Kata JK di dalam hatinya... "Lumayaaannn... dapat massa pendukung"... 
Tentunya para tengkulak punya duit utk bisa mendukung JK dalam 
gerakan politiknya. 

Sisi lain, soal tengkulak, selama sang tengkulak bekerja utk 
kepentingan pribadinya masing2, para nelayan tidak akan terbantu 
banyak. Pertanyaannya: mungkin enggak para tengkulak melakukan 
bisnisnya utk membantu para nelayan? Ini perlu diteliti, walaupun 
secara naluri akan sangat kecil kemungkinannya. 

Daripada tengkulak, lebih baik rasanya mengembangkan koperasi yang 
punya kapabilitas akses ke pasar. Milik nelayan, bertindak utk 
kepentingan nelayan dan untuk keuntungan nelayan.  

Solusi utk membangun negara kita sebenarnya terletak pada bagaimana 
mengembangkan pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Enggak 
perlu yang canggih-canggih kali. Enggak perlu terlalu mengharapkan 
investasi dari luar negeri yg umumnya membuat kita jadi lebih 
tercucuk hidung (spt kerbau). Kalau ada calon pemimpin yang 
menyatakan akan fokus pada hal di atas, maka perlu dipertimbangkan 
utk dipilih. 

Sentabi, saya bukan ahli politik. Cuma sekedar berbagi saja apa yg 
dirasakan berdasarkan naluri dan pengamatan. 

Best Regards, 
 
Edi Natanael Tarigan__________________________________
SAP Project Manager
Project Odyssey - Friesland Foods Hellas 
Office: +302105589300 (Greece) 
Mobile: +306948111369 (Greece), +628121004532 (Indonesia)
 
 



--- In [email protected], MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wapres Dukung Pengembangan Tengkulak 
> Jakarta, (Analisa) 
> Wakil Presiden M Jusuf Kalla mendukung pengembangan tengkulak agar 
bisa diatur lebih baik karena selama ini membantu masyarakat nelayan 
dalam memperoleh modal tanpa birokratis. 
> "Jangan salah, tengkulak itu pedagang menengah, itu sama dengan 
grosir hanya kedengarannya jelek. Dan tidak semua tengkulak itu 
jelek," kata Wapres M Jusuf Kalla kepada wartawan usai sholat Jumat 
di Jakarta. 
> Menurut Wapres, tengkulak yang disebut juga punggawa, sudah hidup 
sejak puluhan tahun dan sampai sekarang masih tetap bertahan. Karena 
itu, lebih baik dikembangkan dan diatur supaya lebih baik. 
> "Tengkulak itu realita yang hidup, kita berikan rivalitas dengan 
servis yang lebih baik. Ditandingkan dengan Kredit Usaha Rakyat 
(KUR). KUR yang berikan persaingan," kata Wapres. 
> Ketika ditanyakan bunga yang diberikan oleh tengkulak cukup tinggi, 
Wapres mengatakan sebenarnya tengkulak tidak mengambil untung dari 
bunga, tetapi dari penjualan. 
> Dan kelebihan tengkulak, tambah Wapres, bisa memberikan modal bagi 
nelayan pada saat melaut tanpa birokratis. 
> "Dan itu resikonya tinggi sekali. Siapa yang jamin kalau gagal, 
hanya kita perlu atur yang lebih baik," kata Wapres. 
> Sementara menurut Ketua DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia 
(HNSI) Sumyaryo Sumiskun, tengkulak bukan lagi menjadi momok atau 
musuh yang harus dijauhi tetapi sebagai mitra bisnis. 
> "Selama ini tidak ada lembaga yang bisa menggantikan tengkulak yang 
tidak birokratis sehingga kita harus merangkulnya," kata Sumyaryo. 
> Menurut Sumyaryo saat ini malah sudah berdiri Asosiasi Punggawa 
(tengkulak) yang dipimpin oleh M Salim yang juga merupakan bupati 
Rembang. 
> Untuk itu, tambah Sumyaryo, Wapres meminta HNSI bisa menjalin 
kerjasama dengan semua pemangku kepentingan masyarakat nelayan 
seperti asosiasi punggawa, pengusaha perikanan dan sebagainya. 
> "Nanti dalam Munas HNSI akan kita bicarakan mengenai kerjasama 
dengan Asosiasi Punggawa ini," kata Sumyaryo. 
> Menurut Sumyaryo dari data Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 
tercatat jumlah nelayan tangkap Indonesia sebanyak 2,6 juta orang dan 
nelayan budi daya sebanyak 1,2 juta orang. 
> Sementara untuk produksi satu kilogram ikan diperlukan biaya 
sebesar Rp2000. (Ant) 


Kirim email ke