G. Dwipayana yang jadi penulis si unyil juga kan? Atau pengarah acara
ya?

 

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Lusiana M. Hevita
Sent: Monday, January 28, 2008 11:54 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; Jip 92; [EMAIL PROTECTED];
[email protected]
Subject: [smansabks] Noon Coffee Break

 

..........."Belajarlah yang rajin dan sungguh-sungguh, agar kelak
menjadi anak 
yang berguna bagi bangsa dan negara" begitu pesan Pak Presiden.... (G. 
Dwipayana)

Surat berkop kesekretariatan negara, dengan logo burung garuda 
berwarna kuning emas itu sekarang entah ada di mana. Surat itu saya 
terima pertengahan era 80an, saat saya masih duduk di sekolah dasar. 
Merupakan surat balasan, dari surat yang pernah saya kirim ke Pak
Presiden 
hampir setahun sebelumnya. Saking lamanya, saya sampai lupa dan 
surprise begitu memperoleh balasannya.

Pak Pos sepertinya heran sekaligus penasaran begitu tahu penerima 
Surat resmi Tercatat berlogo burung garuda dari kesekretariatan negara
itu seorang anak kecil. Orang rumah juga surprise karena sebelumnya 
saya tidak pernah bilang telah mengirim surat ke Bapak Pembangunan 
itu. Lama kami memandangi foto berwarna Pak Harto dan Bu Tien 
berukuran folio/kwarto (yang sekarang entah terselip di mana) yang 
dikirim bersama dengan surat balasannya (tentunya lengkap dengan 
senyuman Sang Jenderal).

Ada suatu masa saya kagum dengan sosoknya, dan 
menghapal hampir semua sepak terjangnya (soalnya sering jadi bahan 
pelajaran IPS tuh). Saya suka dengan sepak terjangnya. Keliatannya 
keren. Sementara teman-teman cowok lebih senang berdiskusi soal NATO, 
Soviet dan berbagai perang di masa itu. Saya suka dengan KTT Non Blok,
pasukan Garuda dan ASEAN (hehe, cewek banget :). Sebagai anak daerah 
(dan dari Yogya pula), kami begitu menyanjung keheroikan Pak Harto 
saat beraksi di Serangan Fajar, merebut Yogyakarta. Pokoknya, Pak 
Harto adalah Pahlawan (selain Sri Sultan tentunya).

Ketika masa reformasi dulu, itu kali terakhir saya mengingat 
keheroikan dan kekaguman masa kecil saya dengan Pak Harto. Saya bilang
ke temen-temen di kampus, "eh tau nggak, gue dulu saking kagumnya 
sampe pernah ngirim surat 'cinta' lho....." Tapi meski itu semua sudah 
berlalu, saya seolah memiliki kenangan manis dengannya (karena Ia 
membalas surat saya, walau lewat 'sekretaris'nya :). Meski pada saat 
itu mahasiswa marah dan memintanya turun. Meski kemudian Pak Harto 
seperti berubah menjadi musuh yang begitu ingin dikalahkan. Meski 
seribu satu pro dan kontra sejarah Indonesia....

Kalau saya memejamkan mata, dan mengingat kembali masa SD dulu, 
senyuman Pak Harto dan rasa kagum itu bisa saya rasakan. Demikian juga
ketika di televisi diputar kembali tayangan saat Pak Harto masih 
menjadi presiden. Dan tiba-tiba saja saya ingin mencari selembar surat
berkop sekretariatan negara, berlogo burung garuda berwarna emas yang 
entah sekarang terselip di mana. Saya sudah melupakannya selama 
belasan tahun. Tapi saya masih mengingat sebait kutipan di atas dan 
tanda tangan panjang atas nama Presiden Suharto: G. Dwipayana.

Selamat Jalan Pak Harto!

---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke