Istilah KSO maupun JVA sama-sama istilah agreement bukan bentuk perusahaan
seperti juga PBH. Artinya agreement KSO direalisasikan dengan bentuk divisi
KSO seperti yang kita ketahui sekarang. Tentang bobroknya KSO mungkin
teman-teman di divre KSO yang lebih tahu. Mengenai JVA berarti agreement
untuk membentuk joint venture dengan pola kepemilikan saham. Gampangnya jika
KSO berubah menjadi JVA, maka semua asset TELKOM yang dibangun sebelum KSO
dan asset Mitra KSO akan dihitung, Telkom berapa persen dan mitra berapa
persen. Angka ini nanti akan dikonversi menjadi saham kepemilikan
masing-masing pihak, sehingga saat terjadi pembagian keuntungan tinggal
mengikuti prosentasi saham tadi.
Untuk agreement JVA bentuk yang paling cocok ya JVC. Artinya seluruh divre
KSO dijadikan JVC dengan badan hukum sendiri, dengan nama sendiri dengan
direktur sendiri dll. Pemegam saham paling punya andil dalam RUPS saja.
Keuntungan JVC ini akan menjadikan divisi yang ada sekarang jauh lebih
fleksibel dan gesit dalam menentukan arah bisnisnya sendiri sehingga
diperkirakan akan sanggup bersaing diera kompetisi. Biasanya jika JVC-JVC
ini dimiliki oleh corporate company, ini dinamakan Holding Company.
Contohnya PT Astra Internasional.
Nah kerugiannya, bentuk JVC ini (khusus kasus Telkom) bukan keinginan TELKOM
namun keinginan mitra
KSO. Kita sangat mencurigai hasil Masterplan Restrukturisasi Telekomunikasi
dan Masterplan Privatisasi BUMN yang dikeluarkan oleh Dephub dan Dep
Pendayagunaan BUMN. Masterplan yang pertama dikeluarkan awal Februari
kemarin dan diketuai oleh Parapak dengan konsultan Bank Dunia. Terlepas
dengan proses peralihan perjanjian KSO ke JVA, jika Divre KSO dijadikan JVC
secara kasar sama dengan membubarkan TELKOM. Kenapa saya katakan begitu
karena bisa saja setelah dijadikan JVC sebagian besar asset TELKOM akan
pindah ke mitra atau malah dengan skemanya privatisasi P Tanri malah akan
dijual sama sekali. Berikutnya bisa saja DIVRE II dan V juga dijual. Trus
Divisi pendukung tentu saja tidak akan ada gunanya lagi karena masing-masing
divre tadi tentu saja akan menggunakan sumber daya mereka sendiri.
Dengan JVC per-regional masalah-masalah lain juga akan muncul seperti
interkoneksi yang makin rumit dengan semakin banyaknya operator, tarif yang
bisa cenderung semakin mahal (??), standarisari alat masing-masing regional
yang berbeda dll. Selain itu JVC regional ini juga tetap saja akan menjadi
perusahaan monopoli karena masing-masing tidak punya lawan di daerahnya
masing-masing, sehingga tidak menjamin meningkatkan pelayanan kepada
customer-nya (YLKI bisa semakin sibuk??).
Sebagai gambaran dampak yang akan TELKOM hadapi jika mengubah perjanjian ini
ke mitra KSO sama saja memberikan seekor ayam untuk harga sepiring nasi.
Divre IV misalnya yang dimata TELKOM paling memenuhi target pembangunan
dibanding divre KSO lainnya dengan infrasruktur sentral besarnya jika
dijadikan JVC bisa punya komposisi saham ke mitra lebih besar daripada
TELKOM. Ini karena sentral-sentral kecil TELKOM bisa saja saat perhitungan
asset tidak dihitung karena tidak dioperasikan. Belum lagi dengan alasan
investasi mereka dalam dolar dan asset kita dihitung dengan rupiah serta
sudah menyusut nilainya. Jadi apa artinya asset TELKOM yang puluhan tahun
dibangun tiba-tiba jadi minoritas ?
Jikapun KSO harus diubah saya lebih cenderung memberikan pilihan membubarkan
KSO, ganti mitra, atau jadikan PBH daripada menjadi JVC.
Saya tunggu respon teman-teman jika ingin mendiskusikan masalah ini lebih
lanjut.
Dedi Suherman
----- Original Message -----
From: Denny Permana <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Rabu, Maret 24, 1999 12:56
Subject: Re: [stttelkom] KSO atau JVA, bagusan mana?
>
>
> On Mon, 22 Mar 1999, Darso wrote:
>
> > Rekans,
> > Sedikit melontarkan pertanyaan.
> > Bagaimana sih sebenarnya komitmen KSO terhadap penambahan jaringan
TELEPON?
> > Ada tetangga di daerah CIBOGO- SARIJADI yang sangat memerlukan LINE
TELP, tapi sudah SETAHUN nunggu tetap nggak ada kabar?
> > Apa memang nggak benar komitmen mereka?
> >
>
> Kang Darsoooo ... ini tetangga atawa cerita sedih Kang Darso
> sendiri he..he...
> Tapi soal KSO dan JVA bisa minta tolong Kang Dedi Suherman utk menjelaskan
> kpd kami ?
>
> 'dp'
>
> >
> >
>
>
----- Original Message -----
From: Denny Permana <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Rabu, Maret 24, 1999 12:56
Subject: Re: [stttelkom] KSO atau JVA, bagusan mana?
>
>
> On Mon, 22 Mar 1999, Darso wrote:
>
> > Rekans,
> > Sedikit melontarkan pertanyaan.
> > Bagaimana sih sebenarnya komitmen KSO terhadap penambahan jaringan
TELEPON?
> > Ada tetangga di daerah CIBOGO- SARIJADI yang sangat memerlukan LINE
TELP, tapi sudah SETAHUN nunggu tetap nggak ada kabar?
> > Apa memang nggak benar komitmen mereka?
> >
>
> Kang Darsoooo ... ini tetangga atawa cerita sedih Kang Darso
> sendiri he..he...
> Tapi soal KSO dan JVA bisa minta tolong Kang Dedi Suherman utk menjelaskan
> kpd kami ?
>
> 'dp'
>
> >
> >
>
>