Assalaamu 'alaikum wr. wb.

|- Berupa peran unik untuk setiap individu manusia dalam kapasitasnya
|sebagai Khalifah di Bumi
|- Misi Hidup telah ada pada saat manusia tsb dilahirkan ke dunia ini
|- Misi Hidup dapat diketahui oleh manusia ketika manusia tsb bertemu
|diri.
|- Misi Hidup dapat juga diberitahukan oleh seorang mursyid
|- Allah membekali manusia tsb dengan ilmu Ladunni untuk mampu melakukan
|Misi Hidupnya tsb
|- dll

Koreksi:
Dalam pemahaman saya yang (mungkin ) berbeda dengan Pak Sunarman,
bahwa Misi Hidup tidak akan diberitahukan oleh Mursyid.
Mursyid hanya membimbing seorang salik untuk mencapainya, tanpa
memberitahukan apa misi hidup seorang salik.

|(1) [POSITIF] Bila setiap manusia menjalankan peran unik yang diciptakan
|Allah untuk dilakukannya sebagai khalifah Allah SWT di bumi (dengan
|asumsi bahwa Rencana Allah adalah kebaikan bagi Umat Manusia), maka bisa
|jadi tercipta suatu tatanan masyarakat baru yang sangat surgawi. Mungkin
|pada konsep Misi Hidup itulah terletak kunci penciptaan negeri yang
|"baldatun tayyibatun wa rabbun ghafuur".
|
|(2) [NEGATIF] Dengan adanya misi hidup dimana dikatakan bahwa "bahkan
|sebelum manusia mengetahui misi hidupnya, oleh Allah telah diberikan
|bekal secukupnya (termasuk Ilmu ladunni) untuk mampu melaksanakan misi
|tersebut" maka seorang manusia menjadi pasrah dan tidak lagi berusaha
|mencari bekal ilmu dll yang diperlukan untuk mampu menjalankan perannya
|sebagai khalifah Allah di bumi.

Konsepsi segala sesuatu dalam perjalanan menuju Allah adalah : "Bagaimana
dapat diberikan amanah yang lebih tinggi apabila amanah yang lebih rendah
(pun) tidak sanggup dijalankannya".

Bila sekarang ini saya seorang dosen (itu amanah yang diberikan Allah
sekarang). Ungkapan syukur terhadap amanah ini adalah dengan melakukan tugas
dosen sebaik-baiknya. Dengan ungkapan syukur inilah, sehingga amanah yang
lebih rendah, dapat dilaksanakan.

Tidak mungkin seorang dapat menerima amanat yang lebih tinggi (bertemu diri)
atau ilmu ladunni, kalau ia tidak sanggup mengemban amanah yang dilimpahkan
kepadanya sekarang.

Artinya...
Tanpa melaksanakan amanah dari kondisi yang diterima Allah sekarang dengan
baik (apakah dosen, karyawan, mahasiswa, dsb), maka adalah MUSTAHIL seorang
akan menerima amanah yang lebih tinggi.

Untuk itu, bagi seorang yang berjalan menuju Allah, adalah suatu keharusan,
terus menuntut ilmu (agama atau dunia) sebagai implementasi rasa syukurnya
yang juga implementasi pengembanan amanah yang ada dipundaknya sekarang.


|(3) [NEGATIF] Dengan adanya Grand Skenario yang detail untuk setiap
|individu maka kemungkinan akan disadari adanya manusia yang diciptakan
|untuk menjadi lawan dari kebaikan. Jadi ada manusia yang bermisi hidup
|untuk berbuat jahat. Sesuatu yang sangat buruk untuk diatributkan kepada
|Allah SWT.

Tidak akan ada Misi Hidup, orang berbuat jahat.
Karena misi hidup seorang itu bertujuan untuk perbaikan dunia dan rahmat
bagi semesta Allah.
Selaras dengan Tugas secara umum yaitu hamba Allah (menyembah Allah).

Jadi Misi Hidup (Tujuan penciptaan manusia secara khusus) tidak akan
bertolak belakang dari Tujuan Umum.

|(4) [NEGATIF] Bila memang ada Grand Skenario yang sangat detail maka
|manusia menjadi seperti wayang yang tidak memiliki kehendak bebas apapun
|sehingga tidak ada bedanya dengan tumbuhan atau hewan serta benda-benda
|mati lainnya. ....Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh. (QS. 7:183), Dan
|Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya (QS. 86:16)

Penjelasan Mas Sigit kepada saya, seputar pertanyaan itu adalah sebagai
berikut:

Kehendak bebas termurni adalah ketika dia bebas dari keterikatan kepada
selain Allah. Berserah diri, beda dengan pasrah. Berserah diri, justru
memiliki tingkat kebebasan tertinggi, karena pada dasarnya manusia itu
cenderung mengikuti sesuatu. Artinya mustahil manusia benar-benar bisa
bebas. Kalaulah dia tidak berusaha untuk berserah kepada Allah, dia pasti
jatuh kepada keberserahan ke makhluk. Itu pasti.

Yang harus diusahakan oleh manusia adalah berserah diri dalam keseharian.
Dengan ini, mudah-mudahan, Allah pertemuakn kita dengan Ruh Al-Quds, yang
akan memberitahukita misi hidup kita.
Jadi yang harus diusahakan, bukanlah mengumpulkan bekal, tapi menerima
bekal.

Wallahu'alam
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Ais, Up


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke