak boleh 
seseorang memegang suatu perkataan, lalu ber-wala` dan bara` di atas perkataan 
tersebut, kecuali bila itu perkataan Allah  dan perkataan Rasul-Nya . Dan apa 
yang disepakati umat ini. Bahkan (bersikap wala` dan bara` bukan di atas tiga 
perkara ini) termasuk perbuatan ahli bid’ah, yang mereka mengangkat seseorang 
atau suatu perkataan lalu memecah belah umat dengannya, bersikap loyal dan 
memusuhi di atas perkataan atau penisbatan tersebut.”
 (Dar`ut Ta’arudh, 1/272; Mauqif Ibnu Taimiyyah, 1/269-270)



----- Original Message ----
From: Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] .com
Sent: Wednesday, November 29, 2006 9:42:13 PM
Subject: Re: [sma1bks] untuk yang merasa eksklusif ;p to:Opik


Selain terminologi Islam Priayi, Santri, dan Abangan merknya Geertz, ada juga 
Islam Borjuis  dan Islam Proletar merknyaNu Khalik Ridwan. Menarik untuk di 
kaji, sebab pelabelan seperti ini menurut saya (seharusnya) memacu umat Islam 
tidak lagi terlena pada romantisme kejayaan masa lalu. Inklusiv dan eksklusif 
hanyalah pelabelan belaka, padahal yang terpenting adalah pemahan terhadap 
Islam itu sendiri. Saya juga kurang sekali dan masih belajar soal Islam, 
terutama pada tataran wacana. Persoalanya, wacana pemikiran Islam sekarang ini 
hanya dikuasai oleh beberapa gelintir pemikir, bahkan beberapa, tanpa saya 
harus menyebut nama dan aliran, cukup dominan. Dominannya pemikiran menjadikan 
wacana pemikiran Islam menadi kontraproduktif bagi perkembangan pemikiran dan 
wacana, dengan mengklaim sebagai kebenaran tunggal.  
 
Pelabelan tersebut pada prinsip dan dasarnya adalah berasal dari pengamatan dan 
perilaku umat, bukan Islam sebagai agama, tak ada maksud pengkotakan terhadap 
Islam. Sementara, umat Islam sendiri masih terbelenggu romantisme dengan 
bersandar pada pemikiran yang sangat dominan-tunggal. Saya pikir masih banyak 
wacana tentang Islam yang juga harus mendapat porsi lebih sebagai bahan 
pemikiran. Tak usah di perdebatkan lagi, bahwa di kalangan Islam sendiri 
masing-masing membawa ego aliran. Apa yang terjadi di Irak, selain ulah AS 
adalah klaim kebenaran tunggal yang dipaksakan masing-masing aliran. Tak 
jarrang, mereka akan rela membunuh umat ISlam yang lain karena beda aliran. 
Jadi kalo mau, kita belajar sama-sama lintas aliran, sehingga pola pandang dan 
pemikiran kita akan semakin terbuka.
 
Kalo ada yang salah, mohon maaf
Masih belajar euy....
It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
http://tukangcerita pagi.blogs. friendster. com/tukang_ cerita_pagi/ 



----- Original Message ----
From: OpiK <miliscampurcampur@ gmail.com>
To: [EMAIL PROTECTED] .com
Sent: Wednesday, November 29, 2006 5:38:14 PM
Subject: Re: [sma1bks] untuk yang merasa eksklusif ;p to:Opik


ok bro... sorry kalo ane salah
waktu itu gak sempet tanya, cause ane juga cuma pas kebetulan lewat di tempat 
itu dan waktu shalat (dzuhur) dah ampir abis (14.30)
tapi kejadian yg hampir sama juga pernah dialami tetangga ane, walau bukan di 
tempat yg sama
ane cuma mo bilang, ini adalah sebuah realita
dan seperti yg ane tulis, bahwa pengetahuan ane soal islam cetek bgt

btw, kita satu angkatan yak?? ente sekelas ma vivi yak? ane 3 bio 3/93, yg 
ngalahin fis 3 di semifinal basket tahun 1993 :))





On 11/29/06, QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 
Kita mesti berfikir dengan jernih, apakah memang layak
Islam dikotakkan-kotakkan dalam 2 kata; eksklusif dan
inklusif? apakah pikiran kita harus seperti itu?
Apakah tidak lebih baik kita mengkaji substansi Islam
itu sendiri daripada memotret Islam dalam bingkai
eksklusif atau insklusif yang mana kedua kata itu
lebih bernuansa politis dan cenderung memecah belah
atau lebih mudahnya bukankah pengkotakkan itu adalah
part of the problems? please advise!

Saya pikir, Kita mesti menghindari menggunakan kata
ekslusif untuk memotret Islam, karena yang terjadi
adalah simplifikasi, sama halnya kesalahan Clifford
Geertz memotret masyarakat Islam Jawa dengan
mengkotakkan menjadi Islam Abangan dan Islam Santri.

Dikotomi masyarakat Muslim santri yang dikontraskan
dengan masyarakat Muslim abangan sebagaimana dikaji
Geertz dalam Religion of Java merupakan hasil dari
'thick description' yang lebih menekankan pada
pandangan bahwa masyarakat keagamaan adalah teks
sosial-keagamaan daripada entitas lainnya. Hal inilah
yang juga dikritik sejarawan Marshall GS Hodgson (The
Venture of Islam, Vol 2, 1974), bahwa keunggulan
kajian Geertz tentang masyarakat Muslim Jawa ditandai
kesalahan sistematik besar. Yaitu, ketika Geertz
mengidentifikasi kaum santri berdasarkan kerangka yang
diberikan kaum skripturalis; dan pada saat yang sama
mengelompokkan kaum Muslim lainnya ke dalam kelompok
abangan. Dan kelompok terakhir ini secara simplistis
dia sebut sebagai lebih menganut tradisi Hindu-Budha
daripada Islam.(Azyumardi Azra, Islam Observed dan
Santri, Republika 23 November 2006) 

Jadi mas opik,lebih baik kalau ada masalah
pel/mengepel yang menyinggung perasaan kita, lebih
baik ditanyakan langsung aja secara baik-baik apa
maksudnya tanpa harus menyimpulkan eksklusif.

Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan, bila ada
yang salah, please advise!

peace 

3.A1.3/93

--- OpiK <miliscampurcampur@ gmail.com> wrote:

> Apa yg tersurat dalam tulisan (puisi) itu adalah
> sebuah realita... ada
> "kaum" yang memang menjaga ekslusifitasnya dari kaum
> yang lain
> gue akui, pengetahuan gue asoal islam emang minim
> bangat, tapi setahu gue
> islam gak pernah ngebeda-bedain orang, termasuk non
> muslim (cmiiw)
> pernah suatu ketika, gue shalat di salah satu
> mushallah yang dijadikan
> basecamp kaum tersebut... tapi alangkah kagetnya gue
> ketika melihat tempat
> dimana gue shalat tadi, langsung di pel oleh salah
> satu dari mereka...
> awalnya gue berpikiran baik, mungkin emank dah
> waktunya dibersihkan (dipel)
> mushallahnya, tapi ternyata tidak, yang di pel cuma
> tempat gue shalat tadi
> ajah... dan yang lebih menyakitkan, itu dilakukan
> saat gue masih berada
> disana (masih pake sepatu)
> berulang kali gue perhatiin pakaian, apakah ada
> kotoran atau lumpur yang
> menempel di baju dan celana gue, tapi ternyata semua
> bersih...
> akhirnya gue tahu bahwa mereka sebenarnya memang
> tidak mengijinkan kaum lain
> untuk beribadah disana...
> ini adalah fakta yang ada di sekitar kita
> 
> wass
> OpiK, 3A23-93
> 
> 
> On 11/28/06, ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> >
> >
> > hey..hey... emang itu bukan fira yg bikin. liat
> dunk paling bawah. tuh BY
> > LINE nya kan udah dicantumkan. ..
> > *EDIT BEBAS DARI.... (bla..bla..bla. .)*
> >
> >
> > da' saya mah cuma pengen membuka diskusi di milis
> ini... bukan maksud mo
> > bersuudzon pada pihak manapun (baik itu pihak si
> "engkau", pihak si "dia",
> > pihak ANDA, pihak SAYA, maupun KITA )
> >
> > maksudnya, kan seru tuh, ada loh orang yg
> berpendapat seperti itu dengan
> > membuat tulisan seperti itu....
> >
> > lagipula, siapa tau aja yg di tuju sama yg bikin
> tulisan itu justru KITA
> > sendiri...
> >
> > maksudnya buat *"auto kritik"* juga buat umat
> islam....
> >
> > jangan2.. selama ini kita terlalu
> meng-eksklusifkan diri sehingga ada
> > suara2 seperti yg dibuat oleh sang penulis ini....
> >
> > githu mas, mbak, kakak, adik, teman2 smuanya...
> >
> > peace dulu ah...
> >
> >
> > www.jaket_biru. blogs.friendster .com/vira_ cool/
> >
> >
> >
> >
> >
> > *mickey lsmnz <mickey_lsmnz@ yahoo.com>* wrote:
> >
> > wahh.. kejam sih, tapi.. ga tau deh..
> > menurut gue apa bedanya yang lo sebut "engkau"
> sama "dia"yang bikin puisi
> > ini? (sory ya vir, gue tau kok yang bikin puisi
> ini bukan lo),..
> > orang yang bikin puisi ini protes karena ke
> eksklusifan "engkau"
> > sedangkan dianya sendiri ngomongin dan
> ngejelek-jelekin "engkau".
> > gimana "engkau"mau berbaur coba, kalau si "dia"nya
> aja udah suudzon sama
> > si "engkau".
> > siapa tau si "engkau" mau berbaur sama si "dia",
> tapi "dia"nya yang
> > menjauh, karena ter frame dalam pikirannya kalau
> si "engkau"ini nggak mau
> > berteman sama "dia".
> > bukan gue ngebela si "engkau", tapi mungkin juga
> sih si "engkau" salah,
> > dan menganggap orang yang diluar lingkungannya itu
> buruk. tapi.. kita nggak
> > boleh suudzon lah, sayang, bagi-bagi pahala buat
> orang yang kita suudzonin,
> > sedangkan kitanya banyak dosa.
> > "lihatlah lebih dekat" kata Sherina mah, biar
> tidak terjadi salah faham,
> > dan timbul perpecahan.
> > positif thinking aja deh, maka hidup kita akan
> terasa nyaman.
> > biarkanlah si "dia" maupun si "engkau" memilih
> jalannya, sekarang tinggal
> > kita memilih jalan kita...
> > semoga kita lebih baik dari si "dia" maupun si
> "engkau". amiin
> > wallahu alam bisawab
> >
> > *komar udin <komaibnumikam@ yahoo.com>* wrote:
> >
> > vir, puisinya emang tajem banget dan
> daleeem...saya
> > seh setuju gak setuju yah...khan yang penting itu
> > adalah kita memahami mana prinsip dan mana yang
> bukan.
> >
> > plus, juga saling memahami dengan paradigma
> positif.
> > kalo ada yang memang tidak mau gaul yah...cobalah
> > pahami oooh, kali aje die lagi pengen nyendiri
> > aje..boleh dooong...
> >
> > kalo ada yang terlalu preman dan ..gimana
> geto...kita
> > bersuhudzan saja kalo doi emang udah kayak gitu
> yang
> > penting dia tahu hal-hal prinsip....
> >
> > kalo ada yang emang lagi pake jilbab panjang...yah
> > mari kita hormati. itu hidup pilihan dia. Koq,
> jadi
> > kite yang usil...lha wong kalo masuk surga atau
> neraka
> > urusan dia....kalo kita masuk surga dan neraka
> juga
> > urusan kita...
> >
> > kalao ada yang berjenggot, yah...barangkali lebih
> > ganteng dengan jenggot...he. .he..he.. pak budsan
> gak
> > berjenggot tapi gak pernah ada yang ngecap doi
> > penjahat...
> >
> > kalau ada yang merasa lebih baik...ah, sudahlah
> siapa
> > yang tahu hati orang. Kalau udah ada yang ngomong,
> > "woi...gue ni lebih baik dari elo..."kalo ada yang
> > kayak gini unjukin telunjuk teurs bikin angka satu
> di
> > udara sembari ngomong...kaciaaaan deh loe...
> >
> > he..he..he.. pokoknya geto deh...moga2 ini sbg
> wacana
> > yang menyehatkan. ..
> >
> > buat vivi fajar, kalo ada yang bilang loe virus
> > lingkunagn kaseh tahu
> > gue.....(cieee. .suit-suiiiitttt t...)
> >
> > --- vivi fajar <[EMAIL PROTECTED] com
> <vivifajar%40yahoo. com>> wrote:
> >
> > > Kita blom pernah kenal ya?
> > > puisinya bagus ....,...btw, ..ada yang nyakitin
> hati
> > > loe ya??? he..he..
> > > buat balancing aja,...kali aja mereka nggak
> mikirin
> > > soal ekslusifitas. . cuma jaga diri ...karena ga
> pe
> > > de
> > > kalo gaul bebas..bisa bertahan dari pengaruh
> > > lingkungan.. (moga kita2 ini ga' termasuk yang
> > > dianggap
> > > virus lingkungan itu ye...) tapi mang ga' semua
> > > yang
> > > "menjaga diri" itu nge-cap jelek ma orang lain
> kan??
> > > husnuzon aja kali,..
> > > --- Ardian Pettrucci <[EMAIL PROTECTED] com
> <bhopay%40yahoo. com>> wrote:
> > >
> > > > innalillahi wa inna ilaihi rojiuuuuuuuun
> > > >
> > > > cadas...sadisss. ..setuju vir...seperti
> > > perbincangan
> > > > kita kemarin...islam pro...hahaha (hanya kita
> yang
> > > > tahu)
> > > >
> > > > Keep On Rock 'N Roll Party JAM JACK!
> > > > Are-The-And (Ardian)
> > > >
> > > > --- ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED] com
> <vira_rj%40yahoo. com>> wrote:
> > > >
> 
=== message truncated ===

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail. yahoo.com








Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. 





Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. 



 
____________________________________________________________________________________
Cheap talk?
Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
http://voice.yahoo.com

Kirim email ke