Assalaamu 'alaikum wr. wb.

|Jika kita menganalogikan dengan suatu drama maka peran yang diberikan
|oleh sang sutradara kepada aktor berujud script yang bisa detail
|menyangkut jalan cerita, dialog, suasana, gerak tubuh dst atau
|barangkali rada global seperti drama srimulat yang konon cuman
|menyangkut garis besar saja seperti jalan cerita, suasana (tanpa gerak
|tubuh ataupun dialog).
|
|Pertanyaan:
|1. Sedetail apakah misi hidup seseorang tsb? (kalau bisa diberikan
|contohnya script 'Misi Hidup' tsb setebal apa)
|2. Sejauh mana Allah membantu pelaksanaan misi hidup seseorang?

Saya agak sulit menjawab pertanyaan ini, karena saya sendiri masih jauh,
dari bertemu diri :)
Secara global, pelaksanaan misi hidup seorang itu sebagai berikut :

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah
yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar,
tetapi Allah-lah yang melempar. (QS. 8:17)

Sesungguhnya orang-orang yang telah bertemu diri, ketika melakukan sesuatu
(ayat diatas membunuh, melempar, dsb) bukan mereka yang melakukan itu,
tetapi Allah yang melakukan itu. Mereka melakukan itu, karena sesungguhnya,
dalam dirinya ada representasi Allah (yaitu Ruh AL Quds).

Katakanlah:"Ruhul Qudus menurunkan al-Qur'an itu dari Rabbmu dengan benar,
untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk
serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
(QS. 16:102)


|3. Mungkinkah seseorang jauh menyimpang dari misi hidupnya? Atau mau
|tidak mau manusia akan dihadapkan pada kondisi yang mentrigger ybs untuk
|melaksanakan misi hidupnya?

Menurut penjelasan seorang yang sudah bertemu diri...
Ketika beliau Bertemu Diri, beliau diminta semacam menandatangani SK untuk
berlaku sesuai dengan Tugas Apa yang diberikan kepadanya.

|4. Dimanakah faktor "kehendak bebas" manusia dalam kaitannya untuk
|melaksanakan Misi Hidup tsb? Apakah Misi hidup ini harus "diusahakan"
|dengan sungguh-sungguh oleh manusia tsb (dengan mengumpulkan bekal yang
|cukup dst) atau tanpa melakukan apapun manusia tsb akan dibekali oleh
|Allah SWT untuk melaksanakan misi hidup tsb?

Tanpa berbekal apapun, manusia akan dibekali Allah dengan tools (Nur Ilmu
atau Ilmu Laduni) sehingga ia dapat menjalankan misi hidupnya dengan baik.
Dapat terjadi, seorang teknisi listrik, suatu saat mengetahui misi hidupnya
adalah sebagai mursyid. Maka sebelum ia tahu bahwa misi hidupnya sebagai
mursyid, Allah telah memperangkatinya dengan Nur Ilmu untuk berfungsi
sebagai mursyid.

Untuk itulah Nur Ilmu disebut Ilmu Laduni. La = Tidak , Duni = Dunya =
Dunia. Ilmu Laduni = Bukan Ilmu Dunia, bukan hasil belajar.

|5. Apakah manusia akan dimintakan pertanggung-jawabannya kelak di
|akherat berkaitan dengan pelaksanaan misi hidupnya?

Saya belum tahu, mengenai hal ini.
Saya bertanggung jawab kepada peserta milis atas kebingungan diseputar
masalah ini (karena saya yang mempostingkan pertama kali), maka akn dzolim
jadinya apabila saya melepaskan peserta milis dalam kebingungan (seputar hal
ini). Sedapat yang saya mengerti, saya akan berusaha menjelaskannya.

Saya mohon maaf, atas segala kesalahan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Ais, Up




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke