Tambahin dikit... kali ini dari segi kesehatan reproduksi. Referensi: http://www.muslimsources.com/id/sehat/?kid=20
Pada halaman situs di atas disebutkan bahwa pematangan sperma butuh waktu 2 -3 hari, sehingga frekuensi coitus yang ideal adalah 2 - 3 kali seminggu. Dengan catatan: coitus ditujukan untuk mendapatkan keturunan dari benih yang benar2 matang dan siap melakukan perjalanan panjang menuju rahim si istri. Dengan 1 istri, tentunya tidak susah untuk mengikuti anjuran di atas. Si istri tentunya bisa bersabar menunggu jatah tiap 2 - 3 hari sekali untuk mendapatkan benih unggul. Dua istri? Nanti dulu.... Dengan dua istri, berarti tiap istri harus sabar menunggu 4 - 6 hari sekali untuk mendapatkan jatah "siraman rohani". Sekali lagi, ini jika coitus ditujukan untuk mendapatkan keturunan, bukan sekedar bersenang-senang. Jika coitus ditujukan hanya untuk bersenang-senang, alangkah malangnya si istri yang kebagian benih sperma yang belum matang, karena si suami baru kemarin memberikan benih terbaiknya kepada istri yang satunya. Silly angle, huh? abdicipta wrote: > > Assalamu'alaikum Wr. Wb. > > A'a Gym Yth. > > Sebagai figur yang saya hormati dan kagumi, sehubungan dengan > pernikahan Anda, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal yang mudah > mudahan dapat pula mewakili rasa penasaran rekan rekan lainnya. > > 1. Mengapa A'a Gym sampai perlu menunggu 3 (tiga) bulan, baru > mengumumkan ke khalayak mengenai status pernikahan A'a Gym yang > kedua. Bukankah hal tersebut dapat menjadi fitnah bagi yang tidak > mengetahuinya ? > > 2. "Kalau memang Poligami bagus, kampanyenya-kan harus "yakin"! dan > tidak boleh menimbulkan bias persepsi dikalangan umat ? Bukankah > dengan menunda mengumumkan malah membuat umat jadi bertanya tanya ? > Apakah A'a Gym ragu ? Kalau alasannya khawatir umat belum siap, > bukankah memang sudah seharusnya di siapkan ? > > 3. Mengapa A'a Gym sampai perlu mengingatkan untuk tidak asal meniru > keteladanan A'a Gym menikah lebih dari satu, karena perlu > persyaratan tertentu. Seolah olah A'a Gym ingin mengatakan hanya > orang orang seperti A'a Gym yang dapat berlaku adil. Apakah > ini tidak termasuk 'Ujub ? Bagaimana dengan lagu "Jagalah hati, > jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori ? > > 4. Kalau Teh Nini mengatakan ini sebagai sebagai ujian ke ikhlasan > seorang istri, bukankah ini juga sebagai ujian keikhlasan A'a Gym > menjaga perasaan seorang istri (Teh Nini mengatakan sebagai seorang > perempuan hatinya "berat"). Bukankah menjaga perasaan Teh Nini, juga > jadi "ladang amal" buat A'a Gym ? > > 5. Dikoran saya baca ada statement "A'a Gym juga manusia". Apa > maksudnya ? Apakah lebih ke urusan syahwat ? Karena setahu saya, > yang nabi nikahi, janda janda korban perang. Apakah kalau ada janda > janda lain misal nenek nenek yang tidak mampu, mau jadi istri A'a Gym, > apakah boleh ? > > Ada yang mau nambahin ? > > Wassalamu'alaikum Wr. Wb. > >
