Bertemu pasangan hidup (jodoh) adalah karunia..kalau
ada yang bilang..menikah menyempurnakan agama ...betul
banget lah..wong dengan menikah ladang amal kita jadi
meluas kemana2..bukan lagi diri sendiri yang harus
dijaga dan dikembangkan lebih baik..tapi ada
suami/istri,..anak2,..keluarga besar di kiri dan kanan
yang juga harus 'disempurnakan' hidupnya..

Tapi bagi yang belum bertemu 'jodoh'nya..bukan berarti
'tidak sempurna' ..saya setuju dengan mbak Vit,..Alloh
selalu punya rencana dibalik segala
sesuatu..so..mungkin yang perlu disempurnakan semata2
diri sendiri dahulu..atau kalau saja si pribadi sudah
mendekati sempurna..maka jodoh yang sepadan memang
layak ditunggu lebih lama...

So,..sabar2 aja ya kan Mbak?..Alloh lah yang Maha tahu
apa yang terbaik bagi setiap diri manusia... 
--- "Lusiana M. Hevita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> “Menikah bukan hanya mencari orang yang tepat ,
> tetapi
> juga berusaha menjadi orang yang tepat..” (Before
> Wedding, Munira Lekovich Ezzeldine, 2003)
> 
> “Cari yang kayak gimana sih?”
> “Pilih-pilih, kali…”
> Sering sekali orang menanyakan itu begitu tahu kita
> belum juga ‘mau’ menikah. 
> Sebel? Bosen? Atau jadi pengen marah? Ya enggak lah.
> Orang nanyanya baik-baik kok. Saya sih malah seneng
> kalau ditanya begitu, justru heran kalau ada orang
> yang nggak nanya-nanya hehehe…bener lho.
> 
> Menikah adalah agenda dalam hidup saya. Berusaha
> menemukan pasangan, apalagi :) Saya dan teman-teman
> seusia yang masih jomblo sepakat, bahwa kami bukan
> sedang menunggu jodoh. Menunggu itu kesannya pasif,
> dan kayak nggak ada kerjaan aja. Yang kami lakukan
> adalah dengan berjalan…kalau perlu berlari hehehe..
> bukan lari ngejar jodoh, emangnya jodoh semacam
> sesuatu yang perlu dikejar-kejar. 
> “Buat apa sih mengejar sesuatu yang jelas-jelas ia
> diciptakan buat kita…” deuuuuu.
> 
> Kami tetap meneruskan hidup meski belum memiliki
> pasangan. Tetap melakukan sesuatu dan mewujudkan
> mimpi-mimpi meski masih sendiri. Pendek kata, tetap
> mengejar menjadi manusia utuh dan sempurna di saat
> para perempuan lain juga merasa lengkap dengan
> hadirnya suami dan anak-anak.
> “Tapi orang yang sudah menikah kan sudah sempurna
> agamanya, bahkan orang menikah lebih utama di mata
> Tuhan…” kata seorang teman yang religius suatu hari
> menasehati, “(Apalagi) menikah kan sunah Nabi.”
> 
> Hmm, lalu apa karena belum menikah kami jadi tidak
> bisa jadi manusia yang ‘sempurna’?
> Ah, saya pikir Tuhan kan Maha Adil. Tidak mungkin
> para
> jomblo seperti kami disikapi tidak adil oleh Tuhan.
> Mustahil. So, tanpa memungkiri bahwa menikah adalah
> sunah Nabi, yakin dong bahwa Tuhan pasti memiliki
> rencana di balik kejombloan kita plus…ujian
> kesabaran
> dalam berproses menjadi hamba yang baik… plus
> kesabaran mendapatkan orang-nya ;)
>   
> 
> 
> 
>      
>
____________________________________________________________________________________
> Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
> http://www.yahoo.com/r/hs
> 



      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke