Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Yth.Pak Sunarman,
Kecerdasan manusia itu memang sangat terbatas bila dibanding dengan
kecerdasan Allah, yaa karena manusia itu adalah makhluk ciptaan Allah
sedangkan Allah adalah Sang Pencipta Maha Kuasa. Ada salah satu ikhwan
saya yang menerangkan masalah raga (jasad), jiwa (nafs), dan ruh, namun
saya masih bingung dengan penjelasan ikhwan saya tersebut, untuk itu
saya mohon bantuannya agar "kebingungan" saya ini tidak menghantui
setiap saat, maklumlah dengan kecerdasan yang terbatas dan ilmu yang
belum sampai ketingkat itu jadilah saya bertambah bingung.
Kalau ruh meninggalkan raga (jasad) berarti manusia itu akan mati, lha
kalau ketika kita tidur lalu kita bermimpi pergi ke Mekah misalnya dan
benar-benar menyaksikan kabah, melihat arafah, melihat kota mekah,
madinah dll, yang menjadi pertanyaan adalah ... apakah yang berjalan-
jalan itu ruhnya atau apanya, sebab saat terjaga dari mimpi kita bangun
kembali dari tidur dan masih hidup, lha kalau ruh yang keluar dari raga
saat kita sedang tidur maka artinya kita telah mati sesaat dan hidup
lagi ketika terjaga, rasanya koq tidak mungkin, aduh bingung saya !!
Mohon bantuan penjelasan ya pak, semoga berkenan dan sebelumnya saya
sampaikan terimakasih, semoga pahala/ kebaikan dan ridho Allah selalu
tercurah kepada bapak dan kita semua amin.
Wasalam ...
Bambang Edy W.
R. Sunarman wrote:
>
> Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
>
> Salah satu penghalang utama yang menghambat kita untuk berpikir dan
> bertindak secara lebih proporsional adalah cengkeraman ego.
> Ego selalu menuntut agar kita menempatkan diri kita sendiri sebagai
> titik tolak permasalahan.
>
> Orang secara tak sadar menempatkan diri dalam posisi Allah dan mencoba
> berpikir: "Seandainya aku ini Allah, bagaimana aku akan menangani
> semua ini?" Jawaban atas pertanyaan itu hampir selalu: "Seandainya aku
> hadir dalam penciptaan, aku akan memberi saran bagaimana menata alam
> semesta ini dengan lebih baik."
>
> Begitulah, manusia seringkali merasa pintar, lebih pintar dari Allah,
> sehingga cenderung meremehkan kecerdasan Allah yang tak berbatas itu.
> Kalau kita hendak menyatakannya dengan bilangan, kecerdasan manusia
> hanyalah sebatas bilangan yang dapat dituliskan dengan angka. Ambillah
> si A, yang super jenius itu, mempunyai kecerdasan 999.999.999.999.
> Anda belum puas dengan angka itu? Silakan tambah lagi. Namun, seberapa
> pun angka yang anda tulis, kalau angka itu dibandingkan (dibagi)
> dengan tak terhingga, hasilnya tetap NOL. Jadi, dibandingkan dengan
> Kecerdasan Allah, kecerdasan kita ini hanyalah nol.
>
> Namun, dengan kecerdasan yang terbatas itu, secara alamiah kita
> cenderung untuk mencari kesalahan pada makhluk yang satu atau lainnya.
> Dalam memahami peran syaitan, misalnya, kita cenderung mengukurnya
> dari kecerdasan kita sendiri. Kita cenderung mengabaikan kecerdasan
> Allah ketika menciptakan syaitan [atau sekurang-kurangnya membiarkan
> syaitan tercipta]. Kita sok mau mengajari Allah "Syaitan itu tidak
> bermanfaat, seharusnya ia dari mula tidak usah diciptakan."
>
> Kelemahan semacam ini, seperti disebutkan di atas, timbul dari
> pengaruh ego kita, dan hal ini perlu disadari. Jika kita ingin
> memahami makna kehidupan agar dapat menempatkan diri dengan
> sebaik-baiknya di alam semesta ini, ego atau 'aku' itu harus kita
> kikis. Kita belajar memandang segala sesuatu dari sudut kepentingan
> Allah dalam menciptakan alam semesta ini, bukan dari kepentingan ego
> kita. Ini memerlukan perjuangan yang panjang, dan kita perlu
> memulainya dari sekarang.
>
> Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
> RS
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)