Yup, Bu Aris ditunggu ide cemerlangnya & tentu yang practicable. Insya Allah 
kalau rencananya berhasil dalam mengembangkan apa yang sekarang menjadi impian 
Ibu,  kedepan saya bisa memperkenalkan Ibu dengan komunitas petani yang ada 
didaerah saya. yang mana sekarang sedang menantikan kemajuan dibidang pertanian 
& solusi atas segala permasalahan yang ada termasuk didalamnya kekeringan dan 
banjir.

secara face to face saya pribadi sering melakukan komunikasi dengan kelompok 
petani terutama petani padi dan jagung, disana mereka dibagi menjadi beberapa 
blok, satu blok terdiri dari sekitar 8 - 10 petani.

Pak Anton Sendiri Allhamdullilah, sedikit banyak sudah membantu. tetapi memang 
permasalahannnya yang cukup besar sehingga perlu waktu dan perjuangan.

Mudah - mudahan  yang dari IPB bisa semakin banyak berperan dalam memajukan 
pertanian Indonesia & kami tentu sangat menantikan ide - ide cemerlang dari 
saudara seiman yang ada disana.

Wassalamu 'alaikum wrwb
Saepul Bahri
HP: 0817-0894185
Phone: (021) 5923754





   

  ----- Original Message ----- 
  From: aris solikhah 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, January 15, 2008 10:57 AM
  Subject: [syiar-islam] Prediksi: Selain Kedelai, komiditi pertanian Indonesia 
akan naik juga


  Sekedar sharing biar kepala saya tak meledak karena mengamati berita di media 
masa dan merenungkannya dengan kecemasan nasib masa depan Indonesia.

  ----------------------------------------------------------
  Melihat beberapa opini di koran Kompas 
(http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0801/07/opini/4143414.htm), Koran Tempo 
kemarin (http://www.tempointeraktif.com/hg/khusus/kolom// Stagflasi Diambang 
Pintu: Joseph E. Stigliz), maka inflasi yang terjadi di AS akibat kegagalan 
subprime mortgage ditambah faktor lain akan menimbulkan pukulan ekonomi yang 
merambah pada kestabilan ekonomi negara-negara lain diseluruh dunia temasuk 
Indonesia.

  Kondisi ini juga mempengaruhi harga komoditi pertanian, disamping kedelai 
beberapa komoditi pertanian mengalami kenaikan yakni jagung (mungkin juga 
karena peningkatan kebutuhan jagung akibat konversi jagung menjadi 
bioetanol/biofuel sebagai imbas kenaikan harga minyak), gandum, kopi, karet 
(kebutuhan ban untuk outomotif dan meningkat dll): 
http://vibiznews.com/1new/news.php?page=commodity. 

  Dengan adanya liberalisasi pertanian hasil kesepakatan Agriculture 
Agreement/WTO yang ditetapkan saat 2001 di Doha maka setiap kenaikan komoditi 
pertanian yang diperdagangkan dunia akan mempengaruhi Indonesia. Oleh karena 
itulah kenapa tadi malam, Menteri Pertanian memutuskan untuk mengamankan 
kebutuhan kedelai nasional, tarif impor kedelai ditetapkan 0 persen. Keputusan 
ini menurut saya sangat dilematis. Keputusan jangka pendek yang tepat namun 
merugikan dimasa yang akan datang. Jangka pendek, keputusan ini menyelamatkan 
dapur pengrajin tempe, kecap dan yang berbahan baku kedelai. Jangka panjang, 
seolah-olah kebijakan ini lebih memihak kepada pengusaha (importir) dan makin 
menguatkan ketergantungan Indonesia pada impor yang pada akhirnya bisa 
menimbulkan jebakan pangan (food trap) lebih parah lagi. Patut diketahui, 
selama ini 65 persen kebutuhan kedelai nasional dipenuhi dari impor. ( 
http://64.203.71.11/kompas-cetak/0603/25/daerah/2539018.htm)

  Kenaikan kedelai ini, jika kita berfikir, sebenarnya merupakan momentum tepat 
untuk mengarahkan kebijakan pemerintah yang mengarah pada kemandirian 
pertanian. Sebuah kebijakan yang pro poor yakni petani, nelayan, peternak dan 
pengembangan komoditas pertanian lokal. Kedelai (khususnya untuk tempe) bisa 
diganti dengan sumberdaya pagan indigenious/asli Indonesia seperti kacang komak 
asal Probolinggo (yang proteinnya tak kalah dengan kedelai), koro benguk dll. 
Kedua kacang ini pada beberapa daerah telah dibuat tempe. 

  Kami (IPB) akan menggelar conference masalah ini, bagi teman-teman wartawan 
mohon tunggu informasi selanjutnya. 

  salam hangat,
  aris yang solikhah




  "Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, 
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan 
silaturahmi." (Muhammad SAW).
  pustaka tani
  kampusku
  nuraulia

  ---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke