R. Sunarman wrote:

>Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
>Menurut pemahaman saya, analogi itu seharusnya:
>
>Rujak = kebenaran versi Allah, the truth
>Pemakan rujak = Nabi, wali dan siapapun yang tahu metodenya.
>Qur'an, Injil, Taurat = Deskripsi dalam bentuk perkataan dari pembuat
>rujak [di antaranya melalui malaikat Jibril]
>Hadist = deskripsi rujak oleh pemakan rujak yang diceritakan kembali
>oleh orang lain.
>
>Belum tentu benar lho!
>Silakan diuji kebenarannya!


Dilihat dari analogi diatas. Apakah siapapun yang tahu metode, atau yang
diajarkan metode dapat menjadi pemakan rujak dalam arti rujak kebenaran
versi ALloh.

Dengan melalui bimbingan mursyid (yang mengajarkan metode untuk dapat
memakan rujak), apakah sudah tidak diperlukan lagi Qur`an (sebagai deskripsi
dari pembuat rujak), dan juga Hadits (deskripsi rujak oleh pemakan rujak
yang diceritakan kembali oleh orang lain). Kan mursyid sudah dapat
menunjukkan cara untuk memakan rujak. Dan katanya mursyid sudah langsung
berhubungan dengan Alloh.

Apakah malah bimbingan dari mursyid melalui perkataannya itu disebut hadits
??

Apakah begitu ???

Rozy
(yang sedang menguji kebenaran)





---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke