Saya coba mengutip dari www.geraidinar.com Jika kita menghindari riba dan bermuamalah insyallah pasti survive di tengah krisis
Investasi yang paling mujarab di dunia ini adalah sektor rill. Seperti pernah di contohkan rasul. Perputaran uang harus cepat agar semua umat sejahtera. Sekto riill ini antara lain adalah beternak, bertani, berdagang kebutuhan pokok. Sektor rill sudah teruji tahan terpaan krisis kapitalis saat ini. Berikutnya adalah menyediakan layanan jasa, mengajar, service dll. Ini juga tahan terpaan krisis kapitalis Yang paling rendah takarannya untuk survive dari krisis global adalah menabung dengan emas. Tapi islam melarang untuk menimbun, ini sesuai dgn nishab emas 85gram maka akan kena zakat. Lalu bagaimana agar bila kena zakat tapi emas kita tidak berkurang? Ada namanya qirad atau jual beli emas yang dilakukan dengan 85 gram emas. Apakah cara tsb halal, juga mengutip dari www.geraidinar.com dikatakan oleh Pak Muhaimin Iqbal, beliau juga mengutip dari Prof Didin Hafiduddin. Begini: "Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui di kehidupan sehari-hari kita – dalam hal muamalah maupun dalam hal Ibadah. Pedomannya sederhana menurut beliau yaitu untuk urusan ibadah – perhatikan yang diperintahkan dan dicontohkan oleh junjungan kita Muhammad Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam. Diluar yang diperintahkan dan dicontohkan ini – haram hukumnya dalam Ibadah. Sebaliknya dalam hal muamalah – perhatikan yang dilarang , diluar yang dilarang ini boleh hukumnya." Wallahu alam bi showab AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL -----Original Message----- From: "Irzan Supriyadi" <[email protected]> Date: Thu, 16 Apr 2009 14:40:06 To: <[email protected]> Subject: RE: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza.... Ya transmigrasi ke kampuang orang sono, kawin sama orang sono. Angon bebek, mbek dan mbok nom. Wis sampe mati kan selesai… Masa sambil hapal Alquran, sampeyan gak betah? From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of QiDHiR Abdul Salam Sent: Thursday, April 16, 2009 1:49 PM To: [email protected] Subject: RE: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza.... Kalau sy penginnya sih ...angon bebek atau 'mbek' mas di kampung sambil tani yg organik.... kumpulkan uang recehan yang ada sampai mampu beli seekor domba lalu setelah sholat iedul adha, sembelih domba tersebut dan bagikan dagingnya ke fakir miskin .... itupun kalau masih ada kampung mas.......he...he... --- Pada Rab, 15/4/09, Irzan Supriyadi <[email protected]> menulis: Dari: Irzan Supriyadi <[email protected]> Topik: RE: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza.... Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 15 April, 2009, 11:42 PM Sorry nih, pendapat saya saja sih. Kalo saya pulang kekampung nenek saya, bertani dan menangkap ikan sungai. Malamnya menghapal Alquran, kalo ada peluang ke jalur Gaza saya daftar. Mati sahid deh … kalau mati ditembak musuh. From: sma1...@yahoogroups .com [mailto:sma1bks@ yahoogroups. com] On Behalf Of QiDHiR Abdul Salam Sent: Thursday, April 16, 2009 12:34 PM To: sma1...@yahoogroups .com Subject: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza.... > --- Pada Kam, 16/4/09, nana pras <nanap...@yahoo. com> menulis: > > Dari: nana pras <nanap...@yahoo. com> > Topik: [Usaha-Bersama] Eksekutif Pengantar Pizza.... > Kepada: usaha-bersama@ yahoogroups. com > Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 7:52 AM > > Assalamu'alaikum Wr Wb > > Para sedulur ...semoga cerita ini dapat menjadikan renungan kita bersama, > saya memperolehnya dari seorang teman yang mengirimkan ke email saya. > > Bagaimanapun, KERENDAHAN HATI-nya untuk menurunkan GENGSI demi keluarga > patut diacungi JEMPOL. Seorang yang berada di “atas” tidak akan mudah > menerima bila sekarang dia berada di ”bawah”. Seorang dengan mental seperti > ini akan segera dapat bangkit kembali dan menjadi teladan yang baik bagi > anak-anaknya. > > > > > > Subject: Eksekutif Itu Kini Jadi Pengantar Pizza ! > > ABC: KEN Karpman bersama keluarga menjalani kehidupan sederhana. > > Krisis ekonomi di AS membuat seorang eksekutif bergaji Rp 8,8 miliar per > tahun jatuh bangkrut. Untuk bertahan hidup, sang eksekutif pun akhirnya > menjadi pengantar pizza dengan upah rendah. RESESI di Amerika Serikat memang > begitu kejam. Tak hanya raksasa bisnis yang silih berganti bertumbangan. > Bagi warganya pun, krisis kali ini benar-benar bisa mengubah nasib mereka > 180 derajat. Tengok saja apa yang terjadi pada seorang eksekutif bernama Ken > Karpman ini. > Selama 45 tahun, Hidup Ken Karpman nyaris sempurna. Lulus dari universitas > bergengsi UCLA ( University of California ) dengan gelar MBA, Karpman > langsung mendapat pekerjaan sebagai pialang saham. Dia pun kemudian menikahi > gadis impiannya, Stephanie, dan dikarunia dua anak. Bersama, mereka telah > berkeliling dunia dalam paket liburan yang mahal tiap tahun. > Sekitar 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan > dalam perusahaannya. Gajinya turut melonjak mencapai US$750.000 (sekitar > lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun. ”Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa > menghasilkan banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?” > kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC. > Dari seluruh sisi kehidupan mereka, Ken dan Stephanie Karpman menikmati > benar gaya hidup kelas atas. Mereka tinggal di wilayah elite, Tampa , > Florida . Bahkan mereka memiliki satu lapangan golf seluas 400 kaki persegi. > Untuk urusan uang, bisa dibilang keluarga ini tidak ada masalah. ”Saya tidak > pernah memperhatikan harga saat membeli sesuatu di toko,” ujarnya. ”Saya > hanya tinggal masukkan barang apa pun yang saya inginkan ke dalam troli dan > membayar berapa pun harganya,” lanjut Karpman. > Karpman sangat percaya diri dengan keberuntungannya. Dengan dukungan ekonomi > kuat, dia meninggalkan pekerjaannya pada 2005 untuk memulai usahanya sendiri > yang sejenis dengan pekerjaan lamanya. Untuk mendirikan perusahaan sendiri > sekaligus meningkatkan taraf hidup, Karpman dengan enteng mengeluarkan dana > US$500.000 dari tabungannya. Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman > juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah. > Namun nasib berkata lain. Keberuntungan itu berbalik arah. Seiring dengan > badai krisis yang menghantam Negeri Paman Sam, Karpman pun tak mampu menarik > para investor. Akibatnya, dia dipaksa untuk menggulung tikar perusahaannya. > Bahkan kini dia tidak memiliki pekerjaan. Dia pontang-panting memasuki > banyak bursa kerja, namun hasilnya pun nihil. > Itu tidak pernah dialami Karpman di masa lalu. Urusan pekerjaan kala itu > begitu sangat mudah. ”Dulu, ketika saya diwawancara untuk kerja, saya bisa > bersikap kurang ajar karena saya seolah balik mewawancara orang bagian HRD > apakah perusahaannya memang layak memperkerjakan saya,” ujarnya. ”Kini, > seolah Anda harus memelas dan bahkan mengemis-ngemis untuk bisa bekerja,” > tambahnya. > > Mengantar Pizza > Setelah satu masa sulit yang panjang dan pencarian kerja yang sia-sia, > keluarga Karpman kehabisan uang tabungan untuk keperluan sehari-hari. Bahkan > mereka dililit utang ratusan ribu dollar. Rumah mewah mereka pun terancam > disita oleh bank. Membutuhkan uang segar dengan segera untuk memenuhi > kehidupan sehari-hari, Karpman mencoba menemukan pekerjaan. Apapun akan > dilakukannya, tidak lagi pilih-pilih pekerjaan, meski itu menurunkan > derajatnya. Ia mencoba melamar menjadi bartender namun ternyata hanya > penolakan yang ia dapat. > Akhirnya, dia membawa mobil Mercedes-nya ke ke Mike’s Pizza & Deli Station > di Clearwater dan melamar kerja. Mike Dorado, pemilik toko pizza itu, > mengatakan dirinya terkejut ketika membaca curiculum vittae Karpman. Untuk > menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan > berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman > tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu > tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar). Bagaimanapun, yang ada hanya > lowongan sebagai pengantar pizza. > Bahkan, sang istri Stephanie Karpman lebih terkejut lagi saat Ken tiba di > rumah dengan pekerjaan barunya. ”Kamu tidak bercanda, kan ?” kata Stephanie. > ”Mengantarkan pizza. Tidak pernah terpikirkan olehku, bahkan dalam mimpi > terliarku sekalipun untuk melakukan itu,” lanjutnya. > Gaji Karpman terjun bebas. Dari enam digit per jam menjadi hanya USD 7,29 > (RP. 85.000) per jam plus tips, satu angka yang terbilang sangat kecil untuk > ukuran AS. > Namun itu adalah uang yang sepatutnya ia syukuri. ”Ini adalah proses terjun > bebas, luar biasa bagaimana begitu banyak hal yang Anda katakan, ’saya tak > bisa melakuan itu’ untuk menolak karena gengsi, tapi seminggu kemudian anda > katakan, ’Ya... saya bisa melakuan itu,’” ujarnya. > ”Saya tidak akan meniti karir di bidang ini, namun akan mendapatkan sesuatu > yang lebih di masa depan, itu yang akan saya lakukan untuk tetap menjaga > agar dapur tetap mengepul,” lanjutnya. > Tekanan ini memang sempat memberi sedikit dampak pada pernikahan mereka. > Stephanie mengatakan dirinya tidak ingin suaminya meninggalkan pekerjaan > sebagai pialang dan berharap suaminya itu punya tabungan yang lebih. Tapi > itulah fakta yang harus diterimanya. ”Tidak perlu bertanya di mana letak > kesalahannya,” ujar Ken Karpman. Dan ketika harus menunjuk kambing hitam, > ”Saya akan menunjuk ke arah saya,” tegasnya. > Dari pengalamannya ini, Karpman menyadarai, setiap hari membawa satu > pelajaran baru dalam kehidupan dengan sedikit harta dan lebih banyak > kerendahan hati. ”Pizza adalah langkah maju,” tandasnya. > Saat Karpman menghitung setiap sen yang dia terima, dia masih berharap bisa > kembali ke posisinya yang dulu dan kembali ke gaya hidup papan atas yang > sekan tak bisa lepas dari tangan. ”Saya butuh beberapa kemenangan,” ujarnya. > ”Semoga, itu akan segera kembali,” lanjutnya. > > > > Semoga Manfaat > > >________________________________ > Akses email lebih cepat. > Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru > yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) > _____ Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/invite/> Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! _____ Kunjungi halaman depan Yahoo! <http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.yahoo.com/> Indonesia yang baru!
