Assalamu a'laykum Wr.Wb

Ikhwah fillah, saatnya kita diseru untuk "BERJUANG MEMBELA AGAMA ALLAH"
Dengan segenap kemampuan kita.

Wassalamu a'laykum Wr.WB

 <<Kondisi Kotamadya Ambon dan sekitarny1.doc>> 



Imam Nur Fakeh
PT. Kaltim Prima Coal
Account Dept
Telp. 0549-521491(office)
          0549-521905(Fax)
         0549-21452(home) 
E_Mail: [EMAIL PROTECTED]

> ----------
> From:         sham mz[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Tuesday, March 02, 1999 1:59 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [Tasawuf] Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
> 
> Assalamualaikum wbt,
> 
> Saya merasa sedih atas berita tersebut. Walaupun ianya bukan berlaku
> di negara saya, saya sebagai rakyat Malaysia turut merasa sedih.
> 
> Saya teringat satu hadis nabi, kalau saya tersilap mohon perbetulkan
> iaitu,
> "Umat lain akan meratah kamu dengan rakus sebagaimana anjing-anjing
> yang mengelilingi makanan. Sahabat bertanya adakah kerana bilangan
> umat Islam yang sedikit? Rasullullah menjawab tidak, bahkan jumlah
> kamu masa itu banyak sebagaimana buih di permukaan air. Allah mengikis
> perasaan gerun di dalam hati musuh terhadap kamu dan Allah
> mencampakkan dalam hati kamu 'al-wahan'. Sahabat bertanya apa dia
> wahan itu ya Rasullullah. Jawab Rasullullah 'cintakan dunia dan
> bencikan akhirat."
> 
> Saya menyarankan supaya kita sama-sama fikirkan dan berikan komen
> tentang hadis tersebut.
> 
> Sekian, wassalam.
> 
> 
> 
> 
> ---Abdurrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Assalamu 'alaikum wr.wb.
> > 
> > Dari Detik.com ...
> > 
> > Innalillah wa inna ilaihi roji'un ...
> > 
> > Provokasi macam apa lagi yg sedang kita hadapi ... ?
> > 
> > -----------------------------------
> > 
> > Senin, 1 Maret 1999
> > 
> > Oknum Polisi Berondong Jamaah Sholat
> > 9 Tewas, Habibie Sudah Tahu
> > Reporter: Sigit Widodo 
> > 
> > detikcom - Jakarta, Presiden B. J. Habibie telah mengetahui adanya
> kasus
> > penembakan jamaah sholat Subuh di Ambon Senin (1/3/1999). Perihal
> tersebut
> > diungkapkan menteri agama, Malik Fadjar di Istana Negara Jakarta Senin
> > (1/3/1999) sore setelah diterima oleh Habibie. 
> > 
> > Malik mengakui bahwa dia sudah mengetahui insiden tersebut sejak
> pagi hari.
> > "Saya mendapat informasi dari kakanwil Depag Maluku, Drs Hasyim
> Marabessy,
> > SH, sekitar pukul 05:30 WIB melalui telepon," ujar Malik. Menurut
> Malik
> > insiden tersebut jelas-jelas merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia. 
> > 
> > Sementara itu menteri peranan wanita yang juga ketua umum Badan Kontak
> > Majelis Taklim (BKMT), Tutty Alawiyah merasa prihatin dan terkejut
> dengan
> > peristiwa ini. Tutty berharap pemerintah dan pihak berwajib segera
> dapat
> > mengusut pelaku penembakan tersebut. "Jika tidak, hal ini dapat
> menimbulkan
> > keresahan di masyarakat," kata Tutty. 
> > 
> > Insiden penembakan itu terjadi pagi hari sekitar pukul 05:00 WIT.
> Saat itu
> > sekitar 100 jamaah baru saja selesai menunaikan ibadah sholat Subuh di
> > masjid Al-Huda. Masjid ini terletak di daerah Auhura, sekitar 10
> kilometer
> > di sebelah Timur pusat kota Ambon. 
> > 
> > Saat jamaah akan meninggalkan masjid, tiba-tiba saja beberapa oknum
> aparat
> > kepolisian, tanpa jelas alasannya, memberondongkan tembakan ke arah
> mereka.
> > Tak pelak lagi, korban tewas pun berjatuhan. Gerombolan yang
> menembak itu,
> > entah polisi-polisian, entah polisi asli. 
> > 
> > Berapa jumlah korban yang tewas? Masih simpang siur. Namun sumber
> detikcom
> > menyebutkan, setidaknya 9 orang tewas. Sedangkan yang luka-luka bisa
> > mencapai puluhan orang. 
> > 
> > Oknum polisi itu rupanya tak hanya menyerang para jamaah yang baru
> saja
> > menjalani sholat Subuh. Mereka, dengan membabibuta juga menyerang
> > rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar masjid tersebut.
> Penyerangan yang
> > dipimpin oleh beberapa perwira pertama ini tentu saja menerbitkan rasa
> > takut warga. Rasa takut itu mencekam hingga ke seluruh warga di
> Ambon. 
> > 
> > Maklum saja, mereka, warga Ambon itu terus didesa oleh bentrokan antar
> > warga secara terus menerus. Apalagi bentrokan itu berkaitan dengan
> soal
> > agama. Tak heran jika hingga pukul 20.30 WIT, suasana di seputar
> kota Ambon
> > terlihat sepi dan mencekam. 
> > 
> > Hingga berita ini diturunkan, detikcom belum berhasil mendapatkan
> > konfirmasi dari pihak kepolisian. Baik Polda Maluku maupun Mabes Polri
> > hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi. Namun sumber
> detikcom di
> > Polda Maluku menyatakan, mereka-mereka yang melakukan penembakan itu
> sudah
> > diciduk. 
> > 
> > Untuk diketahui, kerusuhan yang berlarut-larut di pulau
> rempah-rempah ini
> > telah menyebabkan eksodus besar-besaran. Pada hari Minggu
> (28/2/1999) lebih
> > dari 1.300 orang berjejalan pada kapal-kapal yang meninggalkan Ambon.
> > Kerusuhan yang dimulai semenjak hari lebaran 19 Januari 1998 lalu
> hingga
> > saat ini sudah menewaskan 200 orang. 
> > 
> > 
> > Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------------------------------------------
> > Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
> > Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> > Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> _________________________________________________________
> DO YOU YAHOO!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke