Ass wr wb,
kalau menurut saya, ini yang dinamakan sebagai fenomena da'i infotainment,
Pak Abdi, pernyataan satu sama lainnya saling gak sinkron, persis seperti
artis2 sinetron :))
Dulu pernah saya baca di salah satu tabloid sekitar awal2 tahun ini jika sang
da'i belum punya niatan untuk berpoligami, walaupun si istri sudah memberikan
lampu hijau. Menurutnya pada saat itu, untuk apa punya istri lagi, toh istri
yang sekarang sudah cantik, soleh, taat pada suami, dan sayang pada keluarga.
Namun kenyataan pada jumpa pers kemarenan itu, sang junjungan da'i besar
tersebut malah memberi pernyataan yang gak sinkron, yaitu bahwa tema poligami
sudah digodok dengan sang istri pertama sejak 5 tahun yang silam, dalam arti
sudah 5 tahun yang lalu kan si da'i sudah berminat menikah lagi well..well
well... kebalik 180 derajat dong sama pernyataan di tabloid tersebut....entah
ya jika si tabloid bikin wawancara 'gaib' heheheh, tapi kalo tidak benar kan
seharusnya disomasi dong ya tu tabloid...
Soal hati teh Ninih sebagai istri pertama, yah kebetulan sekali kan pak,
punya istri yang sangat taat dan cinta pada suami, juga sangat gak neko-neko
pula, manut apa saja kata suami, jadinya sangat gampang untuk di doktrinasi
dan di-brainwashing dengan ajaran2 untuk menerima poligami (yang benar MENURUT
PIKIRAN SANG DA'I loh).Dengan tutur kata lemah lembut dan sopan dalam
mengutarakan keinginannya untuk 'menyelamatkan' janda-.janda (cantik) yang
belum mendapat suami lagi, serta janji-janji akan mendapat surga kekal dari
Allah SWT bilamana menuruti keinginan suami (untuk kawin lagi) bagaimana teh
Ninih gak takluk?
Btw, ada sambungan lagu dari sang da'i :
'Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori,....(jangan
takut poligami, karena itu hukum ilahi... :))'
wassalam,
abdicipta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu'alaikum Wr. Wb.
A'a Gym Yth.
Sebagai figur yang saya hormati dan kagumi, sehubungan dengan
pernikahan Anda, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal yang mudah
mudahan dapat pula mewakili rasa penasaran rekan rekan lainnya.
1. Mengapa A'a Gym sampai perlu menunggu 3 (tiga) bulan, baru
mengumumkan ke khalayak mengenai status pernikahan A'a Gym yang
kedua. Bukankah hal tersebut dapat menjadi fitnah bagi yang tidak
mengetahuinya ?
2. "Kalau memang Poligami bagus, kampanyenya-kan harus "yakin"! dan tidak boleh
menimbulkan bias persepsi dikalangan umat ? Bukankah dengan menunda mengumumkan
malah membuat umat jadi bertanya tanya ? Apakah A'a Gym ragu ? Kalau alasannya
khawatir umat belum siap, bukankah memang sudah seharusnya di siapkan ?
3. Mengapa A'a Gym sampai perlu mengingatkan untuk tidak asal meniru
keteladanan A'a Gym menikah lebih dari satu, karena perlu
persyaratan tertentu. Seolah olah A'a Gym ingin mengatakan hanya
orang orang seperti A'a Gym yang dapat berlaku adil. Apakah
ini tidak termasuk 'Ujub ? Bagaimana dengan lagu "Jagalah hati,
jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori ?
4. Kalau Teh Nini mengatakan ini sebagai sebagai ujian ke ikhlasan
seorang istri, bukankah ini juga sebagai ujian keikhlasan A'a Gym
menjaga perasaan seorang istri (Teh Nini mengatakan sebagai seorang
perempuan hatinya "berat"). Bukankah menjaga perasaan Teh Nini, juga
jadi "ladang amal" buat A'a Gym ?
5. Dikoran saya baca ada statement "A'a Gym juga manusia". Apa
maksudnya ? Apakah lebih ke urusan syahwat ? Karena setahu saya,
yang nabi nikahi, janda janda korban perang. Apakah kalau ada janda
janda lain misal nenek nenek yang tidak mampu, mau jadi istri A'a Gym, apakah
boleh ?
Ada yang mau nambahin ?
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get
things done faster.
[Non-text portions of this message have been removed]