Sebenarnya sudah benar apa yang dikatakan Pak Arief Rachman Hakim,
syarat untuk menikah lagi adalah: _berlaku adil_
berlaku adil perlu di-emphasize di sini bahwa jika tidak dapat berlaku
adil, JANGAN coba-coba berpoligami. Syarat yang ditentukan sangat berat
dan akan dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Tidak ada manusia yang dapat berlaku adil (hanya Allah yang mutlak
keadilan-Nya), masing-masing hati condong kepada sesuatu yang lain.
Adil di sini adalah adil dalam bentuk nafkah lahir dan batin, rasa aman,
rasa cinta kasih dan sebagainya. Sekali lagi harus adil seperti yang
dicontohkan Nabi. Nabi memberikan masing-masing istri rumah dan memberi
rasa kasih sayang yang merata.

Zaman sekarang tidak dapat dipungkiri bahwa kadang poligami hanya untuk
memuaskan nafsu semata (no offense, ini pendapat pribadi).

Pada hari Senin, tanggal 04/12/2006 pukul 08:40 +0000, Erika agusyafitri
menulis:
> Maaf nech .....cuma mau nambahin dikit..
> 
> Memang betul di dalam al-qur'an ada dalil yang seperti itu
> tapi...sekarang kita liat lagi apakah benar-benar ada manusia yang
> benar-benar dapat berlaku adil membagi semuanya secara rata???
> dan saya juga kurang tau juga sih alasan aa'gym menikah tapi jika
> bukan karna nafsu kenapa kok memilih wanita yang cantik dan malah
> lebih muda dari teh nini, apa aa'gyim juga gak kasihan sama
> anak-anaknya ??? masih kecil-kecil dan banyak pula, mungkin secara
> materi kebutuhan mereka dapat tercukupi tapi bagimana dari segi kasih
> sayang dan perhatian ??
> Saya sangat menyayangkan kenapa islam menghalal kan poligami bukankah
> dimata islam wanita begitu mulya?? kenapa harus disakiti dan diduakan
> malah dikhianati dengan dalil poligami??
> Dimana islam memandang kesetiaan dan pengabdian seorang istri, terus
> terang saya termasuk wanita yang sangat menentang poligami, apalagi
> jika tidak ada alasan yang masuk akal....jika memang seorang istri
> sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan lahir dan batin seorang suami
> atau tidak dapat memberikan keturunan baru itu dapat dimaklumi .
> Dan wanita seperti t'nini lah yang membuat seolah-olah poligami hal
> yang dapat ditoleri mengorbankan perasaan dan harga diri sebagai
> wanita seolah-olah wanita itu mahluk yang begitu kuat menerima sebuah
> penghianatan.
> Kenapa seh dalam islam harus ada polygami yang membuat laki-laki
> brengsek mata keranjang bersembunyi dibalik topeng agama
> 
> 
> Arief Rachman Hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum.
> 
> Bagaimanakah hukum poligami menurut islam? Apakah dalil-nya?
> 
> Saya tidak pintar dalam hal agama islam. Tapi setau saya islam
> menganjurkan (kalimat di alquran adalah "kawinilah") dan jumlah
> maksimalnya adalah 4. Syaratnya harus dapat adil.
> 
> Sayangnya masyarakat islam indonesia belum bisa menerima poligami.
> Menurut saya apabila poligami dilakukan orang se-kaliber aa gym insya
> Allah pilihannya bukan hanya nafsu semata. Wallohua'lam.
> 
> Maaf kalau saya salah dan mohon dikoreksi. Wassalam.


-- 
M. Zayn Hamdan
Jual website dan weblog murah! http://www.big-grin.or.id

Kirim email ke