Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

> ----------
> From:         Satria Iman Pribadi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Tuesday, February 23, 1999 3:21 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [Tasawuf] BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT ANDA?
> 
> Assalamu'alaikum w.w.
> 
> Tulisan Nadri dibawah ini banyak yang mengaburkan masalah menurut saya.
> Mohon ma'af saya ingin mengkritiknya.
> 
> Rasanya saya belum pernah mendengar ada pernyataan umur Nabi Isa lebih
> panjang ini. Ini kesimpulan yang tidak populer. Yang ada hanya "Allah
> telah
> mengangkat Nabi Isa". Selama ini pemahaman umum adalah jika Allah yang
> "mengangkat" nya, maka persoalan selesai. Tidak perlu dipermasalahkan lagi
> umurnya berapa sekarang dan apakah itu jadi istimewa.

NS: 
Umur Nabi Isa lebih panjang dari ukuran normal manusia kita simpulkan  dari
pendapat  sebagian ummat Islam yang berkeyakinan bahwa Nabi Isa hingga saat
ini masih saja hidup dilangit. Keyakinan ini bertolak dari peristiwa
penyaliban Isa yang mereka katakan , bahwa yang disalib ini adalah orang
yang diserupakan Allah dengan Isa, sementara Isa "diangkat kepadaNya" dan
dengan sendirinya Isa itu hingga sekarang masih berada  "pada-Nya", dan
tidak dibumi, juga tidak wafat sebagaimana manusia layaknya.... 

Kalaui seandainya Isa itu memang masih hidup hingga sekarang tentu saja akan
merupakan masalah, kecuali jika ia telah wafat barulah masalahnya jadi
selesai. Kalau seandainya Isa itu hidup dan tidak wafat tentulah ia
merupakan seorang Nabi yang istimewa .... karena  1999 tahun umurnya
melebihi umur dari siapa saja yang namanya manusia....Dan ini bisa diarahkan
kepada suatu asumsi bahwa Isa bukanlah manusia... sebagaimana juga diyakini
oleh orang-orang Kristen. 

Anda mengatakan bahwa masalah "hidup-matinya Nabi Isa" tidak perlu
dipermasalahkan dan bukan suatu hal yang istimewa. Tidakkah anda
menyadarinya bahwa dengan hidupnya nabi Isa, maka Islam dengan sendirinya
mati... Isa hidup sementara Muhammad SAW  wafat, bagaimana mungkin anda bisa
menunjukkan ketinggian Islam dari Kristen dan kemuliaan Muhammad SAW
dibandingkan Isa? Coba anda renungkan dan simak baik-baik hal ini!

Satria:
> Cerita Nabi-Nabi hidup di Planet-planet adalah tafsiran spekulatif dari
> orang yang tidak mengerti ilmu alam. Setahu saya tidak ada Nash Al-Qur-an
> maupun hadits yang mendukungnya. Cerita ini juga tidak populer. Entah
> dikalangan Ahmadiyah.

NS: 
Yang jelas Ahmadiyah sama sekali tidak berkeyakinan bahwa ada Nabi-Nabi
hidup di Planet. Jangankan Nabi-nabi , tidak ada manusia yang hidup di
palnet. Cerita itu merupakan sebagian pendapat ulama-ulama Islam, semisal
almarhum Nazwar Syamsu yang mengatakan bahwa Isa ada di Venus... Mereka
berpendapat bahwa sehabis penyaliban maka Allah mengangkatnya ke planet
Venus dimana suatu saat nanti akan  diturunkan kebumi.  Ini bukan pendapat
Ahmadiyah, bagi Ahmadiyah masalahnya suydah selesai bahwa Isa memang sudah
wafat , dan tidak mungkin hidup  dan datang lagi...

Satria:
> Kemudian walaupun jika benar Nabi Isa AS. masih "hidup" dan dan nabi
> Muhammad SAW telah wafat, maka kenapa mesti Nabi Isa AS lebih mulia ?.
> Dalam Al-Qur-an dan hadits Nabi tidak pernah dianggap umur jadi parameter
> mengukur kemuliaan seseorang. Jelas sekali bahwa AL-Qura-an mengatakan 
> bahwa yang lebih mulia diantara "kamu" adalah yang paling bertaqwa

NS: 
Dengan hidupnya Isa sampai hari ini 1999 tahun, adalah suatu hal yang ajaib
dan akan menempatkan dia bukan sebagai manusia tetapi bahkan mungkin Tuhan
yang tidak dikenakan hukum kematian.  Tidak ada peradaban manusia, semenjak
dahulu hingga sekarang ada manusia yang hidup ribuan tahun dan hidupnya
tidak pula di bumi ini.  Kita bukan berbicara soal umur yang terbatas,
tetapi dengan meyakini Isa berumur panjang dan tidak mati-mati, sementara
Nabi Muhammad SAW hanya berumur 63 tahun hanya orang yang dungulah yang bisa
meyakini bahwa Muhammad SAW lebih mulia dari Isa. Bagaiamana mungkin orang
yang mati lebih mulia dari orang hidup tidak mati-mati? Hanya orang yang
dungu  yang masih bisa tersenyum sembari menggantang asap, mengatakan kepada
orang-orang Kristen bahwa Nabinya lebih mulia, kendatipun telah wafat.....
dan bersikeras bahwa Isa bukanlah Tuhan kendatipun ia tidak wafat....
Bagaimanapun yang senantiasa hidup tentu saja lebih mulia dari yang mati...
Ini suatu kenyataan yang tidka bisa dibantah!

