Maju terus Bu Aris.....!!! saat ini sudah terlalu banyak saudara Muslim
kita yang kebanyakan ngomong tapi sedikit berbuat (mungkin termasuk aku
juga.. :p).
Setiap nawaitu yang baik apalagi untuk kemaslahatan ummat,
harus segera diwujudkan... semoga Allah memudahkan realisasi
ide bu Aris... amiin...

2008/1/15 Saepul Bahri <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Yup, Bu Aris ditunggu ide cemerlangnya & tentu yang practicable. Insya
> Allah kalau rencananya berhasil dalam mengembangkan apa yang sekarang
> menjadi impian Ibu, kedepan saya bisa memperkenalkan Ibu dengan komunitas
> petani yang ada didaerah saya. yang mana sekarang sedang menantikan kemajuan
> dibidang pertanian & solusi atas segala permasalahan yang ada termasuk
> didalamnya kekeringan dan banjir.
>
> secara face to face saya pribadi sering melakukan komunikasi dengan
> kelompok petani terutama petani padi dan jagung, disana mereka dibagi
> menjadi beberapa blok, satu blok terdiri dari sekitar 8 - 10 petani.
>
> Pak Anton Sendiri Allhamdullilah, sedikit banyak sudah membantu. tetapi
> memang permasalahannnya yang cukup besar sehingga perlu waktu dan
> perjuangan.
>
> Mudah - mudahan yang dari IPB bisa semakin banyak berperan dalam memajukan
> pertanian Indonesia & kami tentu sangat menantikan ide - ide cemerlang dari
> saudara seiman yang ada disana.
>
> Wassalamu 'alaikum wrwb
> Saepul Bahri
> HP: 0817-0894185
> Phone: (021) 5923754
>
>
> ----- Original Message -----
> From: aris solikhah
> To: [EMAIL PROTECTED] <jurnalisme%40yahoogroups.com>
> Sent: Tuesday, January 15, 2008 10:57 AM
> Subject: [syiar-islam] Prediksi: Selain Kedelai, komiditi pertanian
> Indonesia akan naik juga
>
> Sekedar sharing biar kepala saya tak meledak karena mengamati berita di
> media masa dan merenungkannya dengan kecemasan nasib masa depan Indonesia.
>
> ----------------------------------------------------------
> Melihat beberapa opini di koran Kompas (
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0801/07/opini/4143414.htm), Koran
> Tempo kemarin (http://www.tempointeraktif.com/hg/khusus/kolom// Stagflasi
> Diambang Pintu: Joseph E. Stigliz), maka inflasi yang terjadi di AS akibat
> kegagalan subprime mortgage ditambah faktor lain akan menimbulkan pukulan
> ekonomi yang merambah pada kestabilan ekonomi negara-negara lain diseluruh
> dunia temasuk Indonesia.
>
> Kondisi ini juga mempengaruhi harga komoditi pertanian, disamping kedelai
> beberapa komoditi pertanian mengalami kenaikan yakni jagung (mungkin juga
> karena peningkatan kebutuhan jagung akibat konversi jagung menjadi
> bioetanol/biofuel sebagai imbas kenaikan harga minyak), gandum, kopi, karet
> (kebutuhan ban untuk outomotif dan meningkat dll):
> http://vibiznews.com/1new/news.php?page=commodity.
>
> Dengan adanya liberalisasi pertanian hasil kesepakatan Agriculture
> Agreement/WTO yang ditetapkan saat 2001 di Doha maka setiap kenaikan
> komoditi pertanian yang diperdagangkan dunia akan mempengaruhi Indonesia.
> Oleh karena itulah kenapa tadi malam, Menteri Pertanian memutuskan untuk
> mengamankan kebutuhan kedelai nasional, tarif impor kedelai ditetapkan 0
> persen. Keputusan ini menurut saya sangat dilematis. Keputusan jangka pendek
> yang tepat namun merugikan dimasa yang akan datang. Jangka pendek, keputusan
> ini menyelamatkan dapur pengrajin tempe, kecap dan yang berbahan baku
> kedelai. Jangka panjang, seolah-olah kebijakan ini lebih memihak kepada
> pengusaha (importir) dan makin menguatkan ketergantungan Indonesia pada
> impor yang pada akhirnya bisa menimbulkan jebakan pangan (food trap) lebih
> parah lagi. Patut diketahui, selama ini 65 persen kebutuhan kedelai nasional
> dipenuhi dari impor. (
> http://64.203.71.11/kompas-cetak/0603/25/daerah/2539018.htm)
>
> Kenaikan kedelai ini, jika kita berfikir, sebenarnya merupakan momentum
> tepat untuk mengarahkan kebijakan pemerintah yang mengarah pada kemandirian
> pertanian. Sebuah kebijakan yang pro poor yakni petani, nelayan, peternak
> dan pengembangan komoditas pertanian lokal. Kedelai (khususnya untuk tempe)
> bisa diganti dengan sumberdaya pagan indigenious/asli Indonesia seperti
> kacang komak asal Probolinggo (yang proteinnya tak kalah dengan kedelai),
> koro benguk dll. Kedua kacang ini pada beberapa daerah telah dibuat tempe.
>
> Kami (IPB) akan menggelar conference masalah ini, bagi teman-teman
> wartawan mohon tunggu informasi selanjutnya.
>
> salam hangat,
> aris yang solikhah
>
> "Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa,
> paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan
> silaturahmi." (Muhammad SAW).
> pustaka tani
> kampusku
> nuraulia
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke