Komentarin ah, Gampang sih , tinggal tujuan hidup kita ini mau apa? Jangan salahkan takdir! Takdir adalah: Hukum sebab akibat yang menjadi ketetapan Allah di dalam memberi rahmat nya dari bumi dan langit kepada manusia. Kalau saya kebetulan bertemu anda di jalan dan saya bertanya kepada anda, „mau kemana?“, kemudian anda menjawab „Ga tau nih mau kemana!“, mungkin saya menganggap anda sudah kurang waras coz anda sedang berjalan tapi tdk tahu tujuannnya kemana. ”Tanya kenapa?.......Kesimpulannya, kita harus punya tujuan hidup. Jika kita ingin kaya, cari sebabnya kaya. Jika kita ingin makmur, cari sebabnya, dan jika kita ingin bahagia……itu terlalu abstrak, coz substansi kata bahagia itu sendiri sangatlah luas….jadi mulailah dari yang terkecil yang menyebabkan kita bahagia………Salam suksess!!
_____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Lusiana M. Hevita Sent: Thursday, January 18, 2007 1:52 PM To: [EMAIL PROTECTED]; Jip 92; [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break Noon Coffee Break Seorang teman suatu hari menceritakan pada saya tentang hasil psikotes yang diikutinya beberapa waktu yang lalu. Kata sang psikolog, teman saya ini tipe pekerja keras, tapi tidak punya tujuan hidup yang jelas. Hahaha, saya tertawa…, nggak ada maksud apa-apa sih, Cuma tawa yang spontan membayangkan betapa ‘menyedihkannya’ dia dalam keadaan yang seperti itu. Memang sih, saya akui dia ini pekerja keras sejati dan tak peduli berapa rewards yang dia peroleh. “kalo aku sih kayaknya bukan tipe pekerja keras…. Tapi aku tau jelas tujuan hidupku….mendingan gue dong..”kata saya. Nggak tau sih mendingan yang mana, karena kadang nggak suka juga kalo saya tiba-tiba males, ogah-ogahan dan cepet ngerasa puas. Coba kalo saya bisa kerja sedikit lebih keras, siapa tau hasilnya lebih besar. Tapi yah, namanya bawaan males, nggak bisa dipaksain kan? Jadi inget sama AQ, Adversity Quotient (temuan Paul G. Stoltz), kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam mengatasi kesulitan dan sanggup bertahan hidup. Ada yang tergolong tipe quitters, campers, dan climbers. Kayaknya saya masuk ke tipe serba tanggung atau campers. Ciri-cirinya: semangat juang tidak tinggi, cepat merasa puas dan cepat berhenti. The camper diibaratkan sebagai orang yang berhenti di lereng gunung dan mendirikan kemah tanpa ada keinginan lagi untuk mencapai puncaknya. Beda dengan tipe climbers. Climbers memiliki ciri-ciri: tidak gampang menyerah, selalu bangkit saat jatuh, memiliki misi dan visi hidup yang jelas, pekerja keras…pokoknya orang yang sangat-sangat optimis sebesar apapun halangan yang dihadapinya. Jadi dia ini tipe orang yang selalu mendaki sampe ke puncak. Contoh orang tipe ini adalah Thomas Alva Edison. Katanya ia melalui 10.000 (sepuluh ribu!) kali kegagalan sebelum akhirnya menemukan bola lampu pijar. Atau, Ari Ginanjar (dalam buku ESQ-nya) mencontohkan Ibunda Hajar sebagai tipe the climbers ini karena, ingat cerita saat beliau lari-lari kecil naik turun bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali mencari air untuk Ismail kecil yang menangis kehausan? (waduh, kalo gue sih baru dua kali aja udah males dan nyerah kali :( ) Sementara manusia penyerah atau Quitters: tidak tahan banting, cenderung lari dari kesulitan, gampang putus asa dan menyerah. Jadi dalam acara pendakian gunung, tipe quitters ini diibaratkan pendaki yang belum apa-apa (belom sampe naik gunung beneran) udah pesimis :) So… kalian masuk ke tipe yang mana guys? (Kayaknya klasifikasi di atas terlalu sempit ya, karena siapa tahu ada yang punya tipe campuran dari ketiganya….atau bisa jadi kadang-kadang campers, kadang-kadang climbers, dan kadang-kadang quitters, tergantung mood hehehe…;)) _____ HYPERLINK "http://us.rd.yahoo.com/evt=49678/*http:/smallbusiness.yahoo.com/domains/?p= BESTDEAL"Get your own web address. Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.410 / Virus Database: 268.16.13/634 - Release Date: 1/17/2007
