Mejuah-juah mpal, Uga berita?
Barangkali pada kesempatan mereka bertemu dan berbincang-bincang bisa diwacanakan juga bagaimana jika koperasi bisa ditumbuh-kembangkan kembali di tanah Karo... (Kita tahu sama2 dari dahulu yg namanya koperasi memang sudah ada, tapi sekarang tidak berkembang seperti di berbagai negara lainnya). Sebenarnya ada badan dunia yg telah membakukan bagaimana seharusnya koperasi beroperasi. Hal-hal baku itu tentu saja dibuat berdasarkan pengalaman dari berbagai koperasi di seluruh dunia, best practice istilah seberang sana. Nama badan dunia tsb adalah International Co- operative Alliance (ICA), bisa klik disini websitenya: http://www.ica.coop/al-ica/ Bukan berarti kita menjiplak 100% dari badan dunia tersebut. Tapi, kalau ada best practice yg bisa dipakai sebagai model, barangkali ada baiknya diterapkan juga (plus disesuaikan) pada lingkungan kita. Jadi kita tidak perlu menghabiskan banyak energi untuk melakukan / mendefinisikan semuanya dari nol. Sebagai alternatif, barangkali bisa dikembangkan sebagai salah satu varian dari ARON? Supaya adaptasinya ke masyarakat menjadi lebih mudah. Sekedar mencoba mengangkatnya disini... disebutkan bahwa koperasi adalah perkumpulan dari orang-orang (tanpa menyebutkan nama pribadi) yg secara sukarela berusaha mencapai tujuan dan aspirasi ekonomi, sosial, budaya BERSAMA melalui organisasi yg dimiliki BERSAMA dan dikendalikan BERSAMA secara demokrasi. Coba kita perhatikan bersama nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang telah dibakukan oleh ICA di bawah ini. Apakah NILAI dan PRINSIP ini tidak bagus untuk diterapkan?? Dari ICA dapat dibaca NILAI yang diangkat dalam koperasi. Saya coba tuliskan lagi disini: - self help (membantu diri sendiri, bukan tergantung pada orang lain) - self responsibility (tanggung jawab sendiri utk memastikan apa yg disepakati memang harus dipertanggung-jawabkan) - democracy - equality (tidak ada yg diistimewakan, semua punya hak dan kewajiban yg sama) - equity (kepemilikan yg sama, semua memiliki, punya saham) - solidarity - honesty - openness (keterbukaan, semua informasi transparan pada semua anggota) - social responsibilities (punya tanggung jawab sosial, jadi tidak hanya memikirkan diri sendiri, organisasi sendiri, koperasi sendiri) - caring for others (peduli sesama, peduli sekeliling) PRINSIP utama dalam koperasi, yang memastikan nilai-nilai di atas dapat terlaksana pada saat beroperasi: - Voluntary dan open membership (tidak ada paksaan utk jadi anggota, lebih pada kesadaran bahwa koperasi memang memberikan manfaat bg ybs, anggota punya hak dan kewajiban) - Democratic member control (dikendalikan secara demokrasi oleh anggotanya, anggota yg bersepakat bagaimana policy bagi koperasinya sendiri, satu anggota punya satu suara) - Member economic participation (anggota berkontribusi dalam kepemilikan, sebagaian besar modal koperasi adalah milik BERSAMA, mendapat kompensasi berdasarkan kepemilikannya) - Autonomy and independence (otonomi penuh, tidak ada orang luar yg mengendalikan, tidak ada pendekatan TOP DOWN dari pemerintah, kalaupun bekerja sama dgn organisasi lain termasuk pemerintah, maka koperasi melakukan kontrak tsb dgn dasar "democratic member control" dan tetap mempertahankan otonominya. - Education, training and information (memberikan didikan dan pelatihan bagi anggota, perwakilan terpilih, manager dan karyawannya) - Co-operation among Co-operatives (koperasi bukan utk bersaing, tapi justru utk bekerja sama dgn koperasi lokal, nasional bahkan internasional) - Concern for community (koperasi bekerja demi memajukan komunitas melalui policy yg disepakati bersama oleh para anggotanya) Best Regards, Edi Natanael Tarigan__________________________________ SAP Project Manager Project Odyssey - Friesland Foods Hellas Office: +302105589300 (Greece) Mobile: +306948111369 (Greece), +628121004532 (Indonesia) --- In [email protected], Martin Peranginangin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Koperasi atau apaun namanya untuk memajukan masyarakat perlu didujung saya kira. Selasa (5/8) kemarin kebetulan Pak Romanus Purba (Ketua DPRD Karo), Makmur Ginting (Sekda) dan Firman Kaban (Kadis PU) datang bercengkrama di rmh Bp NJ Sembiring, cerita berwacana mengembangkan pertanian di T. Karo, lalu esok harinya bertemu ke Direktur Batan guna menjajaki kerja sama dengan Pemkab Karo. Bagaimana upaya supaya hasil pertanian di Karo bisa lebih kompetitif. Nantikan cerita lengkapnya di Sormid mendatang. > > MP > > --- On Tue, 8/5/08, Edi Tarigan (aka Mosokul) <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: Edi Tarigan (aka Mosokul) <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [tanahkaro] Re: kembangkan tengkulak > To: [email protected] > Date: Tuesday, August 5, 2008, 7:35 AM > > > > > > > Mejuah-juah man banta kerina, > > Koperasi itu bagus dan sangat handal utk bisa dijadikan tools untuk > memajukan masyarakat. Memang pelaksanaannya di Indonesia sejak dulu > tidak seindah konsepnya. Kurasa itu karena memang karena manusia > pelaksana-nya. Seperti biasanya berbagai hal yg "dicoba" di > implementasikan di Indonesia, sering sekali tidak berhasil bukan > karena hal apa2 tapi karena pelaksana/manusia nya. > > Resiko terbesar dalam sebuah rencana utk melaksanakan sesuatu > adalah "manusia" nya. Justru "manusia" nya yang paling perlu > ditangani. > > Kembali ke koperasi, seperti yg sudah pernah disebutkan dalam email2 > saya terdahulu, dalam beberapa industri, perusahaan yg terbesar > sebenarnya adalah koperasi. Contohnya: Fonterra di New Zealand, > perusahaan ini adalah koperasi yg besar yg kepemilikannya dipegang > oleh peternak plus para investor di pasar saham. Sebegitu besarnya > sampai mereka go public. > > Ada contoh satu lagi perusahaan besar di Belanda yg merger > (Frieslandfoods - Campina), kebetulan saya dikontrak oleh perusahaan > ini, juga sebenarnya adalah koperasi yg dimiliki oleh 17ribu petani. > Beritanya bisa dibaca disini: > http://www.foodinte rnational. net/articles/ news/988/ merger- planned- for- > friesland-foods- and-campina. html > > Saya tidak mau berdebat bahwa koperasi itu tidak cocok di Indonesia, > atau lain sebagainya. > > Saya juga tidak mau menganalisa lebih jauh mengapa koperasi itu gagal > di Indonesia atau mencari tahu apa yg salah dalam implementasinya > terdahulu... > > Tapi yg terlihat adalah bahwa koperasi kalau dikelola dengan baik > bisa menjadi alat untuk memajukan para petani. Melihat ukuran > Indonesia yg besar dan kompleks, tentu saja perlu dimulai dari > lingkungan industri yg kecil dulu. Jangan besar2, karena kita bukan > superman. Perlu strategi, taktis, pendekatan, pilot, metodologi, > change management dlsb. > > Sibarem lebe, sekedar berpendapat. Tapi kalau ada yang mau > menuangkannya ke dalam pelaksanaan, boleh juga kita turun runding > lebih jauh lagi. > > BTW, mengenai JK, kalau beliau yakin bisa mengembangkan tengkulak utk > memajukan masyarakat banyak, menaikkan taraf kesejahteraan dan > memutar roda perekonomian dgn lebih baik, yah itu terserah beliau... > I would agree to disagree... :) > > Best Regards, > > Edi Natanael Tarigan_____ _________ _________ _________ __ > SAP Project Manager > Project Odyssey - Friesland Foods Hellas > Office: +302105589300 (Greece) > Mobile: +306948111369 (Greece), +628121004532 (Indonesia) > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "MU Ginting" <gintingmu@ ..> wrote: > > > > Merandal kuakap e Edi, enggo tambahindu sada pemikiren bas soal > > tengkulak ndai. KOPERASI. > > Tapi sada sirusur nai nari jadi pemikiren man bangku, perdalanen > > koperasi enda lalap denga kuidah bagi si lenga 'meyakinkan' , atau > ja > > kin mungkin lepakna perkembangan koperasi enda? Sada si mekatep >
