Kalo KSo diubah menjadi JVC bagaimana konsekuensinya bagi pegawai Telkom yang
berada di sana,(masih tetap seperti sekarang?) . Kalo memang kondisi yang akan
dialami Telkom selanjutnya seperti Sdr Dedi ungkapkan memang PBH yang lebih
menguntungkan bagi kelangsungan hidup PT TELKOM secara nasional.

Dedi Suherman wrote:

> Istilah KSO maupun JVA sama-sama istilah agreement bukan bentuk perusahaan
> seperti juga PBH. Artinya agreement KSO direalisasikan dengan bentuk divisi
> KSO seperti yang kita ketahui sekarang. Tentang bobroknya KSO mungkin
> teman-teman di divre KSO yang lebih tahu. Mengenai JVA berarti agreement
> untuk membentuk joint venture dengan pola kepemilikan saham. Gampangnya jika
> KSO berubah menjadi JVA, maka semua asset TELKOM yang dibangun sebelum KSO
> dan asset Mitra KSO akan dihitung, Telkom berapa persen dan mitra berapa
> persen. Angka ini nanti akan dikonversi menjadi saham kepemilikan
> masing-masing pihak, sehingga saat terjadi pembagian keuntungan tinggal
> mengikuti prosentasi saham tadi.
>
> Untuk agreement JVA bentuk yang paling cocok ya JVC. Artinya seluruh divre
> KSO dijadikan JVC dengan badan hukum sendiri, dengan nama sendiri dengan
> direktur sendiri dll. Pemegam saham paling punya andil dalam RUPS saja.
> Keuntungan JVC ini akan menjadikan divisi yang ada sekarang jauh lebih
> fleksibel dan gesit dalam menentukan arah bisnisnya sendiri sehingga
> diperkirakan akan sanggup bersaing diera kompetisi. Biasanya jika JVC-JVC
> ini dimiliki oleh corporate company, ini dinamakan Holding Company.
> Contohnya PT Astra Internasional.
>
> Nah kerugiannya, bentuk JVC ini (khusus kasus Telkom) bukan keinginan TELKOM
> namun keinginan mitra
> KSO. Kita sangat mencurigai hasil Masterplan Restrukturisasi Telekomunikasi
> dan Masterplan Privatisasi BUMN yang dikeluarkan oleh Dephub dan Dep
> Pendayagunaan BUMN. Masterplan yang pertama dikeluarkan awal Februari
> kemarin dan diketuai oleh Parapak dengan konsultan Bank Dunia. Terlepas
> dengan proses peralihan perjanjian KSO ke JVA,  jika Divre KSO dijadikan JVC
> secara kasar sama dengan membubarkan TELKOM. Kenapa saya katakan begitu
> karena bisa saja setelah dijadikan JVC sebagian besar asset TELKOM akan
> pindah ke mitra atau malah dengan skemanya privatisasi P Tanri malah akan
> dijual sama sekali. Berikutnya bisa saja DIVRE II dan V juga dijual. Trus
> Divisi pendukung tentu saja tidak akan ada gunanya lagi karena masing-masing
> divre tadi tentu saja akan menggunakan sumber daya mereka sendiri.
>
> Dengan JVC per-regional masalah-masalah lain juga akan muncul seperti
> interkoneksi yang makin rumit dengan semakin banyaknya operator, tarif yang
> bisa cenderung semakin mahal (??), standarisari alat masing-masing regional
> yang berbeda dll. Selain itu JVC regional ini juga tetap saja akan menjadi
> perusahaan monopoli karena masing-masing tidak punya lawan di daerahnya
> masing-masing, sehingga tidak menjamin meningkatkan pelayanan kepada
> customer-nya (YLKI bisa semakin sibuk??).
>
> Sebagai gambaran dampak yang akan TELKOM hadapi jika mengubah perjanjian ini
> ke mitra KSO sama saja memberikan seekor ayam untuk harga sepiring nasi.
> Divre IV misalnya yang dimata TELKOM paling memenuhi target pembangunan
> dibanding divre KSO lainnya dengan infrasruktur sentral besarnya jika
> dijadikan JVC bisa punya komposisi saham ke mitra lebih besar daripada
> TELKOM. Ini karena sentral-sentral kecil TELKOM bisa saja saat perhitungan
> asset tidak dihitung karena tidak dioperasikan. Belum lagi dengan alasan
> investasi mereka dalam dolar dan asset kita dihitung dengan rupiah serta
> sudah menyusut nilainya. Jadi apa artinya asset TELKOM yang puluhan tahun
> dibangun tiba-tiba jadi minoritas ?
>
> Jikapun KSO harus diubah saya lebih cenderung memberikan pilihan membubarkan
> KSO, ganti mitra, atau jadikan PBH daripada menjadi JVC.
>
> Saya tunggu respon teman-teman jika ingin mendiskusikan masalah ini lebih
> lanjut.
>
> Dedi Suherman
>
> ----- Original Message -----
> From: Denny Permana <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Rabu, Maret 24, 1999 12:56
> Subject: Re: [stttelkom] KSO atau JVA, bagusan mana?
>
> >
> >
> > On Mon, 22 Mar 1999, Darso wrote:
> >
> > > Rekans,
> > > Sedikit melontarkan pertanyaan.
> > > Bagaimana sih sebenarnya komitmen KSO terhadap penambahan jaringan
> TELEPON?
> > > Ada tetangga di daerah CIBOGO- SARIJADI yang sangat memerlukan LINE
> TELP, tapi sudah SETAHUN nunggu tetap nggak ada kabar?
> > > Apa memang nggak benar komitmen mereka?
> > >
> >
> > Kang Darsoooo ... ini tetangga atawa cerita sedih Kang Darso
> > sendiri he..he...
> > Tapi soal KSO dan JVA bisa minta tolong Kang Dedi Suherman utk menjelaskan
> > kpd kami ?
> >
> > 'dp'
> >
> > >
> > >
> >
> >
>
> ----- Original Message -----
> From: Denny Permana <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Rabu, Maret 24, 1999 12:56
> Subject: Re: [stttelkom] KSO atau JVA, bagusan mana?
>
> >
> >
> > On Mon, 22 Mar 1999, Darso wrote:
> >
> > > Rekans,
> > > Sedikit melontarkan pertanyaan.
> > > Bagaimana sih sebenarnya komitmen KSO terhadap penambahan jaringan
> TELEPON?
> > > Ada tetangga di daerah CIBOGO- SARIJADI yang sangat memerlukan LINE
> TELP, tapi sudah SETAHUN nunggu tetap nggak ada kabar?
> > > Apa memang nggak benar komitmen mereka?
> > >
> >
> > Kang Darsoooo ... ini tetangga atawa cerita sedih Kang Darso
> > sendiri he..he...
> > Tapi soal KSO dan JVA bisa minta tolong Kang Dedi Suherman utk menjelaskan
> > kpd kami ?
> >
> > 'dp'
> >
> > >
> > >
> >
> >


Kirim email ke