Satria:
> Tidak pernah dalam Islam kita mengenal bahwa Nabi itu lebih hebat dan
> lebih
> mulia karena mukjizat yang seperti itu. Apakah Nabi Sulaiman yang bisa
> berbicara bahasa burung lebih mulia dari Nabi Isa atau Nabi Isa lebih
> mulia
> dari nabi Musa yang bisa membelah laut ?. Semuanya itu hanya karena izin
> Allah, dan itu juga kasus per kasus, dan tidak seterusnya. Tidak pernah
> kita mempelajari perbedaan mukjizat ini menjadi perbedaan kemuliaan Nabi.
> Yang kita kenal misalnya Nabi yang Ulul Azmi.

NS:
Inilah kebodohan orang-orang Islam yang tidak memahami Al-Qur'an.  Mereka
hanya membaca yang tertulis dan tidak memahami apa yang tersirat dibalik
yang tertulis itu!  Mereka hanya memahami secara harafiah tanpa mengerti
maksud yang tersembunyi dari ayat itu.... Kita berbicara tentang Nabi Isa
yang menghidupkan orang mati.... Betapa dungunya mereka mempercayai mukjizat
Nabi Isa yang dipaham secara letterlik dan harafiah itu. Dan ini sudah
Adalah tidak mungkin sama sekali Nabi Isa bisa menghidupkan orang-orang yang
betul-betul sudah mati....sudah jadi jenazah, apalagi sudah dikubur dan
telah menjadi tulang belulang... Ini sebenarnya sifat dan kuasa Allah bukan
kuasa siapa pun. Siapa-siapa yang mempercayai ada manusia yang mempunyai
sifat-sifat dan kuasa Allah tidak syak lagi dia telah melakukan syirik,
mempersekutukan Allah dengan sesuatu atau menyamakan sesuatu dengan Allah.
Hanya Allahlah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya Dialah yang
mempunyai sifat dan kuasa demikian. Sesunguhnya Nabi Isa menghidupkan orang
mati adalah pengetian kiasan bukan harafiah. Nabi Isa hanya menghidupkan
rohani orang-orang yang telah mati dan itu tidak hanya dimiliki oleh Nabi
Isa saja. Semua Nabi mempunyai kuasa demikian, juga Nabi Muhammad SAW. Jadi
dengan mukjizat ini tidaklah menempatkan Isa itu sebagai Tuhan...

Satria:
> Saya tidak tahu apa gunanya kita memperbandingkan dan menjadikan sifat
> cemburu kenabian itu dalam diri kita, apalagi dalam milis rtasawuf ini.
> Toh
> kita kenal bahwa Nabi Isa AS, Nabi Musa AS, dan Nabi-Nabi lainnya adalah
> Nabi-Nabi kita juga, bukan Nabi orang lain. Bagi ummat kristiani, Nabi Isa
> bukan Nabi bagi mereka, tetapi "Tuhan". Jadi dengan banyaknya mukjizat
> Nabi-Nabi tersebut, termasuk Nabi Isa AS, maka seharusnya makin tambah
> keyakinan kita akan Islam. Bukan untuk dibanding-bandingkan.

NS: 
Walau bagaimanapun kita harus memuliakan Nabi Muhammad SAW. Hanya beliaulah
satu-satunya Nabi yang namanya digandeng dengan nama Allah, dengan ucapan
syahadat " Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah
Rasul-Nya". Tidak ada nabi lain dan agama lain selain Islam yang mempunyai
syahadat dan disinilah ketinggian dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Kalau
kita tidak menempatkan Muhammad SAW melebihi semua Nabi  termasuk Nabi Isa
yang "umumnya diyakini masih hidup dan bisa menghidupkan orang mati" itu,
tentu saja kita akan bisa membuktikan dan menunjukkan sekali gus meyakinkan
diri kita dan orang lain bahwa agama Islam itu memang lebih unggul dari
semua agama termasuk agama Kristen yang dipercayai  mereka sebagai
satu-satunya jalan keselamatan itu...

