Ente benar, brother!

hanya,
dunia sungguh komplikated
apa yang terjadi bila
Orang saleh gak mau kaya
orang kaya gak saleh......
yang membuat kita 'tak bisa menghindar' adalah bila ingin islam kta sempurna
maka ada kost yang harus dispend....
buat haji
buat berzakat
buat menolong orang miskin

saya malu sama Rasulullah

Buat ngelamar Khadijah, mas kawinnya itu 20 unta muda. Kalau harga satu unta
10 juta. maka dua ratus jta. Seharga innove new lah...

Robbana ya berikanlah kami  kebahagiaan DUNIA (iman, ilmu, kesehatan, kuda
yang tangguh, rumah yang lapang, kemudahandan menjalani hidup) dan AKHIRAT
(surga-Mu)......


2009/4/18 QiDHiR Abdul Salam <[email protected]>

>
>
>   kang kalau emang bisa..kalau sy angon bebek...gak banyak-banyak..yang
> pas..pas an aja....
>
> pas ..mau ke pergi haji? pas ada duitnya... he...he...pokoknya serba pas
> deh...he..hee
>
> --- Pada *Kam, 16/4/09, komarudin ibnu mikam 
> <[email protected]>*menulis:
>
>
> Dari: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
> Topik: Re: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza....
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 7:22 AM
>
>
>  waduh, kalo orang-orang bener pada lari ke kampung, angon bebek. Yang
> ngisi Kota siapa dong?
> kayaknnya di tengah megapolitan yang segalanya serba kosmopolit bisa juga
> masuk surga.
> Asyik juga kan kalo hidup kaya raya. mobil alphard, perushaaan penerbit 3,
> buku best seller 100, royaltinya buat ngebiayain 5 pesantren , istri empat
> (satu dari pks, satu lagi yang anti demokrasi dari JAT, satu lagi dari HTI,
> satu lagi artis berjilbab), mati masuk surga....banyak yang ngedoain....
>
> Hayo sapa yang mau ikut?
>
>
>
> 2009/4/16 Arief Kurniawan <batigol_arief@ 
> yahoo.com<http://mc/[email protected]>
> >
>
>>
>>
>> Saya coba mengutip dari www.geraidinar. com <http://www.geraidinar.com/>
>> Jika kita menghindari riba dan bermuamalah insyallah pasti survive di
>> tengah krisis
>>
>> Investasi yang paling mujarab di dunia ini adalah sektor rill. Seperti
>> pernah di contohkan rasul. Perputaran uang harus cepat agar semua umat
>> sejahtera. Sekto riill ini antara lain adalah beternak, bertani, berdagang
>> kebutuhan pokok. Sektor rill sudah teruji tahan terpaan krisis kapitalis
>> saat ini.
>>
>> Berikutnya adalah menyediakan layanan jasa, mengajar, service dll. Ini
>> juga tahan terpaan krisis kapitalis
>>
>> Yang paling rendah takarannya untuk survive dari krisis global adalah
>> menabung dengan emas. Tapi islam melarang untuk menimbun, ini sesuai dgn
>> nishab emas 85gram maka akan kena zakat. Lalu bagaimana agar bila kena zakat
>> tapi emas kita tidak berkurang? Ada namanya qirad atau jual beli emas yang
>> dilakukan dengan 85 gram emas.
>>
>> Apakah cara tsb halal, juga mengutip dari www.geraidinar. 
>> com<http://www.geraidinar.com/>dikatakan oleh Pak Muhaimin Iqbal, beliau 
>> juga mengutip dari Prof Didin
>> Hafiduddin. Begini:
>>
>> "Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi
>> syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui
>> di kehidupan sehari-hari kita – dalam hal muamalah maupun dalam hal
>> Ibadah. Pedomannya sederhana menurut beliau yaitu untuk urusan ibadah –
>> perhatikan yang diperintahkan dan dicontohkan oleh junjungan kita Muhammad
>> Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam. Diluar yang diperintahkan dan
>> dicontohkan ini – haram hukumnya dalam Ibadah. Sebaliknya dalam hal muamalah
>> – perhatikan yang dilarang , diluar yang dilarang ini boleh hukumnya."
>>
>> Wallahu alam bi showab
>>
>> AriefK
>>
>> Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL
>>
>> ------------------------------
>> *From*: "Irzan Supriyadi"
>> *Date*: Thu, 16 Apr 2009 14:40:06 +0700
>> *To*: <sma1...@yahoogroups .com<http://mc/[email protected]>
>> >
>> *Subject*: RE: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza....
>>
>>  Ya transmigrasi ke kampuang orang sono, kawin sama orang sono. Angon
>> bebek, mbek dan mbok nom. Wis sampe mati kan selesai…
>>
>> Masa sambil hapal Alquran, sampeyan gak betah?
>>
>>
>>
>> *From:* sma1...@yahoogroups 
>> .com<http://mc/[email protected]>[mailto:sma1...@yahoogroups
>> .com <http://mc/[email protected]>] *On Behalf Of *QiDHiR
>> Abdul Salam
>> *Sent:* Thursday, April 16, 2009 1:49 PM
>> *To:* sma1...@yahoogroups .com<http://mc/[email protected]>
>> *Subject:* RE: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza....
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>   Kalau sy penginnya sih ...angon bebek atau 'mbek' mas di kampung sambil
>> tani yg organik....
>>
>> kumpulkan uang recehan yang ada sampai mampu beli seekor domba lalu
>> setelah sholat iedul adha, sembelih  domba tersebut dan bagikan dagingnya ke
>> fakir miskin .... itupun kalau masih ada kampung mas.......he. ..he...
>>
>> --- Pada *Rab, 15/4/09, Irzan Supriyadi <irza...@faber- castell.co. 
>> id<http://mc/[email protected]>
>> >* menulis:
>>
>>
>> Dari: Irzan Supriyadi <irza...@faber- castell.co. 
>> id<http://mc/[email protected]>
>> >
>> Topik: RE: [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza....
>> Kepada: sma1...@yahoogroups 
>> .com<http://mc/[email protected]>
>> Tanggal: Rabu, 15 April, 2009, 11:42 PM
>>
>> Sorry nih, pendapat saya saja sih.
>>
>> Kalo saya pulang kekampung nenek saya, bertani dan menangkap ikan sungai.
>>
>> Malamnya menghapal Alquran, kalo ada peluang ke jalur Gaza saya daftar.
>> Mati sahid deh … kalau mati ditembak musuh.
>>
>>
>>
>>
>>
>> *From:* sma1...@yahoogroups .com 
>> [mailto:sma1bks@<http://mc/compose?to=sma1bks@>yahoogroups. com]
>> *On Behalf Of *QiDHiR Abdul Salam
>> *Sent:* Thursday, April 16, 2009 12:34 PM
>> *To:* sma1...@yahoogroups .com
>> *Subject:* [sma1bks] Fwd: Eksekutif Pengantar Pizza....
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> > --- Pada Kam, 16/4/09, nana pras <nanap...@yahoo. com> menulis:
>> >
>> > Dari: nana pras <nanap...@yahoo. com>
>> > Topik: [Usaha-Bersama] Eksekutif Pengantar Pizza....
>> > Kepada: usaha-bersama@ yahoogroups. com
>> > Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 7:52 AM
>> >
>> > Assalamu'alaikum Wr Wb
>> >
>> > Para sedulur ...semoga cerita ini dapat menjadikan renungan kita
>> bersama,
>> > saya memperolehnya dari seorang teman yang mengirimkan ke email saya.
>> >
>> > Bagaimanapun, KERENDAHAN HATI-nya untuk menurunkan GENGSI demi keluarga
>> > patut diacungi JEMPOL. Seorang yang berada di “atas” tidak akan mudah
>> > menerima bila sekarang dia berada di ”bawah”. Seorang dengan mental
>> seperti
>> > ini akan segera dapat bangkit kembali dan menjadi teladan yang baik bagi
>> > anak-anaknya.
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > Subject: Eksekutif Itu Kini Jadi Pengantar Pizza !
>> >
>> >  ABC: KEN Karpman bersama keluarga menjalani kehidupan sederhana.
>> >
>> > Krisis ekonomi di AS membuat seorang eksekutif bergaji Rp 8,8 miliar per
>> > tahun jatuh bangkrut. Untuk bertahan hidup, sang eksekutif pun akhirnya
>> > menjadi pengantar pizza dengan upah rendah. RESESI di Amerika Serikat
>> memang
>> > begitu kejam. Tak hanya raksasa bisnis yang silih berganti bertumbangan.
>> > Bagi warganya pun, krisis kali ini benar-benar bisa mengubah nasib
>> mereka
>> > 180 derajat. Tengok saja apa yang terjadi pada seorang eksekutif bernama
>> Ken
>> > Karpman ini.
>> > Selama 45 tahun, Hidup Ken Karpman nyaris sempurna. Lulus dari
>> universitas
>> > bergengsi UCLA ( University of California ) dengan gelar MBA, Karpman
>> > langsung mendapat pekerjaan sebagai pialang saham. Dia pun kemudian
>> menikahi
>> > gadis impiannya, Stephanie, dan dikarunia dua anak. Bersama, mereka
>> telah
>> > berkeliling dunia dalam paket liburan yang mahal tiap tahun.
>> > Sekitar 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan
>> > dalam perusahaannya. Gajinya turut melonjak mencapai US$750.000 (sekitar
>> > lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun. ”Saat itu hidup begitu indah. Kami
>> bisa
>> > menghasilkan banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak
>> berlanjut?”
>> > kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.
>> > Dari seluruh sisi kehidupan mereka, Ken dan Stephanie Karpman menikmati
>> > benar gaya hidup kelas atas. Mereka tinggal di wilayah elite, Tampa ,
>> > Florida . Bahkan mereka memiliki satu lapangan golf seluas 400 kaki
>> persegi.
>> > Untuk urusan uang, bisa dibilang keluarga ini tidak ada masalah. ”Saya
>> tidak
>> > pernah memperhatikan harga saat membeli sesuatu di toko,” ujarnya. ”Saya
>> > hanya tinggal masukkan barang apa pun yang saya inginkan ke dalam troli
>> dan
>> > membayar berapa pun harganya,” lanjut Karpman.
>> > Karpman sangat percaya diri dengan keberuntungannya. Dengan dukungan
>> ekonomi
>> > kuat, dia meninggalkan pekerjaannya pada 2005 untuk memulai usahanya
>> sendiri
>> > yang sejenis dengan pekerjaan lamanya. Untuk mendirikan perusahaan
>> sendiri
>> > sekaligus meningkatkan taraf hidup, Karpman dengan enteng mengeluarkan
>> dana
>> > US$500.000 dari tabungannya. Seperti kebiasaan orang-orang Amerika,
>> Karpman
>> > juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.
>> > Namun nasib berkata lain. Keberuntungan itu berbalik arah. Seiring
>> dengan
>> > badai krisis yang menghantam Negeri Paman Sam, Karpman pun tak mampu
>> menarik
>> > para investor. Akibatnya, dia dipaksa untuk menggulung tikar
>> perusahaannya.
>> > Bahkan kini dia tidak memiliki pekerjaan. Dia pontang-panting memasuki
>> > banyak bursa kerja, namun hasilnya pun nihil.
>> > Itu tidak pernah dialami Karpman di masa lalu. Urusan pekerjaan kala itu
>> > begitu sangat mudah. ”Dulu, ketika saya diwawancara untuk kerja, saya
>> bisa
>> > bersikap kurang ajar karena saya seolah balik mewawancara orang bagian
>> HRD
>> > apakah perusahaannya memang layak memperkerjakan saya,” ujarnya. ”Kini,
>> > seolah Anda harus memelas dan bahkan mengemis-ngemis untuk bisa
>> bekerja,”
>> > tambahnya.
>> >
>> > Mengantar Pizza
>> > Setelah satu masa sulit yang panjang dan pencarian kerja yang sia-sia,
>> > keluarga Karpman kehabisan uang tabungan untuk keperluan sehari-hari.
>> Bahkan
>> > mereka dililit utang ratusan ribu dollar. Rumah mewah mereka pun
>> terancam
>> > disita oleh bank. Membutuhkan uang segar dengan segera untuk memenuhi
>> > kehidupan sehari-hari, Karpman mencoba menemukan pekerjaan. Apapun akan
>> > dilakukannya, tidak lagi pilih-pilih pekerjaan, meski itu menurunkan
>> > derajatnya. Ia mencoba melamar menjadi bartender namun ternyata hanya
>> > penolakan yang ia dapat.
>> > Akhirnya, dia membawa mobil Mercedes-nya ke ke Mike’s Pizza & Deli
>> Station
>> > di Clearwater dan melamar kerja. Mike Dorado, pemilik toko pizza itu,
>> > mengatakan dirinya terkejut ketika membaca curiculum vittae Karpman.
>> Untuk
>> > menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA
>> dan
>> > berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman
>> > tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu
>> > tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar). Bagaimanapun, yang ada hanya
>> > lowongan sebagai pengantar pizza.
>> > Bahkan, sang istri Stephanie Karpman lebih terkejut lagi saat Ken tiba
>> di
>> > rumah dengan pekerjaan barunya. ”Kamu tidak bercanda, kan ?” kata
>> Stephanie.
>> > ”Mengantarkan pizza. Tidak pernah terpikirkan olehku, bahkan dalam mimpi
>> > terliarku sekalipun untuk melakukan itu,” lanjutnya.
>> > Gaji Karpman terjun bebas. Dari enam digit per jam menjadi hanya USD
>> 7,29
>> > (RP. 85.000) per jam plus tips, satu angka yang terbilang sangat kecil
>> untuk
>> > ukuran AS.
>> > Namun itu adalah uang yang sepatutnya ia syukuri. ”Ini adalah proses
>> terjun
>> > bebas, luar biasa bagaimana begitu banyak hal yang Anda katakan, ’saya
>> tak
>> > bisa melakuan itu’ untuk menolak karena gengsi, tapi seminggu kemudian
>> anda
>> > katakan, ’Ya... saya bisa melakuan itu,’” ujarnya.
>> > ”Saya tidak akan meniti karir di bidang ini, namun akan mendapatkan
>> sesuatu
>> > yang lebih di masa depan, itu yang akan saya lakukan untuk tetap menjaga
>> > agar dapur tetap mengepul,” lanjutnya.
>> > Tekanan ini memang sempat memberi sedikit dampak pada pernikahan mereka.
>> > Stephanie mengatakan dirinya tidak ingin suaminya meninggalkan pekerjaan
>> > sebagai pialang dan berharap suaminya itu punya tabungan yang lebih.
>> Tapi
>> > itulah fakta yang harus diterimanya. ”Tidak perlu bertanya di mana letak
>> > kesalahannya,” ujar Ken Karpman. Dan ketika harus menunjuk kambing
>> hitam,
>> > ”Saya akan menunjuk ke arah saya,” tegasnya.
>> > Dari pengalamannya ini, Karpman menyadarai, setiap hari membawa satu
>> > pelajaran baru dalam kehidupan dengan sedikit harta dan lebih banyak
>> > kerendahan hati. ”Pizza adalah langkah maju,” tandasnya.
>> > Saat Karpman menghitung setiap sen yang dia terima, dia masih berharap
>> bisa
>> > kembali ke posisinya yang dulu dan kembali ke gaya hidup papan atas yang
>> > sekan tak bisa lepas dari tangan. ”Saya butuh beberapa kemenangan,”
>> ujarnya.
>> > ”Semoga, itu akan segera kembali,” lanjutnya.
>> >
>> >
>> >
>> >  Semoga Manfaat
>> >
>> >
>> >____________ _________ _________ __
>> > Akses email lebih cepat.
>> > Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru
>> > yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
>> >
>>
>>
>>  ------------------------------
>>
>> Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua 
>> teman<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/invite/>
>> Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
>>
>>
>>  ------------------------------
>>
>> Kunjungi halaman depan Yahoo! 
>> Indonesia<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.yahoo.com/>yang
>>  baru!
>>
>>
>
>
> --
> Komarudin Ibnu Mikam
> WTS - Writer Trainer Speaker
> komarmikam.multiply .com <http://komarmikam.multiply.com/>
> 0818721014-33113503
> karya-karya ;
> Novel Intelijen SOA (luxima)
> sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
> prahara buddenovsky (GIP)
> dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
> sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
> nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
> merit yuk! (qultum media)
> rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
>
>
> ------------------------------
> Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger.
> Jelajahi Yahoo! Messenger yang serba baru sekarang!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/maxwell/*http://id.messenger.yahoo.com/>
>
>  
>



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

Kirim email ke