Assalamualaikum Wr. Wb.
Menarik sekali mengikuti perbincangan mengenai "Misi Hidup". Meskipun
belum ada kesimpulan yang ditarik, tapi kita, khususnya saya pribadi
memetik banyak pelajaran dari perbincangan tersebut.
Pak Wargino kembali memunculkan sifak "Kehendak" dari Allah. Menurut
saya disamping sifat "Kehendak" dari Allah tersebut tentunya ada
sifat-sifat lain dari Allah, misalnya "Kemahaadilan Allah", dalam hal
ini kehendak bebas manusia dalam tugasnya sebagai khalifa Allah di bumi
akan dipertanggung jawabkan kelak. Pertanggung jawaban ini tentunya
berkenaan dengan pengadilan akhirat di mana Keadilan Ilahi akan
ditegakkan.
Nah kalo demikian halnya ada kah hirarki tertentu terhadap sifat-sifat
Allah?
Kiranya ada diantara milis yang dapat menjelaskannya.
Trimakasih,
Wassalam
Rusdy
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, February 16, 1999 9:31 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [Tasawuf] Misi Hidup
>
> Pertanyaan anda ini akhirnya akan menjurus pada Jabariyah dan
> Qodariyah
> lagi.
> Menurut pendapat saya kehendak bebas manusia itu sebatas 'kehendak'
> saja.
> Dimana wujud dari kehendak secara nyata adalah ihtiar atau usaha. Tapi
> ya
> sebatas itu saja!
>
> Saya, anda, kita semua bebas berkehendak tapi ingat yang terjadi pada
> akhirnya bukan kehendak kita khan?
>
> Kalaupun yang terjadi itu sebagaimana apa yang kita kehendaki,
> sebenarnya
> itu terjadi sesudah mendapat 'restu' dari Allah. Sehingga yang terjadi
> itu
> sebenarnya Kehendak Allah! Bukan murni kehendak kita lagi.
> Dia Maha Berkehendak, diatas segala kehendak. Executor segala
> kehendak.
>
> Kalau kita rasakan hal ini, maaf bukan untuk dipikirkan, akhirnya kita
> akan
> merasa bahwa pada hakekatnya kehendak kita itu hanya fatamorgana. Yang
> ada
> adalah kehendak Allah SWT, yang ada hanya Allah.
>
> Bahkan tidak selembar daunpun yang gugur dari rantingnya terlepas dari
> pengetahuan Allah.
>
> Mari kita perhatikan dengan seksama firman Allah berikut ini:
>
> "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada
> yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang
> di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur
> melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun
> dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
> melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"(QS 6:59)
>
>
> Wallahua'lam bs,
> Kurang lebih mohon maaaf,
> Wassalamu'alaikum wr wb,
> Wargino
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)