Mohon maaf Pak, sedikit tambahan dari saya yang awam tentang data
teknis. Ada baiknya bila kita melihat terlebih dahulu data statistik
apakah memang benar Maluku itu mayoritas Kristen? Maluku Selatan
barangkali, tapi saya pikir tidak untuk Maluku Utara. Sepengetahuan saya
hingga sensus beberapa tahun lalu jumlah Muslim dan Kristen di Maluku
berimbang dengan Muslim sedikit lebih banyak (perlu dikonfirm lagi hasil
sensus atau data lain yang terbaru). Tidak ada salahnya barangkali kalo
kita tidak terlalu berprasangka dengan umat sendiri, Selebihnya saya
sepakat dengan Bapak. Terima kasih.


Gus Lim
        Pak Sunarman:

        Assalaamu 'alaikum wr. wb.

        Peristiwa ini hendaknya tidak dipandang sebagai sebuah peristiwa
        yang berdiri sendiri. Ini hanyalah merupakan bagian kecil dari
        rangkaian sebab-akibat yang sangat rumit. Kita semua telah
membuat
        kekeliruan dengan membiarkan hawa nafsu kita berkuasa selama
ini.
        Ada benarnya sinyalemen Sri Bintang Pamungkas bahwa kerusuhan
ini
        dipicu oleh penempatan tokoh ICMI untuk mengepalai wilayah yang
        mayoritas beragama Nasrani. Namun ini hanyalah pemicu
semata-mata.
        Banyak kebobrokan lain sebelumnya yang telah kita perbuat dan
        menjadikan negara ini seperti neraka.

        Ilmu tasawuf mengajar kita agar mencari kesalahan di dalam diri
kita
        sendiri, bukan di pihak lain. Karena ini saya mengajak
rekan-rekan
        untuk mengoreksi diri kita masing-masing, mengoreksi
bentuk/corak
        Islam yang kita terapkan, mengoreksi sikap dan perilaku kita
        tergadap kelompok non-islam, mengoreksi tindakan bangsa kita
dll.
        Sangatlah berharga bila kita menemukan kekeliruan-kekeliruan
itu,
        agar kita tidak mengulanginya di masa mendatang.

        Mari kita meningkatkan keimanan dan taqwa kita masing-masing
sambil
        berdoa agar bencana ini berakhir, karena daya akal manusia
        semata-mata tidaklah mampu mengentaskan kita dari neraka yang
tengah
        membara di seluruh bagian negeri ini. Boleh jadi sekarang ini
        'tangan-tangan Allah' tengah bekerja tanpa kita sadari; boleh
jadi
        kita masih akan mengalami neraka yang lebih panas sebelum
terjadi
        anti-klimaks yang menyejukkan. Wallahua'lam bishshawab.

        Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
        RS


        Ali Abidin wrote:

        > Saya jengkel-sedih campur aduk membaca berita ini. Apalagi
jika membaca
        > komentar orang-orang nasrani ambon mengenai peristiwa ambon
......
        > apalagi ditambah membaca laporan TPF Partai Keadilan di
Ambon... apalagi
        > membaca pemutarbalikan fakta yang dilakukan media Indonesia
ataupun
        > media asing.........apalagi melihat di TV betapa ribuan orang
berdesakan
        > di kapal menjadi pengungsi terusir dari Ambon hanya karena
mereka orang
        > islam.
        > 
        > Barangkali sebenarnya umat islam tidak merasa 1 tubuh lagi
melihat
        > saudaranya ditindas sedemikian rupa. Barangkali selama bukan
anak/ istri
        > / famili yang diperlakukan sedemikian maka kita tidak mampu
merasakan
        > apa-apa. Barangkali memang umat islam sudah tidak lagi
mempunyai ghirah.
        > Barangkali kita semua memang demikian?
        > 
        > Saya jadi teringat sekilas hadist yang harus saya hapal ketika
SD dulu:
        > 
        > "Bukan ummatku kecuali hingga seorang mencintai saudara muslim
        > sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri". Hadist#?
        > 
        > "Umat islam bagaikan satu tubuh, bila satu anggotanya sakit
maka anggota
        > badan lainnya akan meradang panas dan berjaga semalaman".
Hadist#?
        > 
        > "Tidak beriman seseorang sehingga dia mengharapkan saudaranya
muslim
        > sesuai apa yang diharapkan untuk dirinya sendiri".
        > Bukhari, Hadist #12, dari Anas
        > 
        > Saya tiba-tiba berpikir bila saat ini tiba-tiba Rasulullah
Muhammad SAAW
        > menjenguk kita, Apa iya kita masih mampu mengaku umat Muhammad
SAAW?
        > Apakah saya tidak malu sekali atas apa yang kita lakukan (atau
karena
        > tidak melakukan apa-apa) atas kejadian yang menimpa saudara
kita muslim
        > di maluku selatan? Apakah Rasulullah SAAW akan bangga atas apa
yang kita
        > lakukan ataukah Rasulullah SAAW justru akan menangis
menyaksikan
        > perilaku kita, ketidak pedulian kita?
        >

        
---------------------------------------------------------------------
        Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
        Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
        Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
        Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



        

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke