Istiqfar wrote:
>
> Assalamu'alaikum,
>
> Kalau di Tao, ada ajaran yang begini - kalau nggak salah ya (dari
> bukunya anand krishna).
>
> Yang kosong itu adalah sempurna,
> tidak dapat dipenuhi;
> namun dialah sumber segala sesuatu.
>
> Ia yang terisi dinilai karena isinya. Ia yang kosong dan tetap
> dihargai - ialah yang sempurna.
>
> Seperti gelas kristal yang mahal. Ketika kosong, mereka yang
> melihat gelas akan mengaguminya, akan menghargainya, karena gelas
> itu sendiri memang berharga.
> Sekarang, kalau dituangkan arak ke dalam gelas tsb. Mereka yang
> melihatnya tidak akan menilai lagi gelas tsb karena kristalnya.
> Mereka akan terbagi menjadi 2 kelompok, yang mengharamkan, dan yang
> tidak. Gelas kristal yang mahal itu sudah kehilangan nilainya.
>
> --
> Mengenai hikmah dan petunjuk yang sampai melalui berbagai cara
> kepada kita, bijaksanalah dalam menyikapinya. Ada yang memang sudah
> patut disampaikan kepada umum, ada yang baru bisa ke kalangan
> terbatas, ada yang malah hanya untuk pribadi kita saja. Mengapa?
> Karena setiap orang memiliki "kecepatan" masing-masing yang berbeda
> satu sama lain. Mengetahui yang belum waktunya diketahui hanya akan
> menimbulkan salah faham, dan menjauhkannya dari kebenaran yang
> hakiki. (Kalau di sufi, ada istilah, "Rasakan dulu, baru bicara").
>
> Wallahu a'alam.
> Wassalamu'alaikum,
>
> Istiqfar
Assalamu'alaikum wr. wb
saya setuju dengan pendapat mas Istifaqfar, sebetulnya saya juga tidak ingin banyak
komentar, setelah saya rasakan dimilis ini banyak perdebatan yang kurang bermutu, dan
pemaksaan kehendak, akhirnya saya ikut kebawa dalam mengomentari masalah ini,
sebetulnya
yang KOSONG itu ber ISI dan yang ISI itu kelihatan KOSONG.(TASAWUF)MENGAPA....?
Wassalamu; alaikum wr. wb
ra
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)