Assalamu'alaikum wr wb.

Kalau menurut pengertian saya, kondisi kafir itu tidak mesti permanen.
Saya sendiri merasakan kadang kafir, kadang munafiq, kadang sombong,
kadang iman. Sebaliknya iman juga naik turun, bahkan kadang iman kadang
kafir.

*Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka
beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar
rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka Allah tidak
menunjuki orang-orang yang zalim. (QS. 3:86)

*Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang
itu telah sesat dari jalan yang lurus. (QS. 2:108)

*Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah
kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah
orang-orang yang sesat. (QS. 3:90)


Kafir (kafara) yang artinya ingkar, jadi barang siapa mengingakari
adanya Allah baik Dzat, Sifat maupun Af'alnya secara langsung atau
tidak langsung bisa dibilang ingkar (kafir).

Saya pernah mendengar ada hadis yang bermakna kurang lebih begini
(tolong rekan yang ingat/tahu matan dan rawinya). "Barang siapa
sengaja meninggalkan sholat fardlu satu waktu saja maka kafirlah ia".

Jadi kafir=ingkar lawan dari Iman

Ingkar/membangkang perintah Allah=kafir (QS. 2:34)

Tidak mau menerima/percaya firman Allah = kafir QS.2:91, 3:91

Sihir = kafir QS.2:102

Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. 2:254)
dsb buanyak sekali yang berkenaan dengan orang kafir. Intinya, siapa
yang INGKAR mereka itulah yang kafir.


Berubah-ubahnya kondisi iman ini maka ada dua akhir cerita:
Su'ul khotimah (Akhir yang buruk)
Khusnul khotimah (akhir yang baik)


Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino





>Assalamu'alaikum wr wb.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

>Penjelasan pak Abah (he he diulang lagi) memang benar tetapi tidak
>menjawab apakah bisa disebut ahlul kitab terutama kelompok yahudi dan
>nasrani saat ini  masih bisa disebut tidak kafir.   Memang diantara
>orang islam sendiri ada juga yang kafir (betulkan bila salah).

Mas Kakak Eko... :)
Orang yang beragama Islam saja sekarang jarang yang mukmin...
Apalagi mereka...

Tapi apakah ada?
Pasti Ada... Janji Al Qur'an e..


>Sepertinya mempermasalahkan kekafiran ini tidak terlalu penting bagi
>kita. Tetapi sebenarnya kalau ditinjau dari satu aspek saja hal ini
>sangat penting misal dalam hal memilih pemimpin .. belum dari aspek yang
>lain mungkin masih banyak.

Buat Abah mah sangat penting Kang Eko.
Dengan Abah menganggap Abah tidak Kafir (sudah Iman), maka semua kata-kata
di Al Qur'an yang ditujukan untuk orang kafir, Abah tidak perhatikan...

Karena Abah mengganggap ayat ini bukan ditujukan untuk Abah,
Akhirnya Abah tidak pernah beriman dengan benar deh... Karena salah
persepsi.


Abah Hilmy



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke