Assalamu 'alaykum wR wB
------
maafkan,
interupsi sedikit, boleh kan...
ada yang menarik soal botol kosong ini yang mungkin dapat membantu kita
memahami sesuatu (tasawuf, misalnya) secara 'apa adanya'.
Dengan wadah (botol = wadah -red) yang kosong, hati kita akan lebih mampu
menerima 'isi', kalau wadah kita penuh, maka segala 'isi' apapun yang datang
tidak akan dapat kita terima, semuanya akan tumpah meluap, malah bisa jadi
yang datang ini akan tercampur dengan isi yang lama, yang sebagian campurannya
terbuang keluar.
Lalu, apa kita harus membuang semua 'isi' yang telah kita punyai ? tidak,
tidak begitu
Lalu, bagaimana ?
.......
sekali lagi maafkan,
Wassalamu 'alaykum wR wB
arief muLya
------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)