Satria:
> Menurut pendapat saya hal itu tidak benar dan orang juga tidak atau jarang
> memahami seperti yang disangka oleh Nadri tersebut. Saya kira banyak
> pembaca milis yang baru tahu bahwa itu seperti menjadi masalah setelah
>       saudara Nadri mengungkapkannya

NS: 
Kalau seandainya Nabi Muhammad SAW adalah Penutup Nabi yang tidak ada lagi
sembarang nabipun seduah dia, bagaimana mungkin Nabi Isa itu masih hidup
juga hingga sekarang dan akan turun lagi kebumi nanti diakhir zaman. Kalau




Nabi Isa itu bisa datang berarti Nabi Muhammad SAW bukanlah Nabi yang
terakhir! Bagaimana anda mendudukan masalah ini?  Bukankah ini membuktikan
adanya kontradiksi dua keyakinan yang saling berlawanan? Saya hanya
mendudukkan dan menyingkapkan masalah itu bukan membangkitkan masalah yang
sebelumnya tidak ada....

Satria:
> Saya sarankan tidak perlu meneruskan pambahasan ini, karena nanti saudara
> nadri mengirim lagi puluhan tulisan berisi bukti wafatnya nabi Isa
> didaerah
> Asia tengah sana, dan lain-lain tulisan propaganda Ahmadiyah lainnya.
> Padahal ini mungkin bukan hal penting untuk dibahas dalam milis ini.
> mungkin cukup saudara Nadri propaganda Ahmadiyahnya di ISNET (kabarnya
> sudah dikeluarkan juga), Apakabar, dll. Nanti disini kita jadi terjebak
> membahas yang tidak pokok.

NS: 
Kenapa anda takut dan tidak mau membahas masalah ini? Saya memahami betapa
tidak berdayanya sebagian besar Mainstream Islam membantah
argumentasi-argumentasi yang dikemukakan Ahmadiyah untuk membuktikan bahwa
Nabi Isa memang telah wafat. Mereka ingin lari dari persoalan yang mereka
hadapi tanpa merasa perlu untuk menyelesaikan dan mendudukan masalah yang
mereka hadapi itu. 

Anda menyebutnya tidak masalah pokok? Bagaimana anda akan menyampaikan
kebenaran Islam  dan mengajak mereka kepada Islam (terutama orang-orang
Kristen....) kalau Nabi anda sendiri (Muhammad SAW...) disatu pihak
sementara anda juga meyakini nabi mereka (yang juga mereka katakan anak
Tuhan dan Tuhan sendiri) masih hidup juga hingga sekarang... Bagaimana
anda akan mengatakan Islam itu agama yang benar , dan Muhammad SAW nabi
terakhir sementara anda meyakini juga bahwa Nabi Isa ibnu Maryam akan
turun datang diakhir zaman memberesi ummat Islam sepeninggal Nabi Muhammad
SAW. Bagaimana anda menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi Muhamad SAW
adalah penutup Nabi-Nabi, sementara Nabi Isa datang juga? Apa yang ditutup
oleh Nabi Muhammad SAW kok bisa juga Isa itu datang? Apakah tidak mungkin
Nabi Isa yang sesungguhnya yang penutup bukan Nabi Muhammad SAW? Apakah
persoalan-persoalan ini tidak anda anggap penting untuk dibicarakan?
 
Apa sesungguhnya yang pokok dalam Islam sehingga anda menyebut hal ini bukan
hal yang pokok sehingga tidak perlu untuk dibicarakan? Anda menyebutnya
sebagai propaganda Ahmadiyah? Bukankah Rasulullah SAW mengatakan kebenaran
itu berserak-serak dimana-mana dan kalau Ahmadiyah mengemukakan kebenaran,
kenapa pula anda enggan untuk memungutnya? Sebenarnya anda tak perlu allergi
dengan nama Ahmadiyah sebagaimana orang-orang di isnet  dan rantaunet itu.
Hanya orang-orang yang dungu yang tak bisa memisahkan mana yang benar dan
tidak benar. Dan hanya anjing dan monyet yang tidak mau memungut  permata
dan berlian kendatipun berada dalam lumpur. 

Satria Iman Pribadi
> (Yang sudah bosan membaca propaganda saudara Nadri di Rantau-net dan
> Apakabar, juga sudah kenal dengan isi propaganda ini sejak SMA dahulu di
> Padang, yang menjadi salah satu pusat Ahmadiyah penting di Indonesia.
> Salah
> satu "selling point" Ahmadiyah adalah serangan terhadap Kristenisasi. Hal
> ini bisa dibaca sekarang hampir tiap hari di Apakabar, dimana saudara
> Nadri
> disediakan kolom khusus oleh administratornya)

NS: 
Terima kasih anda telah mengetahui betapa peranan Ahmadiyah untuk
menghadapi dan membendung Kristenisasi  dan serang-serangannya. Cuma
sayangnya emosi anda tidak terkendali dikarenakan kebencian anda kepada
golongan ini, sehingga anda merasa perlu mempublikasikan diri saya sebagai
orang yang telah diusir dari isnet dan rantaunet.  Masalah tidak payah
kalau anda merasa bosan dan muak, silakan tekan saja tombol delete
sehingga anda tak perlu membaca posting saya lagi...
 
 
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke