that's what I call hikmah ibu vivi tapi, apakah ketika rumah terendam sampai tinggal atapnya saja punya nilai nikmat??? gue rasa jawabnya tidak gue agak kurang setuju dengan tema yg dimunculkan "banjir itu nikmat" menurut gue, akan lebih baik jika disebut "hikmah dibalik banjir", dan menurut gue itu sudah manandakan bahwa kita berpikir positif untuk bisa melihat lebih jauh dari hanya sekedar bencananya saja, dan mempersempit kemungkinan orang lain untuk berpikir negatif tentang tema bahasan itu "banjir itu nikmat" adalah sebuah pernyataan hal ini bisa membuat orang berpikir negatif, apalagi jika ybs tidak mengalami musibah itu
ini hanya pendapat pribadi, tidak ada tendensi apa pun dibalik pendapat ini no offense and no hurt felling pa kabar vi? tinggal dimana skr? anak dah dua yah? yg kedua ce or co? rgd OpiK 3A23-93 On 2/7/07, vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bapak Taufik Hidayat dan Bapak ahmad fauzi,.. tema berpikir positif itu bagus..paling tidak untuk menenangkan diri. Melihat langsung korban banjir besar kemarin (rumah keluarga gw ada yang tinggal atapnya loh...) yang terpikir pertama kali di benak gw cuma satu..ternyata hasil kerja kita - manusia di muka bumi yang telah dihamparkan Alloh untuk kita jaga ternyata malah membawa hasil yang berakibat buruk buat kita sendiri...dengan kata lain,..kita dah gagal "menjaga" alam yang sedianya diciptakan untuk mendukung kehidupan kita...aneh ya kalo kita nggak kepikiran buat introspeksi diri? Musibah ini bukan akibat kesalahan satu atau beberapa pihak aja...kepikir nggak kalo kita dah memberi kontribusi pada kerusakan yang menjadi penyebab ini semua...liat2 deh...berapa meter persegi halaman rumah tersisa untuk resapan????....mulai dari yang kecil2 aja kali ya....bisa nggak kita merubah prilaku biar di kemudian hari masih ada kesempatan alam berbaikan lagi dengan manusia????
