Kang Opik, saya mengerti banjir itu bikin SUSAH (ini fakta) tapi kalau
perspektif kita berhenti disitu. Ibarat duren, seperti yang saya lontarkan
sebelumnya, bagi orang yang belum pernah membuka dan mencicipinya,kesimpulannya
makan duren itu SUSAH bagi yang baru pertama kali. Tapi fakta lainnya, bagi
yang sudah pernah, makan duren itu nikmat kecuali kulitnya.
Kebanjiran air ? Alhamdulillah gak tapi Alhamdulillah kalau banjir lain
pernah beberapa kali seperti banjir rezeki, meskipun orang lain mungkin melihat
itu bukan banjir cuma kecipratan tapi bagi saya itu banjir :D
oh ya, saya baru ingat Kebanjiran lain. Seperti salju misalnya, saya pernah
beberapa kali terjebak dalam badai salju sehingga mengakibatkan banjir salju
yang menutupi mobil, jalan mati, gak kerja, sampai beberapa hari dan yang
paling parah setinggi 3-5 meter yang merupakan badai salju terburuk dalam
sejarah 3 dekade terakhir di Amerika dan waktu itu semua jalan-jalan mati dan
alat transportasi tidak berfungsi selama 3 hari di kawasan east coast. I was
there and stuck for three days. Dan saya lihat orang-orang disana melihat
realitas badai salju sebagai realitas kehidupan mereka yang tidak terpisahkan
dari fenomena alam, bukannya menolak realitas. Cara pandang demikian, mereka
melihat hujan salju bahkan badai salju sekalipun tetap positif misalnya mereka
malah bermain ski dan untuk yang dikota-kota besar ...gunungan salju mereka
bisa bersihkan dalam 24 jam.
Kalau saudara atau sanak saudara bahkan teman2 banyak sekali yang kena
bahkan rumah ortu jadi dapur umum untuk sementara.
Kalau share kenikmatan ....well...sebenarnya banyak sekali ..tapi sekali lagi
tergantung perspektif masing-masing orang melihatnya...diantaranya...
Saya lihat senyum senasib sependeritaan yang jarang saya lihat sebab
kesibukan mereka diantara korban-korban....baik korban banjir setinggi
pinggang atau mendekati leher... kalau mereferensi tulisannya Francis fukuyama
...ini awal terbentuknya social capital.... yang saya lihat perlahan terkikis
hilang pasca kemerdekaan tahun 1945, besar kecilnya social capital inilah yang
menentukan suatu peradaban akan maju atau mundur. Dalam budaya China..banjir
itu tanda rezeki .. .semakin besar banjir tandanya berarti bisnis akan besar
..entah benar atau salah ..tapi menarik kenapa mereka punya anggapan demikian
apakah berdasarkan bukti siklus emperis atau yang lain...
Tapi yang jelas, Dalam Alqur'an.. hujan adalah nikmat Allah kepada
manusia...sebab hujan ..tumbuhlah berbagai macam tanaman dan tumbuh2
lainnya...dan ingat GDP kita hampir 80 % dari natural resources termasuk
pertanian dan perkebunan..atau perdagangan dari komoditi
lantas, apakah banjir itu nikmat? yang jelas melalui banjir itu terlihat
seberapa besar nikmat yang diberikan oleh Allah tapi kita mengabaikannya.
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pertanyaan sederhana, om Qidhir kebanjiran gak? atau ada
sanak-saudaranya yg kemanjiran gak?
kalo om Qidhir atau ada sanak-saudaranya yg (maaf) kebanjiran, bisa share
"kenikmataannya", tapi kalo gak, rasanya gak perlu untuk mengumbar tema ini,
karena begitu banyak orang yg menderita akibat bencana ini
logikanya, yg namanya bencana pasti gak nikmat.. ini gak ada kaitan sama
berpikir positif atau negatif
tapi memang, kita harus mengambil hikmah dari bencana yg terjadi
rgd
OpiK
3A23-93
On 2/7/07, QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kita perlu lebih banyak lagi orang Indonesia seperti contoh-contoh warga
pondok karya ini...kita mesti mencoba melihat realitas seburuk apapun dengan
selalu perspektif positif... meskipun kadang-kadang sulit untuk
menemukannya...tapi setidaknya mesti mencoba...right ?
ada contoh lainnya mungkin ? ...
