ini hanya permasalahan judul saja...mungkin rekan
qidhir berniat menyampaikan sesuatu hal bahwa dibalik
banjir itu ada hal positif yang bisa kita gali lagi...

permasalahan judul ini mungkin biar lebih eye catching
saja,sehingga dibuat lah judul banjir itu
nikmat...awalnya saya pun sempat senyum kecut dengan
judul postingan ini,seperti bombastis...setelah saya
lihat contentnya hanyalah pancingan atau umpan
saja...maaf bung Qidhir...tapi memang judul wacana
anda agak kurang tepat saja,tapi mungkin maksud anda
baik

--- QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya pikir hikmah itu sifatnya individualistik
> artinya tidak semua orang bisa merasakannya dan
> kalaupun bisa, tidak sama rasanya tiap orang.
> misalnya orang yang banjirnya cuma semata kaki
> mungkin tidak mendapatkan hikmah apapun dibandingkan
> orang yang kena sedengkul atau bahkan sampai
> terendam rumahnya atau mungkin saja dia
> mendapatkannya tapi berbeda jenisnya dan besarnya.
>    
>   Tanpa mengurangi rasa simpati dan empati yang
> mendalam pada korban banjir, wacana yang terjadi
> sekarang ini selalu dikedepankan banjir sebagai
> suatu musibah dan anehnya tidak ada yang berubah,
> daerah yang kena banjir mudah ditebak atau
> diperkirakan misalnya kalau ketinggian air di
> tanggul depok diatas normal jakarta pasti banjir dan
> daerahnya ya itu-itu juga tapi mereka gak mau pindah
> atau berbuat sesuatu yang significant.
>    
>   Kita perlu merubah wacana atau diskursus yang
> lebih positif, mencoba menerima realitas, dan
> berusaha membangun nilai (creating value) yang
> positif. Wacana "banjir itu nikmat" akan terasa
> biasa saja kalau gak ada banjir tapi karena ada
> banjir dengan jangkauannya yang luas, melontarkan
> wacana dengan tema "hikmah dibalik banjir" terasa
> masih kurang cukup, individualistik dan belum
> menyentuh persoalan sesungguhnya.
>    
>   Pernyataan "Banjir itu musibah" adalah negatif dan
> "banjir itu nikmat" adalah positif. Masalahnya
> budaya kita yang berabad-abad lamanya tertanam dalam
> pola pikir kita menyatakan bahwa banjir itu musibah
> sebagai suatu kepercayaan mutlak. Sehingga ketika
> ada pernyataan yang berlawanan dengan mainstream
> kepercayaan budaya kita tsb maka dianggap negatif.
> itulah yang sesungguhnya terjadi. 
>    
>   Kepercayaan, persepsi bahkan budaya bukan suatu
> kebenaran dia hanya baru sebatas realitas, bukti
> atau fakta. We need to explore more and deeper.
>    
>   
> 
> OpiK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           that's what I call hikmah ibu vivi
> tapi, apakah ketika rumah terendam sampai tinggal
> atapnya saja punya nilai nikmat???
> gue rasa jawabnya tidak
> gue agak kurang setuju dengan tema yg dimunculkan
> "banjir itu nikmat"
> menurut gue, akan lebih baik jika disebut "hikmah
> dibalik banjir", dan menurut gue itu sudah
> manandakan bahwa kita berpikir positif untuk bisa
> melihat lebih jauh dari hanya sekedar bencananya
> saja, dan mempersempit kemungkinan orang lain untuk
> berpikir negatif tentang tema bahasan itu
> "banjir itu nikmat" adalah sebuah pernyataan
> hal ini bisa membuat orang berpikir negatif, apalagi
> jika ybs tidak mengalami musibah itu
> 
> ini hanya pendapat pribadi, tidak ada tendensi apa
> pun dibalik pendapat ini
> no offense and no hurt felling
> 
> pa kabar vi?
> tinggal dimana skr? anak dah dua yah? yg kedua ce or
> co?
> 
> rgd
> OpiK
> 3A23-93
> 
>   On 2/7/07, vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>            Bapak Taufik Hidayat dan Bapak ahmad
> fauzi,..
> tema berpikir positif itu bagus..paling tidak untuk
> menenangkan diri. Melihat langsung korban banjir
> besar
> kemarin (rumah keluarga gw ada yang tinggal atapnya
> loh...) yang terpikir pertama kali di benak gw cuma
> satu..ternyata hasil kerja kita - manusia di muka
> bumi
> yang telah dihamparkan Alloh untuk kita jaga
> ternyata
> malah membawa hasil yang berakibat buruk buat kita
> sendiri...dengan kata lain,..kita dah gagal
> "menjaga"
> alam yang sedianya diciptakan untuk mendukung
> kehidupan kita...aneh ya kalo kita nggak kepikiran
> buat introspeksi diri? Musibah ini bukan akibat
> kesalahan satu atau beberapa pihak aja...kepikir
> nggak
> kalo kita dah memberi kontribusi pada kerusakan yang
> menjadi penyebab ini semua...liat2 deh...berapa
> meter
> persegi halaman rumah tersisa untuk
> resapan????....mulai dari yang kecil2 aja kali
> ya....bisa nggak kita merubah prilaku biar di
> kemudian hari masih ada kesempatan alam berbaikan
> lagi
> dengan manusia????
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   
> 
>          
> 
>  
> ---------------------------------
> Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail
beta.



 
____________________________________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate 
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367


--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke