--- Ardian Pettrucci <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kalo saya punya ide bagaimana kalo kita mulai dengan > masalah pendidikan...karena pendidikan di Indonesia > saat ini sudah seperti barang mewah yang > diperebutkan. > jadi yang tidak punya cukup biaya, dia harus gigit > jari.faktor inilah yang menyebabkan kepandiran > massal, > dan pemerintah seakan-akan apriori dengan hal > ini....mereka malah sibuk mengurusi tender apa yang > bisa diambil dari sistem pendidikan ini yang sudah > dijalankan.
[kim] iya. Ardian betul. Pendidikan menjadi 'alat pengubah' jalan nasib seseorang. Pendidikan yang bikin sejumlah orang melesat hingga ring 1 bangsa ini. Pendidikan lah yang merombak nasib orang. Pendidikan lah daya ungkitnya. Sayangnya, kalau sekarang lihat pengangguran yang rata-rata lulusan sma, saya koq dipaksa mikir lagi. Ah, belum tentu juga. Pendidikan tidak serta merta mengubah nasib. Lihat saja, seakan-akan sistem pendidikan kita mesin pencipta pengangguran. Dalam konteks ini saya agak membenarkan juga perkataan Kiyosaki, "if you want to be rich don't go to school." Nah loo...????? > dengan anggaran yang sekarang hanya 9,1 persen dari > APBN ini, saya nilai tidak lah mencukupi untuk > meningkatkan pendidikan. semestinya yang harus > adalah > 20 persen dari dana APBN, tapi pemerintah hanya > menyanggupi 18,5 persen dan ini sesuai kemampuan > pemerintah, padahal menurut konstitusi itu sudah > melanggar konstitusi. [kim] Pak, saya tuh kayak setengah putus asa kalau ngarepin govt. Kecuali kalau saya jadi gubernur atau walikota atau apalah yang bisa nyetir kebijakan, mengubah mental masyarakat. > Jadi menurut saya kita benahi sektor pendidikan > negeri > ini tanpa mengkesampingkan sektor kesehatan dan > pembangunan daerah, perbaiki nasib guru, > sejahterakan > mereka...barulah kita bisa mulai berpikir maju, > karena > dengan pendidikan lah dapat memperbaiki sistem > manajemen diri tiap individu, sehingga menghasilkan > SDM dan tenaga-tenaga kerja yang mampu bersaing di > era > pasar bebas... [kim] yah...sekali lagi pendidikan > tolong di perbaiki dan ditambahkan...tidak menutup > diri untuk di kritik... > > Best Regards > Are-The-And (Ardian) > [kim] TOP BGT! > --- komar udin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > dear sahabat, > > Saya suka dengan diskusi soal-soal wacana seperti > > itu. > > Perkara ekslusif-inklusif, santri-abangan. Ada > lagi > > proletar. Islam egaliter. De el el de el el. > > Memang menggairahkan. Sungguh! [sampai di sini, > saya > > takjub dengan mas Dicky, Imbar, Qhidir, > Opik..thank > > you bro..kritikannya..ho oh gue juga ngaku..gue > > emosi..kesel aje liat orang yang mempermanen > > kebencian > > dalam sebuah puisi..nggak nyeni banget. gue ada > buku > > SABAR ATU buat loe pak..hub gue segera. buruan > > keburu > > abis] > > > > Tapi, sekarang saya koq entah mengapa > > > > gak suka bicara perkara semacam itu. Sekarang saya > > lebih suka berbicara dan berbuat soal-soal > > pragmatis. > > Pengangguran yang bejibun. Kemaksiyatan yang > ngampar > > di seantero negeri. Kekerasan di pelupuk mata > [smack > > down!] kepandiran massal [ini untuk menyimpulkan > > bahwa > > kudu ada korban dulu baru pada rebut] Anak putus > > sekolah. Soal orang-orang diseputar kita yang > butuh > > uluran tangan. Soal kesejahteraan dai. Yang harus > > hidup pas-pasan. Padahal waktunya 24 jam untuk > umat. > > > > Nah, saya tawarkan. Bagaimana kalo kita berdiskusi > > soal-soal pragmatis aje. Terus soal-soal internal > > umat > > itu dibicarakan di ruang2 private. Soalnya banyak > > juga > > lho yang non islam di milis ini. Kalo mau ngaji > hub. > > Gue. Kayaknya gak sopan deh kita berbincang soal > > identitas. Sekarang waktunya eksekusi > > bung umur udah tue neh. Gak doyan ama wacana > > lagi. > > > > Hayo kita mulai dari mana? > > > > Pengangguran? Khususnya di Bekasi. Apa kiat kita > > untuk > > menanggulangi pengangguran. Eh, berbahaya lho pak > > kalo > > dibiarin meningkat. Sementara kita pergi pagi > pulang > > petang. Tetangga gak bisa makan kita gak > > tahu .tetangga itu 40 rumah ke kiri, kanan, > > belakang dan depan. Sementara pemerintah > > daerah .? Gak tahu deh! > > > > > > Mohon maaf kalo gak berkenan > > > > Komarudin Ibnu Mikam, yang beli rumah dari menulis > > > > > > > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Do you Yahoo!? > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail > beta. > http://new.mail.yahoo.com > ____________________________________________________________________________________ Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/r-index -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