Dicky Kurniawan <marcial_riquelme@ yahoo.com> wrote:
Sapa bilang sulit melihat hal yang positif???
Seorang warga di Pondok Karya, Kawasan Mampang mensyukuri nikmat banjir dan
melihat dari sudut berbeda.
Dia bilang " Yaah, daripada dikasih tsunami, kalo cuman banjir gini aja si ga
apa-apa..."
Dan semakin positif ketika Posko-Posko dari berbagai bendera berdiri di
kawasan banjir. membawa kepentingan masing-masing. Juga semakin positif kalo
ternyata Indonesia dan Jakarta tentunya adalah langganan musibah!
It's only a transition...
Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
omongkosongku.blogspot.com
----- Original Message ----
From: QiDHiR Abdul Salam <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, February 5, 2007 11:01:57 PM
Subject: RE: [sma1bks] Banjir itu nikmat
itulah tipikal orang Indonesia kebanyakan.. sulit
untuk mencoba melihat sesuatu yg positif....
--- "Ismail, Achmad"
< Achmad.Ismail@ id.standardchart ered.com> wrote:
> Dikasih.. kering n panas... manusia protes... n
> complaint ke YME...
> kenapa sih kekeringan dimana 2...????
>
> Dikasih... hujan n dingin.. manusia tetep aja
> protes... n complaint ke
> Yang Diatas... kenapa sih.. air dimana2..??? ?
>
> n..
>
> beruntunglah kalian orang Indonesia... bila musim
> kemarau or kering
> tiba.... Tinggal bergumam dalam hati..
>
> "nanti juga hujan... ".. sabar..:P
>
> N begitu pula ,, jika musim penghujan tiba... "
> nanti juga kering... "..
> :P
>
>
>
> Orang Indonesia itu bisanya Cuma Protes n Nyalahin
> tanpa pernah
> b'pikir... ( masih mending kalo b'terima Kasih )
>
> Latar belakang, alur n tujuan dari apa yg telah Di
> berikan Oleh-Nya.. (
> 4JJ I )
>
>
>
> Thanx
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
>
> From: [EMAIL PROTECTED] .com
> [mailto: [EMAIL PROTECTED] .com] On Behalf
> Of rahma lestari
> Sent: Monday, February 05, 2007 7:52 PM
> To: [EMAIL PROTECTED] .com
> Subject: Re: [sma1bks] Banjir itu nikmat
>
>
>
> u're a really wierd guy...
>
> QiDHiR Abdul Salam < [EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
> Kalau banjir itu bikin susah jelas tapi siapa
> bilang
> banjir itu bukan nikmat ?
>
> Kayak orang mau makan duren ...pertama-tama emang
> susah ngebukanya ..kalau bukan penjual
> durennya...tapi
> setelah dibuka ternyata nikmat....
>
> gimana kalau banjir ? ..ada yang ngasih komentar
> atau
> saran ?
>
>
>
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> No need to miss a message. Get email on-the-go
> with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
> http://mobile. yahoo.com/ mail
> <http://mobile. yahoo.com/ mail>
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
>
> Have a burning question? Go to Yahoo! Answers
>
< http://answers. yahoo.com/ ;_ylc=X3oDMTFvbG NhMGE3BF9TAzM5Nj U0NTEwOARfcwMz
>
OTY1NDUxMDMEc2VjA21 haWxfdGFnbGluZQR zbGsDbWFpbF90YWc x>
> and get answers
> from real people who know.
>
>
>
> This email is confidential. If you are not the
> addressee tell the sender immediately and destroy
> this email without using, sending or storing it.
> Emails are not secure and may suffer errors,
> viruses, delay, interception and amendment. Standard
> Chartered PLC and subsidiaries ("SCGroup") do not
> accept liability for damage caused by this email and
> may monitor email traffic.
>
>
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo. com/
---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.