Assalaamu 'alaikum wr. wb.

>Hi...hi.....hi....
>
>Tunggu dulu Pak Ali...  relax dulu... ini masalah sulit,

Iya mas Wargino, insyaallah saya relax..... :-)

>Mungkin ada baiknya kita tidak berpanjang-panjang dalam masalah ini, karena
>kita sebenarnya berada pada daerah bahaya yaitu mencoba memahami Kehendak
>Allah. Kalau pun kita ingin, hendaknya harus ektra santun dan hati-hati
>itupun di
>daerah pingiran saja.

Memang banyak lubang-lubangnya.... Saya juga maunya menghindar dari
pembicaraan masalah ini tetapi karena tertarik pada konsep adanya Misi
Hidup apalagi saya memang ditarik-tarik ke sini :-) maka terpaksa-lah
saya bergerak ke daerah ini 

>Coba ijinkan saya balik bertanya:
>Kalau tidak ingin sakit flu, jangan dekat-dekat orang sakit flu. Apakah
>dengan
>tidak dekat-dekat orang sakit flu kita tidak kena sakit flu?

Alangkah anehnya jika kehendak bebas manusia hanya pada ikhtiar dan
tidak boleh menyentuh pada daerah hasil karena dianggap itu adalah
daerah Tuhan. 
Pak Wargino sangat cerdik dengan mempertanyakan contoh yang paling
banyak parameternya , tetapi rasanya sudah saya jelaskan pada paragraph
berikutnya pada posting tsb bahwa manusia memang berusaha pada daerah
yang dipahaminya saja, semakin banyak dia menguasai parameter yang
mempengaruhi pencapaian hasil, dan berikhtiar untuk memaksakan
kehendaknya maka akan semakin besar  kemungkinan pecapaian hasilnya.
Memang ada parameter yang mungkin terlalu sulit untuk kita kendalikan
seperti kehendak bebas manusia lain dst. Atau parameter-parameter lain
yang memang belum dipahami oleh manusia.

Untuk contoh ini, kita tahu bahwa terlalu banyak parameter yang bisa
menyebabkan kita sakit flu dan kita juga tahu bahwa usaha manusia
menghindari sakit flu misalnya tidak mendekat ke orang yang sakit flu
tentunya belum pasti akan membawa hasil yang diharapkan agar ybs tidak
sakit flu. Karena masih ada parameter lain yang belum dikuasainya, jika
misalnya ditambah dengan minum vitamin C, olahraga secukupnya, jangan
kecapekan, vaksin flu dll maka bertambah besar kemungkinan manusia tsb
akan tidak ketularan flu. Pasrah kepada Tuhan itu hanya minta agar Allah
membantu kita agar parameter-perameter yang belum kita kuasai sepenuhnya
tidak membawa kepada keadaan hasil berlawanan dengan kehendak kita. 

Tolong pak Wargino tidak membuat saya semakin pusing untuk memikirkan
parameter lain agar tidak sakit flu :-). Pada intinya dengan semakin
memahami takdir (ukuran, kadar + hukum-hukum alam yang berlaku pada
ciptaannya) maka semakin besar manusia mampu memaksakan Kehendak
Bebasnya.

Bahwa kehendak bebas manusia itu akan mempengaruhi pada hasil, rasanya
kita semua memahaminya. Janganlah saya dipaksa memahami bahwa kehendak
bebas manusia itu cuman nisbi belaka karena itu berlawanan dengan
bangunan pikir saya. Ketika saya sukses (ataupun gagal) dalam suatu
proyek di kantor, maka saya yakin bahwa minimal sebagian itu disebabkan
karena usaha saya, sebagian lagi disebabkan karena usaha manusia
lainnya, sebagian lagi (mungkin) karena pertolongan Allah SWT. Meski
pada saat yang sama saya juga yakin bahwa kemampuan saya untuk
memaksakan Kehendak Bebas tsb juga karena rahmat-Nya.  Saya tidak
mengembalikan seluruh pertanggungjawaban perbuatan kepada Allah SWT,
karena saya bertanggungjawab atas apa-apa yang dalam batas-batas
kemampuan saya. 

Wah......akhirnya ngelantur terlalu jauh dari pertanyaan untuk
memperoleh penjelasan mengenai adanya Misi Hidup.......:-) Tapi bukan
salah saya lho....
>
>Bagaimana kalau kita lari sebentar, kita bahas mengenai dua hal :
>1. Makna "Bismillahirrahmanirrahiim" dan aplikasi dalam kehidupan kita.
>2. Makna "Laa haula wala quwata illa billahil 'aliyil 'adzim"
        Saya percaya dari rekan-rekan yang lain bisa membantunya.

Wah, barangkali pak Wargino / yang lainnya bisa menjelaskan kepada saya
tentang makna kedua kalimat di atas dalam kaitannya untuk memahami
konsep adanya Misi Hidup yang unik bagi setiap Indivividu.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
>
>

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke