Assalamualaikum wbt,

Saya merasa sedih atas berita tersebut. Walaupun ianya bukan berlaku
di negara saya, saya sebagai rakyat Malaysia turut merasa sedih.

Saya teringat satu hadis nabi, kalau saya tersilap mohon perbetulkan
iaitu,
"Umat lain akan meratah kamu dengan rakus sebagaimana anjing-anjing
yang mengelilingi makanan. Sahabat bertanya adakah kerana bilangan
umat Islam yang sedikit? Rasullullah menjawab tidak, bahkan jumlah
kamu masa itu banyak sebagaimana buih di permukaan air. Allah mengikis
perasaan gerun di dalam hati musuh terhadap kamu dan Allah
mencampakkan dalam hati kamu 'al-wahan'. Sahabat bertanya apa dia
wahan itu ya Rasullullah. Jawab Rasullullah 'cintakan dunia dan
bencikan akhirat."

Saya menyarankan supaya kita sama-sama fikirkan dan berikan komen
tentang hadis tersebut.

Sekian, wassalam.




---Abdurrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu 'alaikum wr.wb.
> 
> Dari Detik.com ...
> 
> Innalillah wa inna ilaihi roji'un ...
> 
> Provokasi macam apa lagi yg sedang kita hadapi ... ?
> 
> -----------------------------------
> 
> Senin, 1 Maret 1999
> 
> Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
> 9 Tewas, Habibie Sudah Tahu
> Reporter: Sigit Widodo 
> 
> detikcom - Jakarta, Presiden B. J. Habibie telah mengetahui adanya
kasus
> penembakan jamaah sholat Subuh di Ambon Senin (1/3/1999). Perihal
tersebut
> diungkapkan menteri agama, Malik Fadjar di Istana Negara Jakarta Senin
> (1/3/1999) sore setelah diterima oleh Habibie. 
> 
> Malik mengakui bahwa dia sudah mengetahui insiden tersebut sejak
pagi hari.
> "Saya mendapat informasi dari kakanwil Depag Maluku, Drs Hasyim
Marabessy,
> SH, sekitar pukul 05:30 WIB melalui telepon," ujar Malik. Menurut
Malik
> insiden tersebut jelas-jelas merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia. 
> 
> Sementara itu menteri peranan wanita yang juga ketua umum Badan Kontak
> Majelis Taklim (BKMT), Tutty Alawiyah merasa prihatin dan terkejut
dengan
> peristiwa ini. Tutty berharap pemerintah dan pihak berwajib segera
dapat
> mengusut pelaku penembakan tersebut. "Jika tidak, hal ini dapat
menimbulkan
> keresahan di masyarakat," kata Tutty. 
> 
> Insiden penembakan itu terjadi pagi hari sekitar pukul 05:00 WIT.
Saat itu
> sekitar 100 jamaah baru saja selesai menunaikan ibadah sholat Subuh di
> masjid Al-Huda. Masjid ini terletak di daerah Auhura, sekitar 10
kilometer
> di sebelah Timur pusat kota Ambon. 
> 
> Saat jamaah akan meninggalkan masjid, tiba-tiba saja beberapa oknum
aparat
> kepolisian, tanpa jelas alasannya, memberondongkan tembakan ke arah
mereka.
> Tak pelak lagi, korban tewas pun berjatuhan. Gerombolan yang
menembak itu,
> entah polisi-polisian, entah polisi asli. 
> 
> Berapa jumlah korban yang tewas? Masih simpang siur. Namun sumber
detikcom
> menyebutkan, setidaknya 9 orang tewas. Sedangkan yang luka-luka bisa
> mencapai puluhan orang. 
> 
> Oknum polisi itu rupanya tak hanya menyerang para jamaah yang baru
saja
> menjalani sholat Subuh. Mereka, dengan membabibuta juga menyerang
> rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar masjid tersebut.
Penyerangan yang
> dipimpin oleh beberapa perwira pertama ini tentu saja menerbitkan rasa
> takut warga. Rasa takut itu mencekam hingga ke seluruh warga di
Ambon. 
> 
> Maklum saja, mereka, warga Ambon itu terus didesa oleh bentrokan antar
> warga secara terus menerus. Apalagi bentrokan itu berkaitan dengan
soal
> agama. Tak heran jika hingga pukul 20.30 WIT, suasana di seputar
kota Ambon
> terlihat sepi dan mencekam. 
> 
> Hingga berita ini diturunkan, detikcom belum berhasil mendapatkan
> konfirmasi dari pihak kepolisian. Baik Polda Maluku maupun Mabes Polri
> hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi. Namun sumber
detikcom di
> Polda Maluku menyatakan, mereka-mereka yang melakukan penembakan itu
sudah
> diciduk. 
> 
> Untuk diketahui, kerusuhan yang berlarut-larut di pulau
rempah-rempah ini
> telah menyebabkan eksodus besar-besaran. Pada hari Minggu
(28/2/1999) lebih
> dari 1.300 orang berjejalan pada kapal-kapal yang meninggalkan Ambon.
> Kerusuhan yang dimulai semenjak hari lebaran 19 Januari 1998 lalu
hingga
> saat ini sudah menewaskan 200 orang. 
> 
> 
> Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
> 
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 
> 

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke