Wah, sayang bgt klo di stop topiknya, padahal aq dapet banyak pengetahuan baru loch dari temen2 di milis ini...
Ardian Pettrucci <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Maaf bukan ingin menggelindingkan bola panas lagi nih...saya sepakat dengan Imbar, tapi kalo wacana ini ditarik dari perspektif Al-Quran dan Hadist maka berhentilah diskusi ini, tafsir-tafsir dalam Al-quran pun banyak juga yang masih multitafsir... setuju. emang ia, tafsir sendiri banyak yg multitafsir menurut saya, biarkan lah topik ini menjadi luas,karena selama ini banyak orang berpandangan membicarakan agama adalah hal yang tidak perlu, dan agama seharusnya diamalkan. yg ini juga setuju lagi. biarin aja topik meluas, emangnya knp gt membicarakan agama di forum publik? knp jg harus dianggap tabu membicarakan agama? bukankah negara kita bukan negara SEKULER ? lagipula biarpun banyak pro dan kontra, toh pada akhirnya kita semua jadi nambah pengetahuan khan.... nggak ada pendapat yang salah. semuanya bener dan sah-sah aja. Karena kebenaran itu toh nggak mutlak. Menurut saya semua pendapat yang ada, baik itu pro-dan kontra, adalah benar. Benar dari sisi si pembuat komentar. kalaupun kita tidak setuju atau merasa pendapat yg lain itu salah, itu juga wajar karena kebenaran yg kita lihat, adalah dari sisi kita. jadi intinya, nggak ada yg salah. semua bener, dari sisi pandangnya masing2. Nggak rugi juga kan, melihat kebenaran dari berbagai sisi. dengan menampung berbagai macam sisi kebenaran di milis ini, toh nggak akan rugi. justru nambah wawasan.. Kan kita satu keluarga (virtual family-red) (kebenaran itu musti disampaikan, meskipun hanya 1 ayat ) Dan pengetahuan agama, sebagaimana ilmu lainya haruslah berkembang dan mengalami evolusi agar tidak mengalami stagnasi dan beku. kembali ke topik masalah, kenapa ada pengkotak-kotakan di dalam tubuh umat Islam yang kali ini saya melihatnya dari sub yang lebih kecil ,yaitu Indonesia dan baru meluas ke dunia... sebenarnya untuk secara umum kita memandang nya haruslah memusatkan kepada aspek-aspek kultural dan politik kepemimpinan mereka...terutama kultural tiap daerah yang berbeda... para wali songo menyebarkan Islam di Indonesia juga disesuaikan dengan kebudayaan setempat. biar lebih mudah diterima githu.... karna itulah terjadi asimilasi agama-budaya terlepas dari adanya Islam Abangan dan Santri merek Geertz (walaupun pada akhirnya kurang tepat dalam pengelompokan di tubuh umat muslim Jawa), serta Islam Borjuis dan Proletar milik Nu Khalik Ridwan...juga ada dikotomi kelompok tradisionalis dan modernis yang diwakili oleh NU dan Muhammadiyah. pada kelompok tradisional mereka merujuk kepada Al-Quran,hadist, ijma' ulama, dan qiyas serta pengikut salah satu Mazhab. sedangkan kelompok modern mendasarkan amalan keislamannya kepada Al-Quran dan Hadist serta penalaran, dalam menetapkan hukum satu masalah biasanya kelompok modernis tidak merujuk pada karya-karya ulama salaf dan khalaf untuk menjustifikasi keputusan hukum... karakteristik dari dua kelompok ini berbeda karena memang dari dua sisi sosiologis yang beda... sebenarnya saya sendiri tidak terlalu paham dengan permasalahan ini, saya hanya mencoba menuangkan pikiran saya biar ga "butek" di ubun-ubun...maaf kalo meluas masalahnya... Rock On aja deh... Are-The-And (Ardian99,pelajar dunia) baru belajar nulis...hehehe --- imbar budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Maaf, karena saya juga masih belajar dan mencari > ilmu, jadi saya keluar dari diskusi ini dan berlepas > diri dari apa yang diperbincangkan dalam diskusi > ini. Bagi saya agama Islam itu sudah jelas > sebagaimana dalam Al-Quran dan Hadist yang shahih, > tidak perlu diperdebatkan lagi. > > Maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan. Terakhir > saya kutipkan Quran Surat Ali Imron : 7. > > 7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) > kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang > muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan > yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun > orang-orang yang dalam hatinya condong kepada > kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian > ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk > menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, > padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya > melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam > ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang > mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." > Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) > melainkan orang-orang yang berakal. > > > [183]. Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang > terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan > mudah. > > [184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat > mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa > pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang > dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; > atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang > mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan > yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai > hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain. __________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com --------------------------------- Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
