yah labo min masalah kel bicara iangkat hal2 yang pait sekalipun dalam perjuangan bersama. tapi persoalenna adi memang kin pemainna gundari (red. panitia) orang berbisnis Prostitusi, gundari gia me daci nge kembangkenna adi e kin atenan. kenapa tunggu mekar?
Jadi kalau kita bercerita tentang hal-hal yang kurang serek di hati jangan ambil persoalan si membuat kacau di milis ini yang hasilnya sebuah kontraversi terhadap perjuangan teman2 yang sudah capek dan tidak dihargai pemerintah karo. Setidaknya dalam hal rasional sah-sah saja kalau ada pro-kontra dalam memperjuangkan kepentingan di dunia ini. aku pe kubegi-begi lit nge pitu judul arah pemekaren enda 1. Adi Mekar berastagi Kesejahtraan Rakyat akan semakin membaik 2. Adi mekar Berastagi Sianu Wali kota, sianu Ketua DPR na, Ah.. kepala dinasna dll 3. Adi mekar Berastagi Kalak Karo lah kin pagi Wali kotana. Siap nge kita Jawa Walikota, Teba Wakilna 4. Adi mekar berastagi Uga nge prekonomian daerah karo sidebanna 5. Mekar berastagi harga pupuk i Kab karo naik. karna memakai tarif pajak Pemko yang lebih tinggi. 6. Adi mekar Berastagi Hasil Pertanian akan lebih baik 7. Adi mekar berastagi Pariwisata akan maju dan mendunia Endan sitik buena tentang hal-hal pemekaran Pemko Berastagi si terliput ibas aku nari. yah sebagai penonton hanya bisa memandang dan mendengar cerita di kede kopi (cakap kede nina kin) aminna pe bage lebih jelas ketimbang PEMKAB KARO yang tidak jelas menanggapi apapun. Ngata sepak pe la beluh ngataken lang pe latehna mbere alasen Bujur nake Bangoen --- shodan purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > MJJ man Gutul: > > Adi tuhu 'konyol' akapndu ranan 'kalak' ei, perlu > denga kin i sungkunndu ka, "adi payo" bage, uga > ninta? > > Adi kam nggit, jilen kuakap i pesehndu ise si > ngerana bage? Gelah banci si sungkuni ise ka kin > akapna "pentolan" berbisnis / duit dari biznis > prostitusi? Aku kebetulen anak Berastagi, amin gia > aku la ikut ibas panitia, aku ka pe labo 'pentolan' > dibalik layar, tapi kutandai menam kerina si masuk > ibas Panitia. Si kueteh la lit diantara panitia inti > ei si ber biz prostitusi... > > Emaka ulin kuakap per-gutul-ta bagi pergutul Pa > Jungut. > > Sentabi, > Bp. Nona Sampaguita > > > ----- Original Message ---- > From: Gutul <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Friday, February 29, 2008 8:25:42 AM > Subject: Re: [tanahkaro] Pemekaran << Pikiran aneh > > Mejuah-juah aron, > > Ada sebagian kalangan masyarakat karo berpendapat > bahwa pemekaran Berastagi hanya akan menjual > martabat masyarakat karo. Pendapat ini muncul ketika > melihat pentolan orang-orang yang ada dibalik > pengusungan pemekaran Berastagi. Sebagian besar dari > pentolan-pentolan tersebut adalah orang-orang > berduit dari bisnis prostitusi di kawasan Berastagi. > Hal inilah yang menjadi kekhawatiran sebagian > masyarakat karo yang khawatir akan pemekaran > tersebut. Ada indikasi pemekaran Berastagi adalah > untuk menjadikan daerah tersebut menjadi tempat > wisata seks terbesar di Sumatra. > > Saya sendiri merasa pendapat/pemikiran tersebut > adalah konyol, tapi adi payo.. uga ninta...? > > > On Fri, Feb 29, 2008 at 2:06 AM, Si Laga Man > <juara_ginting@ yahoo.co. uk> wrote: > > Terkait Penolakan Kunjungan DPD-RI > Gubsu akan Surati Bupati Karo > Selasa, 26-02-2008 > *mulyadi hutahaean > > MedanBisnis Medan > Gubsu Rudolf M Pardede akan menyurati Bupati Karo > guna mempertanyakan > masalah penolakan Pemkab menerima kunjungan Panitia > Ad Hoc I DPD-RI ke > daerah itu yang dijadwalkan, Senin (25/2), dalam > rangkaian pengkajian > pemekaran Nias dan Karo. Akibat penolakan itu, DPD > hanya mengunjungi Nias. > > "Nanti kita (melalui Gubsu-red) akan menyurati > Bupati Karo guna > mempertanyakan alasan penolakan kunjungan Panitia Ad > Hoc I DPD RI > tersebut. Karena Bupati Karo menolak, saat ini > panitia pembahasan dan > pengkajian pemekaran Nias dan Karo masih melakukan > kunjungan ke Nias," > kata Asisten Pemerintahan Setdapropsu Hasiholan > Silaen SH kepada > wartawan, Senin (25/2), di Kantor Gubsu. > > Sebelum rombongan Panitia Ad Hoc I DPD-RI yang di > Ketuai Lundu > Panjaitan SH itu berkunjung ke Nias, mereka > beraudiensi ke Gubsu > Rudolf M Pardede di ruang kerjanya. Rombongan DPD > terdiri dari Ir > Marhany (DPD Sulut), Muspani SH (DPD Bengkulu) Drs H > Hasan (DPD > Jambi), Adnan NS (NAD) dan Henry Frankin (DPD > Kepri). > > Kepada Gubsu, Lundu Panjaitan mengatakan, kunjungan > mereka ke Sumut > guna menindaklanjuti Amanat Presiden (Ampres) > tentang Pemekaran 4 > kabupaten/kota dan 1 propinsi di Sumut. > > "Sehubungan dengan keluarnya Ampres tentang > pemekaran kabupaten/kota, > DPD mempunyai kewajiban melakukan evaluasi dengan > melihat langsung ke > lapangan daerah-daerah calon pemekaran. Sehingga > hasilnya akan > disampaikan dalam bentuk rekomendasi kepada DPR-RI > untuk pembahasan > RUU," ujar Lundu Panjaitan. > > Untuk itu, rombongan DPD RI akan berangkat ke > Gunungsitoli dan bertemu > dengan Bupati Nias, DPRD, Muspida, tokoh masyarakat, > tokoh agama dan > panitia pembentukan kabupaten Nias Utara, Nias Barat > dan Gunungsitoli > tanggal 26 Februari 2008, sekaligus meninjau > Kecamatan Kota Gunungsitoli. > > Sementara itu, Gubsu yang didampingi Asisten > Pemerintah Hasiholan > Silaen SH, Karo Otda Setdapropsu Drs Bukit Tambunan > dan Kabid Humas > Pimpinan Drs ML Tobing mengatakan, Pempropsu > menyatakan terima kasih > atas telah diresponnya usul tentang pembentukan > daerah otonom baru > kabupaten Nias Barat, Nias Utara dan Gunungsitoli > sebagai pemekaran > kabupaten Nias dan kota Berastagi sebagai pemekaran > dari kabupaten Karo. > > Dijelaskannya, bahwa Presiden telah menerbitkan > amanat Presiden kepada > Mendagri selaku ketua tim DPOD untuk membahas usul > inisiatif DPR-RI > terhadap draft RUU pembentukan daerah diantaranya > pembentukan daerah > kabupaten Nias Barat, kabupaten Nias Utara, Kota > Gunungsitoli, Kota > Berastagi dan pembentukan Propinsi Tapanuli. > Takut Kehilangan PAD > > Di Kantor Gubsu, Ketua Panitia Pemekaran Kota > Berastagi Iwan Sembiring > merasa heran dengan penolakan Bupati Karo soal > kunjungan Panitia Ad > Hoc I DPD RI. > > "Kami menduga bupati menolak pemekaran Kota > Berastagi karena takut > kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten > Karo. Sebab, dari > Bersatagi diperoleh PAD untuk Karo sebesar Rp 25 > miliar atau sekitar > 40% dari PAD Karo," jelas Iwan Sembiring. > > Iwan Sembiring menambahkan, penolakan Bupati Karo > atas pemekaran Kota > Berastagi yang terdiri dari tiga kecamatan (Daulat > Rakyat, Berastagi > dan Merdeka) itu hanya ketakutan akan kehilangan > potensi ekonomi > Kabupaten Karo dan Berastagi sebagai salah satu > tujuan objek wisata di > Sumut. "Kami heran mengapa pada hari "H" disaat tim > pengkajian > melakukan kunjungan ditolak bupati. Padahal, > sebelumnya > (pemekaran-red) sudah disidangkan di DPRD Sumut dan > Gubsu sudah > membuat surat rekomendasi," jelasnya. > > > > > > -- > nangkoel Gutul > THE SHEPHERD > http://www.nangkoel .com > ============ ====== > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Looking for last minute shopping deals? > Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping ____________________________________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
