ini bahasan menarik....!!!
Saya sependapat dg Ardian, solusinya "Pendidikan" Kalo Ka Komar melihat
pengangguran rata-2 sma, bukan lulusannya yg masalah tp pendidikannya (baca
sekolah) yg bermasalah!!!
kalo mau jujur, apasih yg bisa dikerjakan (baca keahlian) yg dimiliki dari
lulusan sma. jangankan lulus sma, kualitas sarjana (S1)pun masih diragukan
kemampuannya.
itu baru dari sisi kualitas pendidikan (baca sekolah) yg ada skr!!! belum lg
kita bahas hal biaya sekolah yg tidak masuk akal. terakhir pendidikan berubah
fungsi sebagai industri yg sangat mengiurkan, krn byk menghslkan uang...
btw terlepas dari itu semua, ada isu menarik perihal home school. saya secara
pribadi berencana mensekolahkan anak dg home school, masalah berikutnya adalah
hal ini akan efektif & berhasil bila ada komunitas.... sehingga dapat
mengembalikan fungsi "sekolah" yg sebenarnya sbg sarana pendidikan yang
mengenalkan anak didiknya tentang diri dan lingkungannya sehingga mampu
beradaptasi & bersaing di kehidupan yg akan dijalaninya.
Soo... ditunggu input lainnya.
Thx
Saprudin Ade M.(97, 3 IPA2)
"2 give & share"
komar udin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- Ardian Pettrucci <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kalo saya punya ide bagaimana kalo kita mulai dengan
> masalah pendidikan...karena pendidikan di Indonesia
> saat ini sudah seperti barang mewah yang
> diperebutkan.
> jadi yang tidak punya cukup biaya, dia harus gigit
> jari.faktor inilah yang menyebabkan kepandiran
> massal,
> dan pemerintah seakan-akan apriori dengan hal
> ini....mereka malah sibuk mengurusi tender apa yang
> bisa diambil dari sistem pendidikan ini yang sudah
> dijalankan.
[kim] iya. Ardian betul. Pendidikan menjadi 'alat
pengubah' jalan nasib seseorang. Pendidikan yang bikin
sejumlah orang melesat hingga ring 1 bangsa ini.
Pendidikan lah yang merombak nasib orang. Pendidikan
lah daya ungkitnya. Sayangnya, kalau sekarang lihat
pengangguran yang rata-rata lulusan sma, saya koq
dipaksa mikir lagi. Ah, belum tentu juga. Pendidikan
tidak serta merta mengubah nasib. Lihat saja,
seakan-akan sistem pendidikan kita mesin pencipta
pengangguran. Dalam konteks ini saya agak membenarkan
juga perkataan Kiyosaki, "if you want to be rich don't
go to school." Nah loo...?????
> dengan anggaran yang sekarang hanya 9,1 persen dari
> APBN ini, saya nilai tidak lah mencukupi untuk
> meningkatkan pendidikan. semestinya yang harus
> adalah
> 20 persen dari dana APBN, tapi pemerintah hanya
> menyanggupi 18,5 persen dan ini sesuai kemampuan
> pemerintah, padahal menurut konstitusi itu sudah
> melanggar konstitusi.
[kim] Pak, saya tuh kayak setengah putus asa kalau
ngarepin govt. Kecuali kalau saya jadi gubernur atau
walikota atau apalah yang bisa nyetir kebijakan,
mengubah mental masyarakat.
> Jadi menurut saya kita benahi sektor pendidikan
> negeri
> ini tanpa mengkesampingkan sektor kesehatan dan
> pembangunan daerah, perbaiki nasib guru,
> sejahterakan
> mereka...barulah kita bisa mulai berpikir maju,
> karena
> dengan pendidikan lah dapat memperbaiki sistem
> manajemen diri tiap individu, sehingga menghasilkan
> SDM dan tenaga-tenaga kerja yang mampu bersaing di
> era
> pasar bebas...
[kim] yah...sekali lagi pendidikan
> tolong di perbaiki dan ditambahkan...tidak menutup
> diri untuk di kritik...
>
> Best Regards
> Are-The-And (Ardian)
>
[kim] TOP BGT!
> --- komar udin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> > dear sahabat,
> > Saya suka dengan diskusi soal-soal wacana seperti
> > itu.
> > Perkara ekslusif-inklusif, santri-abangan. Ada
> lagi
> > proletar. Islam egaliter. De el el de el el.
> > Memang menggairahkan. Sungguh! [sampai di sini,
> saya
> > takjub dengan mas Dicky, Imbar, Qhidir,
> Opik..thank
> > you bro..kritikannya..ho oh gue juga ngaku..gue
> > emosi..kesel aje liat orang yang mempermanen
> > kebencian
> > dalam sebuah puisi..nggak nyeni banget. gue ada
> buku
> > SABAR ATU buat loe pak..hub gue segera. buruan
> > keburu
> > abis]
> >
> > Tapi, sekarang saya koq entah mengapa
> >
> > gak suka bicara perkara semacam itu. Sekarang saya
> > lebih suka berbicara dan berbuat soal-soal
> > pragmatis.
> > Pengangguran yang bejibun. Kemaksiyatan yang
> ngampar
> > di seantero negeri. Kekerasan di pelupuk mata
> [smack
> > down!] kepandiran massal [ini untuk menyimpulkan
> > bahwa
> > kudu ada korban dulu baru pada rebut] Anak putus
> > sekolah. Soal orang-orang diseputar kita yang
> butuh
> > uluran tangan. Soal kesejahteraan dai. Yang harus
> > hidup pas-pasan. Padahal waktunya 24 jam untuk
> umat.
> >
> > Nah, saya tawarkan. Bagaimana kalo kita berdiskusi
> > soal-soal pragmatis aje. Terus soal-soal internal
> > umat
> > itu dibicarakan di ruang2 private. Soalnya banyak
> > juga
> > lho yang non islam di milis ini. Kalo mau ngaji
> hub.
> > Gue. Kayaknya gak sopan deh kita berbincang soal
> > identitas. Sekarang waktunya eksekusi
> > bung
umur udah tue neh. Gak doyan ama wacana
> > lagi.
> >
> > Hayo kita mulai dari mana?
> >
> > Pengangguran? Khususnya di Bekasi. Apa kiat kita
> > untuk
> > menanggulangi pengangguran. Eh, berbahaya lho pak
> > kalo
> > dibiarin meningkat. Sementara kita pergi pagi
> pulang
> > petang. Tetangga gak bisa makan kita gak
> > tahu
.tetangga itu 40 rumah ke kiri, kanan,
> > belakang dan depan. Sementara pemerintah
> > daerah
.? Gak tahu deh!
> >
> >
> > Mohon maaf kalo gak berkenan
> >
> > Komarudin Ibnu Mikam, yang beli rumah dari menulis
> >
> >
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> > protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
>
>
>
>
>
__________________________________________________________
> Do you Yahoo!?
> Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail
> beta.
> http://new.mail.yahoo.com
>
__________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.