Sayapun sangat anti poligami, karena itu sedikit banyak "pasti" menyakitkan 
hati wanita.
tapi kalo semua itu sudah diatur oleh Alqur'an sekarang tinggal bagai mana kita 
menyikapinya
jangan sampai ada yang berpoligami, ybs sebagai panutan lagi kita sebagai umat 
Islam jadi
bercerai berai, itulah demokratisnya agama Islam ada ketentuan siapa yang mau 
dan bisa 
bersikap "adil", tapi kata adil hanya bisa dibuktikan dengan berjalanya waktu, 
barangkali
ustadz kita ada alasan yang lain selain "adil", seperti junjungan kita kan juga 
ada sejarahnya
kenapa beliao beristri lebih dari satu.
Untuk itu mari kita sikapi hal ini dengan selalu mohon petunjuk agar apa yang 
kita takutkan 
ber"poligami" menjadi hal yang sangat pribadi untuk keluarga tidak menimpa kita.
 

________________________________

From: [email protected] on behalf of Erika agusyafitri
Sent: Mon 04/12/2006 15:40
To: [email protected]
Subject: Re: TaManBinTaNG >>> Surat Terbuka untuk A'a Gymnastiar



Maaf nech .....cuma mau nambahin dikit..

Memang betul di dalam al-qur'an ada dalil yang seperti itu tapi...sekarang kita 
liat lagi apakah benar-benar ada manusia yang benar-benar dapat berlaku adil 
membagi semuanya secara rata???
dan saya juga kurang tau juga sih alasan aa'gym menikah tapi jika bukan karna 
nafsu kenapa kok memilih wanita yang cantik dan malah lebih muda dari teh nini, 
apa aa'gyim juga gak kasihan sama anak-anaknya ??? masih kecil-kecil dan banyak 
pula, mungkin secara materi kebutuhan mereka dapat tercukupi tapi bagimana dari 
segi kasih sayang dan perhatian ??
Saya sangat menyayangkan kenapa islam menghalal kan poligami bukankah dimata 
islam wanita begitu mulya?? kenapa harus disakiti dan diduakan malah dikhianati 
dengan dalil poligami??
Dimana islam memandang kesetiaan dan pengabdian seorang istri, terus terang 
saya termasuk wanita yang sangat menentang poligami, apalagi jika tidak ada 
alasan yang masuk akal....jika memang seorang istri sudah tidak mampu memenuhi 
kebutuhan lahir dan batin seorang suami atau tidak dapat memberikan keturunan 
baru itu dapat dimaklumi .
Dan wanita seperti t'nini lah yang membuat seolah-olah poligami hal yang dapat 
ditoleri mengorbankan perasaan dan harga diri sebagai wanita seolah-olah wanita 
itu mahluk yang begitu kuat menerima sebuah penghianatan.
Kenapa seh dalam islam harus ada polygami yang membuat laki-laki brengsek mata 
keranjang bersembunyi dibalik topeng agama


Arief Rachman Hakim <[EMAIL PROTECTED] <mailto:arief.r.hakim%40gmail.com> > 
wrote:
Assalamualaikum.

Bagaimanakah hukum poligami menurut islam? Apakah dalil-nya?

Saya tidak pintar dalam hal agama islam. Tapi setau saya islam
menganjurkan (kalimat di alquran adalah "kawinilah") dan jumlah
maksimalnya adalah 4. Syaratnya harus dapat adil.

Sayangnya masyarakat islam indonesia belum bisa menerima poligami.
Menurut saya apabila poligami dilakukan orang se-kaliber aa gym insya
Allah pilihannya bukan hanya nafsu semata. Wallohua'lam.

Maaf kalau saya salah dan mohon dikoreksi. Wassalam.

Pada tanggal 06/12/04, Verginia Manda Dewi <[EMAIL PROTECTED] 
<mailto:verginiamd%40yahoo.com> > menulis:
>
>
> Ass wr wb,
>
> kalau menurut saya, ini yang dinamakan sebagai fenomena da'i infotainment, 
> Pak Abdi, pernyataan satu sama lainnya saling gak sinkron, persis seperti 
> artis2 sinetron :))
>
> Dulu pernah saya baca di salah satu tabloid sekitar awal2 tahun ini jika sang 
> da'i belum punya niatan untuk berpoligami, walaupun si istri sudah memberikan 
> lampu hijau. Menurutnya pada saat itu, untuk apa punya istri lagi, toh istri 
> yang sekarang sudah cantik, soleh, taat pada suami, dan sayang pada keluarga. 
> Namun kenyataan pada jumpa pers kemarenan itu, sang junjungan da'i besar 
> tersebut malah memberi pernyataan yang gak sinkron, yaitu bahwa tema poligami 
> sudah digodok dengan sang istri pertama sejak 5 tahun yang silam, dalam arti 
> sudah 5 tahun yang lalu kan si da'i sudah berminat menikah lagi well..well 
> well... kebalik 180 derajat dong sama pernyataan di tabloid tersebut....entah 
> ya jika si tabloid bikin wawancara 'gaib' heheheh, tapi kalo tidak benar kan 
> seharusnya disomasi dong ya tu tabloid...
>
> Soal hati teh Ninih sebagai istri pertama, yah kebetulan sekali kan pak, 
> punya istri yang sangat taat dan cinta pada suami, juga sangat gak neko-neko 
> pula, manut apa saja kata suami, jadinya sangat gampang untuk di doktrinasi 
> dan di-brainwashing dengan ajaran2 untuk menerima poligami (yang benar 
> MENURUT PIKIRAN SANG DA'I loh).Dengan tutur kata lemah lembut dan sopan dalam 
> mengutarakan keinginannya untuk 'menyelamatkan' janda-.janda (cantik) yang 
> belum mendapat suami lagi, serta janji-janji akan mendapat surga kekal dari 
> Allah SWT bilamana menuruti keinginan suami (untuk kawin lagi) bagaimana teh 
> Ninih gak takluk?
>
> Btw, ada sambungan lagu dari sang da'i :
>
> 'Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori,....(jangan 
> takut poligami, karena itu hukum ilahi... :))'
>
> wassalam,
>
> abdicipta <[EMAIL PROTECTED] <mailto:abdicipta%40yahoo.com> > wrote: 
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.- Tampilkan potongan email sebelumnya -
>
> A'a Gym Yth.
>
> Sebagai figur yang saya hormati dan kagumi, sehubungan dengan
> pernikahan Anda, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal yang mudah
> mudahan dapat pula mewakili rasa penasaran rekan rekan lainnya.
>
> 1. Mengapa A'a Gym sampai perlu menunggu 3 (tiga) bulan, baru
> mengumumkan ke khalayak mengenai status pernikahan A'a Gym yang
> kedua. Bukankah hal tersebut dapat menjadi fitnah bagi yang tidak
> mengetahuinya ?
>
> 2. "Kalau memang Poligami bagus, kampanyenya-kan harus "yakin"! dan tidak 
> boleh menimbulkan bias persepsi dikalangan umat ? Bukankah dengan menunda 
> mengumumkan malah membuat umat jadi bertanya tanya ? Apakah A'a Gym ragu ? 
> Kalau alasannya khawatir umat belum siap, bukankah memang sudah seharusnya di 
> siapkan ?
>
> 3. Mengapa A'a Gym sampai perlu mengingatkan untuk tidak asal meniru
> keteladanan A'a Gym menikah lebih dari satu, karena perlu
> persyaratan tertentu. Seolah olah A'a Gym ingin mengatakan hanya
> orang orang seperti A'a Gym yang dapat berlaku adil. Apakah
> ini tidak termasuk 'Ujub ? Bagaimana dengan lagu "Jagalah hati,
> jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori ?
>
> 4. Kalau Teh Nini mengatakan ini sebagai sebagai ujian ke ikhlasan
> seorang istri, bukankah ini juga sebagai ujian keikhlasan A'a Gym
> menjaga perasaan seorang istri (Teh Nini mengatakan sebagai seorang
> perempuan hatinya "berat"). Bukankah menjaga perasaan Teh Nini, juga
> jadi "ladang amal" buat A'a Gym ?
>
> 5. Dikoran saya baca ada statement "A'a Gym juga manusia". Apa
> maksudnya ? Apakah lebih ke urusan syahwat ? Karena setahu saya,
> yang nabi nikahi, janda janda korban perang. Apakah kalau ada janda
> janda lain misal nenek nenek yang tidak mampu, mau jadi istri A'a Gym, apakah 
> boleh ?
>
> Ada yang mau nambahin ?
>
> Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
>
> ---------------------------------
> Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and 
> get things done faster.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
<http://uk.messenger.yahoo.com>  

[Non-text portions of this message have been removed]



 

Kirim email ke