Noon Coffee Break
Seorang teman suatu hari menceritakan pada saya tentang hasil psikotes
yang diikutinya beberapa waktu yang lalu. Kata sang psikolog, teman saya ini
tipe pekerja keras, tapi tidak punya tujuan hidup yang jelas. Hahaha, saya
tertawa
, nggak ada maksud apa-apa sih, Cuma tawa yang spontan membayangkan
betapa menyedihkannya dia dalam keadaan yang seperti itu. Memang sih, saya
akui dia ini pekerja keras sejati dan tak peduli berapa rewards yang dia
peroleh. kalo aku sih kayaknya bukan tipe pekerja keras
. Tapi aku tau jelas
tujuan hidupku
.mendingan gue dong..kata saya.
Nggak tau sih mendingan yang mana, karena kadang nggak suka juga kalo saya
tiba-tiba males, ogah-ogahan dan cepet ngerasa puas. Coba kalo saya bisa kerja
sedikit lebih keras, siapa tau hasilnya lebih besar. Tapi yah, namanya bawaan
males, nggak bisa dipaksain kan? Jadi inget sama AQ, Adversity Quotient (temuan
Paul G. Stoltz), kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam mengatasi kesulitan
dan sanggup bertahan hidup. Ada yang tergolong tipe quitters, campers, dan
climbers.
Kayaknya saya masuk ke tipe serba tanggung atau campers. Ciri-cirinya:
semangat juang tidak tinggi, cepat merasa puas dan cepat berhenti. The camper
diibaratkan sebagai orang yang berhenti di lereng gunung dan mendirikan kemah
tanpa ada keinginan lagi untuk mencapai puncaknya. Beda dengan tipe climbers.
Climbers memiliki ciri-ciri: tidak gampang menyerah, selalu bangkit saat jatuh,
memiliki misi dan visi hidup yang jelas, pekerja keras
pokoknya orang yang
sangat-sangat optimis sebesar apapun halangan yang dihadapinya. Jadi dia ini
tipe orang yang selalu mendaki sampe ke puncak.
Contoh orang tipe ini adalah Thomas Alva Edison. Katanya ia melalui 10.000
(sepuluh ribu!) kali kegagalan sebelum akhirnya menemukan bola lampu pijar.
Atau, Ari Ginanjar (dalam buku ESQ-nya) mencontohkan Ibunda Hajar sebagai tipe
the climbers ini karena, ingat cerita saat beliau lari-lari kecil naik turun
bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali mencari air untuk Ismail kecil yang
menangis kehausan? (waduh, kalo gue sih baru dua kali aja udah males dan nyerah
kali :( ) Sementara manusia penyerah atau Quitters: tidak tahan banting,
cenderung lari dari kesulitan, gampang putus asa dan menyerah. Jadi dalam acara
pendakian gunung, tipe quitters ini diibaratkan pendaki yang belum apa-apa
(belom sampe naik gunung beneran) udah pesimis :)
So
kalian masuk ke tipe yang mana guys?
(Kayaknya klasifikasi di atas terlalu sempit ya, karena siapa tahu ada yang
punya tipe campuran dari ketiganya
.atau bisa jadi kadang-kadang campers,
kadang-kadang climbers, dan kadang-kadang quitters, tergantung mood hehehe
;))
---------------------------------
Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.