Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
Sorry, kalau salah sambung!
Di milis ini saya melihat suasana kebingungan. Dalam peran
saya sebagai moderator, di kepala ini banyak sekali yang mau
dikeluarkan, tetapi menghadapi kondisi rekan-rekan yang begitu
beragam, saya perlu memikirkan langkah bagaimana menghadapi semuanya
sekaligus; ternyata tidak semudah menghadapi orang satu persatu
dengan terlebih dahulu mempelajari sejauh mana pemahaman masing-
masing, lalu membawanya ke pemahaman yang sesuai dengan jalan
pikiran masing-masing orang.
Karena itu, saya terpaksa ambil langkah 'gebyah uyah', semua saya
tarik ke dulu ke dasar dengan menunjukkan kapasitas kita jika
dibandingkan dengan Allah. Saya harapkan, kalau kita sudah 'bersujud
di tanah' seperti itu, kita dapat membangun lagi pengertian sedikit
demi sedikit dengan mengamati realita di sekeliling kita. Di samping
Al Qur'an, alam di sekitar kita pun merupakan ayat Allah [yang
tersirat], untuk kita baca agar kita mengerti.
Jadi, memang betul saya tampak mematahkan semua argumen, tetapi itu
bukan dalam upaya untuk MENANG dalam diskusi atau merendahkan lawan
diskusi, melainkan lebih merupakan upaya untuk membuat agar diskusi
ini lebih produktif.
Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
rs
R. Sunarman wrote:
> Namun, dengan kecerdasan yang terbatas itu, secara alamiah kita cenderung untuk
>mencari kesalahan pada makhluk yang satu atau lainnya. Dalam memahami peran syaitan,
>misalnya, kita cenderung mengukurnya dari kecerdasan kita sendiri. Kita cenderung
>mengabaikan kecerdasan Allah ketika menciptakan syaitan [atau sekurang-kurangnya
>membiarkan syaitan tercipta]. Kita sok mau mengajari Allah "Syaitan itu tidak
>bermanfaat, seharusnya ia dari mula tidak usah diciptakan."
Jaret Imani replied:
> Wah...., maaf pak Sunarman sekali lagi maaf. Jangan begitu dong...? Masa' membantah
>pendapat dengan cara menghadapkan kekerdilan kami dengan ke-Maha Besar-an Allah swt.
>seharusnya, tentu dengan keluasan ilmu yang dimiliki pak Sunarman sendiri. Jika kami
>ini melakukan kesalahan dalam menarik kesimpulan tentu harus diluruskan dengan pola
>berpikir yang semestinya, jangan membuat kami gemetar dengan menyebut "mengabaikan
>kecerdasan Allah".
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)