Mejuah-juah Nangkoel (Gutul) ras kerina permilis sirulo " Ada indikasi pemekaran Berastagi adalah untuk menjadikan daerah tersebut menjadi tempat wisata seks terbesar di Sumatra." (Nangkoel)
Indikasi si la mehuli ndai. Lanai kin lit indikasi si mehuli ibas pemekaran pemko Berastagi enda? Aku pe ikut nungkun bas ukur. Baik dan jahat, mejile ras mejin, good and evil, la terpisahken atau tetap ibas sada kesatuan. Bagi mata uang logam (coin) dua belahan dalam sada coin. Mesera nge kuakap atau la mungkin ngantusi si mejile adi la lit si mejin. Munginkah kita membayangkan yang baik sekiranya kita tidak pernah mengerti apa itu yang buruk. Filosofis sekali pula ini, membayangkan saja pun susah hehehe . . . Relax saja Nangkoel, arah epe banci sideheri. . . . Aku enda mbayangken saja. Sekiranya terlaksana pemko Betastagi dan semuanya sudah jadi evil, lanai lit sitikpe atau sada pe si good, uga nina kalak Berastagi atau kalak Kabanjahe si ndeher ka ku Berastagi? Atau kalak Karo sekeliling Berastagi? persoalen pokokna emkap masalah "the duties and temptations of a noble mind in an evil world", kusalinken dari posting si lewat. Masalah duties and temptations, noble mind and evil mind, kesatuan dari segi-segi bertentangan hal-ihwal ndai kang. Segi-segi bertentangan enda la erngadi-ngadi berjuang saling menyisihkan sampai salah satu kalah dan yang satu menang, atau enda proses perkembangan hal-ihwal 'tes-antites-sintes' (Hegel) atau bagi si biasa kuterjemahken: 'tenang-kacau-tenang lagi'. Maka labo la mungkin si evil enda ndai dominasi pemko Berastagi sada waktu. Tapi la kabo la mungkin maka si good adah ndai menang janah menguasai pemko Berastagi ka sada waktu. Tapi sada pe labo benne, sebab si good ras si evil adah ndai je nge rusur bagi dua belahan mata uang coin adah ndai. Kalak Berastagi ras kalak Karo ngenda si erbahan apai si menang ibas perjuangan enda. Adi kalak Karo enggo jadi evil kerina, eak enggo ka me jadi evil pemko. Tapi enggo pe jadi evil kerina, perjuangan adah ndai la pernah ngadi sebab je denga nge rusur duana. Terserah man banta (mayoritas) jadi kai kita, enda me kari simenentuken apai si menang bas perjuangan adah ndai. Eak Nangkoel, ntah labo sada pe jelma si ngantusi kai si suratken enda, tapi bage me ngenca beluhku pe, Sentabi . . . Bujur ras mejuah-juah MUG --- In [email protected], Gutul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mejuah-juah aron, > > Ada sebagian kalangan masyarakat karo berpendapat bahwa pemekaran Berastagi > hanya akan menjual martabat masyarakat karo. Pendapat ini muncul ketika > melihat pentolan orang-orang yang ada dibalik pengusungan pemekaran > Berastagi. Sebagian besar dari pentolan-pentolan tersebut adalah orang-orang > berduit dari bisnis prostitusi di kawasan Berastagi. Hal inilah yang menjadi > kekhawatiran sebagian masyarakat karo yang khawatir akan pemekaran tersebut. > Ada indikasi pemekaran Berastagi adalah untuk menjadikan daerah tersebut > menjadi tempat wisata seks terbesar di Sumatra. > > Saya sendiri merasa pendapat/pemikiran tersebut adalah konyol, tapi adi > payo.. uga ninta...? > > On Fri, Feb 29, 2008 at 2:06 AM, Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Terkait Penolakan Kunjungan DPD-RI > > Gubsu akan Surati Bupati Karo > > Selasa, 26-02-2008 > > *mulyadi hutahaean > > > > MedanBisnis Medan > > Gubsu Rudolf M Pardede akan menyurati Bupati Karo guna mempertanyakan > > masalah penolakan Pemkab menerima kunjungan Panitia Ad Hoc I DPD- RI ke > > daerah itu yang dijadwalkan, Senin (25/2), dalam rangkaian pengkajian > > pemekaran Nias dan Karo. Akibat penolakan itu, DPD hanya mengunjungi Nias. > > > > "Nanti kita (melalui Gubsu-red) akan menyurati Bupati Karo guna > > mempertanyakan alasan penolakan kunjungan Panitia Ad Hoc I DPD RI > > tersebut. Karena Bupati Karo menolak, saat ini panitia pembahasan dan > > pengkajian pemekaran Nias dan Karo masih melakukan kunjungan ke Nias," > > kata Asisten Pemerintahan Setdapropsu Hasiholan Silaen SH kepada > > wartawan, Senin (25/2), di Kantor Gubsu. > > > > Sebelum rombongan Panitia Ad Hoc I DPD-RI yang di Ketuai Lundu > > Panjaitan SH itu berkunjung ke Nias, mereka beraudiensi ke Gubsu > > Rudolf M Pardede di ruang kerjanya. Rombongan DPD terdiri dari Ir > > Marhany (DPD Sulut), Muspani SH (DPD Bengkulu) Drs H Hasan (DPD > > Jambi), Adnan NS (NAD) dan Henry Frankin (DPD Kepri). > > > > Kepada Gubsu, Lundu Panjaitan mengatakan, kunjungan mereka ke Sumut > > guna menindaklanjuti Amanat Presiden (Ampres) tentang Pemekaran 4 > > kabupaten/kota dan 1 propinsi di Sumut. > > > > "Sehubungan dengan keluarnya Ampres tentang pemekaran kabupaten/kota, > > DPD mempunyai kewajiban melakukan evaluasi dengan melihat langsung ke > > lapangan daerah-daerah calon pemekaran. Sehingga hasilnya akan > > disampaikan dalam bentuk rekomendasi kepada DPR-RI untuk pembahasan > > RUU," ujar Lundu Panjaitan. > > > > Untuk itu, rombongan DPD RI akan berangkat ke Gunungsitoli dan bertemu > > dengan Bupati Nias, DPRD, Muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama dan > > panitia pembentukan kabupaten Nias Utara, Nias Barat dan Gunungsitoli > > tanggal 26 Februari 2008, sekaligus meninjau Kecamatan Kota Gunungsitoli. > > > > Sementara itu, Gubsu yang didampingi Asisten Pemerintah Hasiholan > > Silaen SH, Karo Otda Setdapropsu Drs Bukit Tambunan dan Kabid Humas > > Pimpinan Drs ML Tobing mengatakan, Pempropsu menyatakan terima kasih > > atas telah diresponnya usul tentang pembentukan daerah otonom baru > > kabupaten Nias Barat, Nias Utara dan Gunungsitoli sebagai pemekaran > > kabupaten Nias dan kota Berastagi sebagai pemekaran dari kabupaten Karo. > > > > Dijelaskannya, bahwa Presiden telah menerbitkan amanat Presiden kepada > > Mendagri selaku ketua tim DPOD untuk membahas usul inisiatif DPR- RI > > terhadap draft RUU pembentukan daerah diantaranya pembentukan daerah > > kabupaten Nias Barat, kabupaten Nias Utara, Kota Gunungsitoli, Kota > > Berastagi dan pembentukan Propinsi Tapanuli. > > Takut Kehilangan PAD > > > > Di Kantor Gubsu, Ketua Panitia Pemekaran Kota Berastagi Iwan Sembiring > > merasa heran dengan penolakan Bupati Karo soal kunjungan Panitia Ad > > Hoc I DPD RI. > > > > "Kami menduga bupati menolak pemekaran Kota Berastagi karena takut > > kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Karo. Sebab, dari > > Bersatagi diperoleh PAD untuk Karo sebesar Rp 25 miliar atau sekitar > > 40% dari PAD Karo," jelas Iwan Sembiring. > > > > Iwan Sembiring menambahkan, penolakan Bupati Karo atas pemekaran Kota > > Berastagi yang terdiri dari tiga kecamatan (Daulat Rakyat, Berastagi > > dan Merdeka) itu hanya ketakutan akan kehilangan potensi ekonomi > > Kabupaten Karo dan Berastagi sebagai salah satu tujuan objek wisata di > > Sumut. "Kami heran mengapa pada hari "H" disaat tim pengkajian > > melakukan kunjungan ditolak bupati. Padahal, sebelumnya > > (pemekaran-red) sudah disidangkan di DPRD Sumut dan Gubsu sudah > > membuat surat rekomendasi," jelasnya. > > > > > > > > > > -- > nangkoel Gutul > THE SHEPHERD > http://www.nangkoel.com > ================== >
