Bismillaahirahmaanirahiim,
Assalaamu'alaikum w.w.
R. Sunarman wrote:
>Karena itu, saya terpaksa ambil langkah 'gebyah uyah', semua saya tarik ke dulu ke
>dasar dengan menunjukkan kapasitas kita jika dibandingkan dengan Allah. Saya
>harapkan, kalau kita sudah 'bersujud di tanah' seperti itu, kita dapat membangun lagi
>pengertian sedikit demi sedikit dengan mengamati realita di sekeliling kita. Di
>samping Al Qur'an, alam di sekitar kita pun merupakan ayat Allah [yang tersirat],
>untuk kita baca agar kita mengerti. Jadi, memang betul saya tampak mematahkan semua
>argumen, tetapi itu bukan dalam upaya untuk MENANG dalam diskusi atau merendahkan
>lawan diskusi, melainkan lebih merupakan upaya untuk membuat agar diskusi ini lebih
>produktif.
---
Baik, saya tidak keberatan dan mengerti maksud pak Sunarman.Andaikata saya duduk di
kursi anda, maka saya juga akan mengalami kesulitan (bahkan lebih parah) dalam
menghadapi berbagai ragam tema, ide dan kapasitas rekan-rekan yang berpartisipasi
dalam milis ini. Itu menunjukkan betapa milis ini sungguh menarik untuk diikuti.
Selain itu, menunjukkan pula kerja bapak moderator dan team administrasi yang OK dalam
membangun suasana diskusi yang meriah (ingat panas-dingin...? ha..ha..ha...).
Kalau begitu saya "take a back seat" saja sambil menunggu bendera start dikibarkan
kembali oleh bapak Moderator. Jika bendera topik yang bapak kibarkan menyebabkan saya
bertanya-tanya kebodohan, ya....saya akan tanya. Jika topiknya menyebabkan saya harus
menguji kebenaran yang saya yakini, ya....saya akan komentar. Jika topiknya
menyebabkan saya harus diam belajar, ya....saya akan no comment.
Alhamdullilaah....saya tunggu priit-nya untuk 'the second half'.
By the Way : Ini cuma joke tapi bisa serius. Jalan yang bapak moderator ambil cukup
menarik. Saya membayangkan seandainya pak Sunarman mau menjadi moderator bagi
partai-partai Islam yang sedang ribut rebutan tumpeng. Di tengah hiruk-pikuknya
suasana yang memanas lagi sumpek, anda lalu bertakbir "ALLAHU AKBAR...ALLAHU
AKBAR...Luruskan barisan, Rapatkan pundak, Mari mencapai Kejayaan, LA ILAHA
ILLALLAAH". Kemudian serentak para partai itu tersentak, berhenti, merenung dengan
ikhlas. Suasana hening dan sejuk. Seorang Imam memimpin shalat, bersujud dan berdoa
memohon ampunan, ridha dan hidayah hanya dari Allah swt. Kemudian bangkit
perlahan-lahan dengan wajah yang bersinar-sinar akibat air wudhu. Menatap dan bergerak
pada satu tujuan melalui jalan setapak yang berbeda-beda namun tetap saling
menggenggam tangan....kemudian.....lanjutkan sendiri......ah..
Wa bil taufiq wal hidayah,
Wassalaamu'alaikum w.w.
Jaret Imani
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://personal.lycos.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)