Assalamu'alaikum wr. wb.

Kalau kita menginginkan masyarakat merasakan bumi ini bagaikan sorga,
apa yang harus ada dulu: sistem pemerintahan yang baik, atau pemimpin
yang baik? Mari kita berandai-andai.

Seandainya kita punya sistem pemerintahan yang baik: apakah segala
sesuatu pasti akan berjalan dengan baik meskipun dikendalikan oleh
seorang pemimpin yang kurang baik? Sebuah undang-undang anti subversi,
yang seharusnya hanya digunakan untuk menjerat orang-orang yang
merugikan kepentingan umum, bisa-bisa disalah gunakan untuk menjerat
pihak yang mengkritik ketidak-beresan perilaku atau kebijakan si
pemimpin. 

Seandainya kita punya pemimpin-pemimpin yang baik, tetapi sistem
pemerintahan yang ada tidak baik; ini kok aneh ya? Mengapa kita berani
menyebut mereka itu pemimpin yang baik kalau mereka membiarkan sistem
yang buruk itu berlangsung terus, atau malah mereka sendiri [turut]
menciptakan sistem yang buruk itu? Kalau mereka tidak mampu merubah
sistem yang buruk menjadi sistem yang baik, kriteria apa yang kita
pakai sehingga memberi gelar mereka "pemimpin", apalagi gelar 
"pemimpin yang baik"?

Seandainya keduanya (sistem dan manusianya) tidak baik dan banyak dari
kita menginginkan perubahan. Apa yang perlu kita ubah terlebih dulu:
sistemnya, pemimpinnya, atau keduanya bersamaan? Kalau sistemnya dulu
diubah, siapa yang mengubah? Apakah kita akan meminta
pemimpin-pemimpin yang telah terlebih dulu kita cap 'tidak baik' itu
mengubahnya? Barangkali kita lebih baik mohon kepada Allah yang Maha
Pencipta, agar  menjadikan seorang khalifah sejati yang semula TIADA
menjadi ADA agar kepadanya kita dapat mempercayakan nasib kita,
termasuk memperbaiki sistem pemerintahan yang kurang pas?

Wassalamu'alaikum wr wb
RS

Eko Raharjo wrote:

> Saudara seiman topik ini sebenarnya sangat menarik kalau kita bahas
> terus menerus bagaimana seharusnya pemimpin itu baik secara personal
> ataupun kapasitasnya sebagai pemimpin negara. Atau barangkali bisa
> ditarik lebih jauh bagaimana seharusnya system pemerintahan dijalankan
> untuk dapat mengubah bumi menjadi 'Sorga.
>
> Kalifah sejati seperti yang disebut Pak Sunarman yang dapat mengubah
> bumi ini menjadi 'sorga' rasanya hanya impian bila system pemerintahan
> yang digunakan sangat tidak mendukungnya.
> 
> Contoh walaupun dipimpin oleh seorang kalifah yang katakan mumpuni tapi
> bila perekonomian yang digunakan masih membuat rakyat kecil sengsara
> karena harus terlilit angsuran bunga bank yang tinggi guna pengembangan
> usahanya rasanya kata 'Sorga' masih impian.
> 
> Atau system pendidikan dan ketenaga kerjaan yang menjauhkan rakyat dari
> kehidupan beragama rasanya hal tersebut juga cuma mimpi. Ngomong-ngomong
> soal jam kerja saya punya sahabat dari Pakistan yang mengatakan selama
> bulan puasa mereka bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 2/3 siang
> ,sehingga saat ashar dan magrib tentunya mereka telah berada
> dirumah/dimasjid untuk beribadah. Bandingkan dengan kita yang jam 9
> malam kadang masih dikantor.
> 
> Apakah kita kita yakin dengan system yang kita jalani sekarang tidak
> membuat masyarakat semakin jauh dari agamanya. Dan bila semakin jauh
> dari agama walaupun punya pemimpin kalifah yang mumpuni dalam segala hal
> masih bisa merasakan 'sorga' yang kita bicarakan.   Kalau menurut saya
> sih rasanya sulit sekali.
> 
> Dengan system pemerintahan dan pendidikan seperti yang sekarang ini
> bagaimana bisa menghasilkan pemimpin yang bisa mengubah bumi menjadi
> 'sorga' ???


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke