Bismillahirrahmaanirahiim.

Apa bedanya politisi, rakyat/hamba, tentara, di dalam islam ?? dikotomi inilah 
yang menyebabkan izzul islam wal muslimin belum terwujud. Seharusnya, setiap 
mukmin mendudukan dirinya sebagai :
1. Politisi ( politisi tidak identik dengan anggota partai politik) -orang yang 
paham dien/agama pasti dia seorang politisi, bukankah "ad dien as siyasah" ??-. 
Kalau politisi hanya dibatasi orang yang menjadi "anggota dewan sekuler", mana 
ada yang peduli dengan kita2, apalagi demi tegakknya Khilafah Islamiyah. Yang 
ada hanya bagaimana caranya menpertahankan kursi kekuasaan, bahkan kalau perlu 
dengan segala macam cara. Negakkin syari`at ?...ya.....yang menghasilkan fulus. 
Kalau enggak ??........jangan harap......

2. Rakyat/hamba, yang siap untuk mendengar dan tho`at terhadap setiap perintah 
ulil amri dalam rangka amr ma`ruf nahi munkar. Bukan hanya sekerdar amar makruf 
tapi korupsi, pabrik miras, pati pijat plus, biyard judi, lokalisasi dll di 
diamkan, bahkan pajaknya diterima kemudian buat bangun masjid dan naik haji, 
na`udzubillah.

3.Tentara, benteng Negara -Khilafah- Islam. Siap membela tanah air Islam-nya 
dari makar-makar musuh Alloh dan musuh Islam dan para penghianat agama. Dialah 
penegak panji2 Islam Laa Illaha illalloh Muhammadarasululloh, siap untuk 
menetaskan keringat bahkan kucuran darah hingga Islam itu jaya atau dia harus 
hancur membelanya.

Itulah wujud syahadah setiap mukmin yang ming-imani syahadahnya. Kerinduan akan 
syahadah adalah kerinduan akan tegaknya syariah ataupun syahid dengan lambaian 
bidadari syurga.

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari 
keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." (qs. 2:207)

Kalau masalah tersebut hanya diserahkan kepada  politisi-para "anggota Dewan 
sekuler", orang yang bodoh adalah orang yang jatuh ke dalam lubang yang sama 
berkali-kali.

Apakah kita kurang bukti sejarah, -dengan tidak mengurangi rasa hormat- bahwa 
Indonesia pernah di pimpin oleh orang Islam sekaliber : Amien Rais (MPR), 
Gusdur (Pres), Hidayat NW (MPR), M.Natsir (PM orla), tapi Indonesia dari dulu 
sampe sekarang tetaplah ber Undang2 dengan Undang2 si kafir "Londo/Belanda".

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik 
hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah  isi hatinya, padahal ia adalah 
penantang yang paling keras.(Qs.2:204)

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai , lalu mereka menghalangi  
dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka 
kerjakan.Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah 
beriman, kemudian menjadi kafir  lalu hati mereka dikunci mati; karena itu 
mereka tidak dapat mengerti.Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka 
menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan 
mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar . Mereka mengira bahwa 
tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh  
maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah 
mereka sampai dipalingkan ?Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah , agar 
Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu 
lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri. (Qs.63:2-5)

wallahu`alam

kata Aa Gim, siapa lagi kalau bukan kita, .............kapan lagi kalau bukan 
sekarang.............






----- Original Message ----- 
  From: aris solikhah 
  To: Ie 
  Sent: Tuesday, January 15, 2008 1:26 PM
  Subject: Re: [syiar-islam] Prediksi: Selain Kedelai, komiditi pertanian 
Indonesia akan naik juga


  wassalamu'alaikum wr wb
  Insya Allah saya setuju dengan poin antum hanya saja pasti akan banyak yang 
nolak dan mengalami resistensi. Disamping itu jawaban dibawah, mohon maaf, 
bukanlah jawaban seorang politisi yang memahami alur fakta dan realita sehingga 
tak membentuk pemahaman sempurna bagi masyarakat yang nanti menghantarkan pada 
kesadaran umat
  salam,
  aris

  Ie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Assalamu`alaikum ww

    Siapapun pemimpinnya dan dari partai manapun, hal yang demikian tidak akan 
bisa dihindari kecuali: Umat Islam bertaubat kepada Alloh dengan sebenar2nya 
taubat dengan cara :

    1.Kembali kepada Islam baik : Idiologi, Politik, Ekonomi dan Sosbud.

    2.Kembali kepada Syari`at Islam. Bubarkan Negara Kesatuan Republik 
Indonesia GANTI dengan Negara -Khilafah- Islam Indonesia.

    3.Putuskan Hubungan Diplomatik dengan antek2 Yahudi dan AS.

    4.Insya Alloh masyarakat akan adil, makmur dan sejahtera, kalau 
enggak.....................

    "Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka 
berpegang kepada tali  Allah dan tali  dengan manusia (dibawah lindungan Negara 
Islam-lihat tafsir alqur`an-red), dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari 
Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu  karena mereka kafir 
kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang 
demikian itu  disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." (Qs.3:112)









  "Manusia  yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, 
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan 
silaturahmi." (Muhammad SAW).
  pustaka tani
  kampusku
  nuraulia


------------------------------------------------------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke