Assalamu'alaikum,
Kalau di Tao, ada ajaran yang begini - kalau nggak salah ya (dari
bukunya anand krishna).
Yang kosong itu adalah sempurna,
tidak dapat dipenuhi;
namun dialah sumber segala sesuatu.
Ia yang terisi dinilai karena isinya. Ia yang kosong dan tetap
dihargai - ialah yang sempurna.
Seperti gelas kristal yang mahal. Ketika kosong, mereka yang
melihat gelas akan mengaguminya, akan menghargainya, karena gelas
itu sendiri memang berharga.
Sekarang, kalau dituangkan arak ke dalam gelas tsb. Mereka yang
melihatnya tidak akan menilai lagi gelas tsb karena kristalnya.
Mereka akan terbagi menjadi 2 kelompok, yang mengharamkan, dan yang
tidak. Gelas kristal yang mahal itu sudah kehilangan nilainya.
--
Mengenai hikmah dan petunjuk yang sampai melalui berbagai cara
kepada kita, bijaksanalah dalam menyikapinya. Ada yang memang sudah
patut disampaikan kepada umum, ada yang baru bisa ke kalangan
terbatas, ada yang malah hanya untuk pribadi kita saja. Mengapa?
Karena setiap orang memiliki "kecepatan" masing-masing yang berbeda
satu sama lain. Mengetahui yang belum waktunya diketahui hanya akan
menimbulkan salah faham, dan menjauhkannya dari kebenaran yang
hakiki. (Kalau di sufi, ada istilah, "Rasakan dulu, baru bicara").
Wallahu a'alam.
Wassalamu'alaikum,
Istiqfar
On Sun, 14 Mar 1999 19:46:11 +0700, you wrote:
| Ibarat botol saya ini masih sebagai botol kosong, tapi saya tidak ingin
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)