Assalamu'alaikum wr. wb.

Justru banyaknya paramater itu yang membuat kita tidak dapat membuat
kesimpulan dini Pak Ali. Tapi nggak usah dipikir banyaknya penomena dan
milyaran parameter yang andil dalam segala peristiwa itu hanya akan membuat
kita pusing.

Bukan hanya menjadi pusing tapi bisa kehabisan akal itu karena memandang
bahwa segala parameter yang tak terhitung jumlahnya itu sebagai sesuatu
yang heterogen dan berdiri sendiri-sendiri. Jadi seolah-olah kita
menganalisa milyaran kasus yang berbeda dan rumit. Wah... ya... setres pak!

Saya tidak bermaksud menyinggung cara kerja Allah, astaghfirullahal'adzim
saya hanya pengemis yang mengais belas kasihNya ingin belajar melihat
ke-Mahasempurnaan System Allah.

Menurut pendapat saya Allah tidak selalu mengatur segala kondisi kejadian
itu kasus-perkasus seperti yang dibayangkan sebagian manusia. Walaupun itu
semua adalah mutlak hak prerogatif Allah.
Allah SWT cukup dengan berkehendak "terjadilah suatu system alam semesta
yang sempurna". Maka jadilah perfect system tanpa cacat.

Kesempurnaan system tanpa cacat ini akan berkerja dengan sempurna sesuai
dengan ketetapan tadi, yang berakibat segala yang berada/terjadi di alam
semesta ini tidak bisa keluar/menentang ketetapan system ini. Semuanya
membentuk satu 'unity' yang sempurna yang menggambarkan sifat kesempurnaan
'The Creater'.


CARA PANDANG
============
Mungkin ada sebagian manusia melihat mega system ini tidak secara
proporsional. Atau malah mmandang secara terpisah-pisah yang nampaknya
bukan satu kesatuan, tetapi sebuah kontradiksi.
Misalnya kita melihat dua kubu di dunia ini, terdapat banyak hal-hal yang
nampaknya "berlawanan" seperti tabel di bawah ini:

     Positif        Negatif
     -------        -----
     Iman      vs   Kafir
     Baik      vs   buruk
     Jujur          vs   dusta
     pahlawan  vs   pengkianat
     hidup          vs   mati
     sehat          vs   sakit
     berhasil  vs   gagal
     untung    vs   rugi
     malaikat  vs   syaitan ............. dsb....

Apakah benar hal-hal di atas itu berlawanan? Kontradiksi?

Menurut pendapat saya dengan melihat itu merupakan Perfect Global Systemnya
Allah, tidak ada pertentangan antara mereka.
Masing-masing akan berada pada garis system dimana peran/misi akan
membentuk satu kesatuan super harmoni.

Kalau di dalam suatu system yang didisain Allah terdapat kontradiksi yang
menggambarkan ketidak sempurnaan system itu, bermakna masih terlalu naif
kita menilai suatu bentuk kesempurnaan. Kira-kira apa yang akan terjadi
kalau dari dua kelompok di atas (positif & negatif) yang kita pandang
sebagai kontradiksi salah satu dihilangkan? Apakah akan terjadi
keseimbangan?
Disini jelas sekali peran Yang Maha Mengatur, Yang Maha Bijaksana.

Contoh:
Kebanyakan orang alergi kalau usahanya gagal. "Gagal" berada dalam kelompok
negatif dalam tabel di atas. Agar manusia tidak ada yang gagal, bagaimana
kalau "gagal" dicabut dari system. Akankah semua manusia berhasil?
Menurut pendapat saya kok malah kacau. Bahkan definisi berhasil itu sendiri
akan hilang. Begitu pula sakit, tanpa 'sakit' tidak akan ada sehat.
Tentunya kita tidak akan bisa mensyukuri nikmat kesehatan dsb... begitu
seterusnya.

INTERMESO
Lebaran kemarin saya bersama keluarga mudik untuk sungkem kepada orang tua.
Disaat saya sedang ngobrol dengan ayah saya tentang masalah-malasah yang
berhubungan dengan spiritual, beliau bertanya pada saya:

"Wong sak pasar kae isine wong piro?" (Berapa isi orang satu pasar itu?)
Sebelum saya menjawab, beliau sudah memberikan jawabannya:
"Sat temene isine gur wong loro" (Sebenarnya isinya hanya orang dua).
Yaitu :
laki dan perempuan
tua dan muda
penjual dan pembeli
besar dan kecil
mahal dan murah
jujur dan dusta
pencopet dan yang dicopet dsb.......

Yang saya tangkap dari ilustrasi ini adalah sebuah contoh/miniatur dari
mono-pluralitas yang simple.

Apa yang berada di luar diri kita sering menggambarkan wujud didalam diri
kita. Kalau Pak Ali kemaren kita membahas tentang kebebasan kehendak,
puluhan, ratusan mungkin ribuan kehendak, coba kalau di-tlesih
(digali/dikupas) sangat mungkin akan berakhir dengan satu kehendak saja.


KESIMPULAN

Apa yang saya tulis di atas sebenarnya tidak menjawab pokok masalah tentang
misi hidup. Paling tidak sekedar urun rembug yang berkaitan dengan topik
masalah yang seudah melebar pembahasannya.

Uraian saya ini sebenarnya sudah dikemas secara ringkas oleh pak Abu Furqan
sebagai "sunatullah". Ini menarik sekali.
Apa yang dapat saya tangkap dari pak Abu kurang lebih ada 3 hal:
[1]. Usaha, [2]. Yakin dengan Sunatullah, [3]. Sabar/tawakal
Dengan tiga hal di atas kalau dilakukan dengan ihlas dan sungguh-sungguh
insya Allah akan didapat HIKMAH. Nah jadi orang yang beruntung khan?

Ingat kita berada dalam system Allah (Sunatullah), kita bagian dari system
itu, kita membawa misi dan peran di dalam system ini, jangan sekali-kali
menolak atau menentang ketetapan system ini baik langsung maupun tidak
langsung kalau kita ingin hidup damai dalam System Maha Harmoni ini.

Mari kita renungkan firman Allah dalam Surat Tabarak berikut ini
QS 67:1-4:
[1]. Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia
     Maha Kuasa atas segala sesuatu,
[2]. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di
     antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
     Pengampun,
[3]. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-
     kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah, sesuatu yang
     tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat
     sesuatu yang tidak seimbang?
[4]. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan
     kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan
     penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
Mahabenar Allah atas segala firmanNya

Saya tidak tahu pendapat saya itu benar atau salah, semoga Allah memberi
ampunan dan bimbingan atas kesalahan saya dan kita semua. Kepada
rekan-rekan mohon koreksinya kalau tulisan saya ini ngawur.

Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke