Mejuah juah Gutul ras Karo Sirulo,

Enggo kap ibelasken Kalimbubu kami Purba mergana, emaka ersumekah ka 
aku sitik ngumputi ranan kalimbubu kami. Asa si kueteh, aminna pe 
aku pe labo Pentolen Panitia Pemrakarsa Pemko Berastagi, labo lit 
dahin ras bisnisna bagi pendapat "Sebagian Kalangan Masyarakat Karo" 
ena ndai. Ntahsa perban la mesinting kal pengenen mataku bage pe 
kurang megermet ndia aku maka la kueteh ateku. Lang kerina nge kap 
min ku tandai si lit je ras si lalap ngukuri kerna Pemko enda ndai 
ateku. Saja bage gia, perban negaranta enda negara bebas, sah-sah 
saja temanta ah ndai erpengakap - tapi min lit bukti-buktina me kin.

Bagem lebe nake... ^^
Tabi ras mejuah juah,

sembiring, erdian - perberastagi



--- In [email protected], Gutul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mejuah-juah aron,
> 
> Ada sebagian kalangan masyarakat karo berpendapat bahwa pemekaran 
Berastagi
> hanya akan menjual martabat masyarakat karo. Pendapat ini muncul 
ketika
> melihat pentolan orang-orang yang ada dibalik pengusungan pemekaran
> Berastagi. Sebagian besar dari pentolan-pentolan tersebut adalah 
orang-orang
> berduit dari bisnis prostitusi di kawasan Berastagi. Hal inilah 
yang menjadi
> kekhawatiran sebagian masyarakat karo yang khawatir akan pemekaran 
tersebut.
> Ada indikasi pemekaran Berastagi adalah untuk menjadikan daerah 
tersebut
> menjadi tempat wisata seks terbesar di Sumatra.
> 
> Saya sendiri merasa pendapat/pemikiran tersebut adalah konyol, 
tapi adi
> payo.. uga ninta...?
> 
> On Fri, Feb 29, 2008 at 2:06 AM, Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> >   Terkait Penolakan Kunjungan DPD-RI
> > Gubsu akan Surati Bupati Karo
> > Selasa, 26-02-2008
> > *mulyadi hutahaean
> >
> > MedanBisnis ?Medan
> > Gubsu Rudolf M Pardede akan menyurati Bupati Karo guna 
mempertanyakan
> > masalah penolakan Pemkab menerima kunjungan Panitia Ad Hoc I DPD-
RI ke
> > daerah itu yang dijadwalkan, Senin (25/2), dalam rangkaian 
pengkajian
> > pemekaran Nias dan Karo. Akibat penolakan itu, DPD hanya 
mengunjungi Nias.
> >
> > "Nanti kita (melalui Gubsu-red) akan menyurati Bupati Karo guna
> > mempertanyakan alasan penolakan kunjungan Panitia Ad Hoc I DPD RI
> > tersebut. Karena Bupati Karo menolak, saat ini panitia 
pembahasan dan
> > pengkajian pemekaran Nias dan Karo masih melakukan kunjungan ke 
Nias,"
> > kata Asisten Pemerintahan Setdapropsu Hasiholan Silaen SH kepada
> > wartawan, Senin (25/2), di Kantor Gubsu.
> >
> > Sebelum rombongan Panitia Ad Hoc I DPD-RI yang di Ketuai Lundu
> > Panjaitan SH itu berkunjung ke Nias, mereka beraudiensi ke Gubsu
> > Rudolf M Pardede di ruang kerjanya. Rombongan DPD terdiri dari Ir
> > Marhany (DPD Sulut), Muspani SH (DPD Bengkulu) Drs H Hasan (DPD
> > Jambi), Adnan NS (NAD) dan Henry Frankin (DPD Kepri).
> >
> > Kepada Gubsu, Lundu Panjaitan mengatakan, kunjungan mereka ke 
Sumut
> > guna menindaklanjuti Amanat Presiden (Ampres) tentang Pemekaran 4
> > kabupaten/kota dan 1 propinsi di Sumut.
> >
> > "Sehubungan dengan keluarnya Ampres tentang pemekaran 
kabupaten/kota,
> > DPD mempunyai kewajiban melakukan evaluasi dengan melihat 
langsung ke
> > lapangan daerah-daerah calon pemekaran. Sehingga hasilnya akan
> > disampaikan dalam bentuk rekomendasi kepada DPR-RI untuk 
pembahasan
> > RUU," ujar Lundu Panjaitan.
> >
> > Untuk itu, rombongan DPD RI akan berangkat ke Gunungsitoli dan 
bertemu
> > dengan Bupati Nias, DPRD, Muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama 
dan
> > panitia pembentukan kabupaten Nias Utara, Nias Barat dan 
Gunungsitoli
> > tanggal 26 Februari 2008, sekaligus meninjau Kecamatan Kota 
Gunungsitoli.
> >
> > Sementara itu, Gubsu yang didampingi Asisten Pemerintah Hasiholan
> > Silaen SH, Karo Otda Setdapropsu Drs Bukit Tambunan dan Kabid 
Humas
> > Pimpinan Drs ML Tobing mengatakan, Pempropsu menyatakan terima 
kasih
> > atas telah diresponnya usul tentang pembentukan daerah otonom 
baru
> > kabupaten Nias Barat, Nias Utara dan Gunungsitoli sebagai 
pemekaran
> > kabupaten Nias dan kota Berastagi sebagai pemekaran dari 
kabupaten Karo.
> >
> > Dijelaskannya, bahwa Presiden telah menerbitkan amanat Presiden 
kepada
> > Mendagri selaku ketua tim DPOD untuk membahas usul inisiatif DPR-
RI
> > terhadap draft RUU pembentukan daerah diantaranya pembentukan 
daerah
> > kabupaten Nias Barat, kabupaten Nias Utara, Kota Gunungsitoli, 
Kota
> > Berastagi dan pembentukan Propinsi Tapanuli.
> > Takut Kehilangan PAD
> >
> > Di Kantor Gubsu, Ketua Panitia Pemekaran Kota Berastagi Iwan 
Sembiring
> > merasa heran dengan penolakan Bupati Karo soal kunjungan Panitia 
Ad
> > Hoc I DPD RI.
> >
> > "Kami menduga bupati menolak pemekaran Kota Berastagi karena 
takut
> > kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Karo. Sebab, 
dari
> > Bersatagi diperoleh PAD untuk Karo sebesar Rp 25 miliar atau 
sekitar
> > 40% dari PAD Karo," jelas Iwan Sembiring.
> >
> > Iwan Sembiring menambahkan, penolakan Bupati Karo atas pemekaran 
Kota
> > Berastagi yang terdiri dari tiga kecamatan (Daulat Rakyat, 
Berastagi
> > dan Merdeka) itu hanya ketakutan akan kehilangan potensi ekonomi
> > Kabupaten Karo dan Berastagi sebagai salah satu tujuan objek 
wisata di
> > Sumut. "Kami heran mengapa pada hari "H" disaat tim pengkajian
> > melakukan kunjungan ditolak bupati. Padahal, sebelumnya
> > (pemekaran-red) sudah disidangkan di DPRD Sumut dan Gubsu sudah
> > membuat surat rekomendasi," jelasnya.
> >
> >  
> >
> 
> 
> 
> -- 
> nangkoel Gutul
> THE SHEPHERD
> http://www.nangkoel.com
> ==================
>


Kirim email ke